Apakah Metode Role Playing Dapat Meningkatkan Peran Aktif Siswa Dalam Model Pembelajaran Mind Mapping


Sinopsis

Program ini membahas tentang bagaimana seorang guru IPS di SMP melaksanakan pembelajaran sejarah perjuangan Diponegoro dengan cara bermain peran (role playing) yang dilaksanakan di luar kelas, dengan melibatkan siswa bermain perang-perangan antara pangeran diponegoro dengan jendral the kocle.

Ditulis oleh: Ary Purwatiningsih 

FORUM DISKUSI


Pakar Dosen:

1. Video ini dimaksudkan untuk membantu proses pembelajaran tentang  kemampuan   siswa dalam menguasai materi  sejarah Pangeran Diponegoro.

2. Kekuatan dari guru :

a. pada saat membuka pelajaran guru sudah menyampaikan kompetensi khusus yang akan dicapai. Pada inti kegiatan guru dalam teknik bertanya sudah baik, selalu menunjuk siwa satu persatu dan menyebut nama, membagi peran dalam kelompok, menyampaikan metde yang akan dipakai. Dalam menutup kegiatan guru sudah melakukan evaluasi, yakni dengan dengan mengajukan pertnyaan kepada siswa secara lisan, tentang nialai-nialai yang dapat dipetik dari sejarah Pangeran Diponegoro, menutup kegiatan denga mengucap salam. Kelemahan, dalam pendahuluan guru tidak memberi motivasi kepada siswa dengan memberikan pertanyaan atau aperseps, bahasa yang digunakan mohon diperbaiki, dalam vidio guru menggunakan kata tanya apa Pangeran Diponegoro, mestinya siapa. Dalam kegiatan inti terdapat kelemahan pada konsep. Mohon dikoreksi kembali ayah dari Pangeran Diponegoro, guru menyebutkan Hamengkubuwana ke II, seorang raja Mataram di Yogyakarta,sumbernya yang beda atau salah ucap, untuk mater sejarah Pangeran Diponegoro kurang tepat jika dengan bermain peran, karena perlu lokasi dan durasi yang cukup panjang. Dalam kegiatan akhir, kelemahan yang bisa dilihat adalah; guru belum memberikan penguatan dari beberapa jawaban siswa tentang keteladanan Pangeran Diponegoro, belum ada kesimpulan dari pembahasan materi .

b. Dalam penggunaan pendekatan, metode serta alat peraga dalam penyajian materi sejarah Pangeran Diponegoro perlu diperhatikan durasi waktu, dengan kompetensi yang akan dicapai. Dalam materi tersebut, akan lebih simpel dengan menggunakan gambar mati ataupun vidio. Sedangkan evaluasi tidak sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.   

c. Dilihat dari kompetensi yang disampaikan guru, sudah baik, jsesuai dengan kemampuan anak.

d. Saya percaya bahwa di sini , tidak ada guru yang ngawur, semua sudah disesuaikan dengan kurikulum.

e. Secara umum proses pembelajaran dalam vidio ini sudah cukup, perlu diperbaiki lagi.

Ditulis Oleh: Dra. Siti Nurkhoti'ah, M.Pd.

Pakar Guru

-

Ditulis Oleh: -