Guru Tidak Menggunakan Media Pada Pembelajaran IPA SD


SINOPSIS

Program ini menggambarkan seorang guru SD yang mengalami kesulitan dalam menjelaskan konsep-konsep IPA karena siswa agak sulit memahami penjelasannya. Solusi yang ditawarkan adalah menggunakan media yang disesuaikan dengan rancangan pembelajaran yang akan dilaksanakannya. Media yang dipilih dapat berupa media by design ataupun by utilization.

Ditulis oleh: Cecep Kuatandi 

FORUM DISKUSI


PAKAR DOSEN

Tayangan Video ini mengambarkan pelaksanaan Pembelajaran IPA di SD tentang Macam-macam bentuk daun. Video ini memberikan gambaraan pada para pemirsa dari dua metode pembelajaran yang kontra produktif, Pada bagian Awal guru memberikan pelajaran tanpa prosedur yang jelas, misalnya tanpa apersepsi, tanpa mengenalkna tujuan, yang mana guru langsung berbicara/ceramah biasa tentang materi pelajaran, yang seharusnya adalah Guru harus mempersiapkan dengan baik, membuka, mengenalkan tujuan dan prosedur yang akan dilaksanakan, serta mempersiapkan media yang diperlukan.

Karena tidak berhasil pada bagian kedua guru merancang dengan memgunnakan media yang terkait yang banyak ditemukan di lingkungan anak. Dengan cara penggunaan media sederhana yang ditemukan disekitar anak maka pemebelajaran akan lebih dapat dicerna oleh anak dan pembelajaran tersebut menjadi hidup dan lebih bermakna. Hal tersebut disebabkan karena anak depat melihat, menyentuh, merasakan menyasikan sendiri secara langsung.

Upaya Pembelajaran akan lebih bermakna jika guru meningkatkan peran serta anak didik, sehingga anak akan lebih banyak mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan.

PAKAR GURU

Pada video tersebut guru membuka pelajaran tanpa melalui apersepsi (brainstroming) terhadap siswa terlebih dahulu. Sebaiknya pada video tersebut ditampilkan bagaimana guru memulai pelajaran melalui apresepsi terhadap siswa agar menjadi inspirasi bagi pengunjung, Guru telah menggunakan metode 5M (saintifik) walaupun tidak sepenuhnya ditampilkan, Konten video ini dapat diterapkan pada tingkat siswa kelas bawah maupun atas, Kontenn video sudah sesuai dengan kurikulum nasional (kurikulum 2013).

Ditulis Oleh: Anugerah Putro Setiyo Wibowo, S.Si