151 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman kanak-kanak untuk mengatasi anak yang sulit berimajinasi pada saat menggambar. Strategi yang diterapkan guru tersebut anatara lain: memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar sesuatu sesuai dengan minat anak, mengajak anak keluar kelas, kemudian meminta anak untuk bercerita dan menggambarkan apa yang ditemukan di lapangan.

Badru Zaman

Secara umum tujuan tayangan video dalam pembelajaran sudah tercapai, yaitu menggambarkan kondisi anak yang sulit berimajinasi ketika diminta guru untuk menggambar serta alternatif pemecahan masalahnya. Kesulitan anak berimajinasi ini muncul terutama ketika guru terlebih dahulu memberikan contoh gambar kepada anak. Anak cenderung meniru apa yang digambar oleh guru.

Berdasarkan tayangan video, kegiatan yang dilakukan oleh guru terpotong (langsung kegiatan guru memberikan contoh gambar pada anak); sehingga tidak terlihat kegiatan pembukaan yang dilakukan oleh guru.

Pendekatan atau strategi yang digunakan oleh guru untuk mengatasi permasalahan anak tersebut sudah tepat, yaitu meminta anak untuk melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga anak dapat menggambar sesuai apa yang dilihatnya.Usulan perbaikan: sebaiknya ditambahkan sedikit teori tentang tahapan perkembangan kognitif anak, khususnya mengenai tahap imitasi (meniru), sehingga penyampaian permasalahan dapat lebih diperkaya.

Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si.

Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, guru mengajak anak-anak didiknya untuk melakukan kegiatan menggambar bebas serta anak diberi kebebasan untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya namun dalam isi bembelajaran anak anak anak menemukan hambatan untuk mengambar, agar anak anak dapat menuangkan ide ide cemerlang guru mengajak anak didik untuk melihat benda –benda yang ada disekitar sekolah dengan begitu anak didik dapat langsung melihat media yang akan dituangkan lewat menggambar sesuai tingkat perkembangan anak didik dan kegiatan pembelajaran menggambar bebas sesuai kurikulum yang berlaku.

151 Replies to “Anak Sulit Berimajinasi saat Menggambar

  1. Nama : Medi
    Nim : 860152676
    Matakuliah : PKM
    Semester : 4

    Menurut saya dari video yang telah saya lihat materi pada video di atas menggambarkan situasi nyata di kelas TK, di mana anak mengalami kesulitan berimajinasi saat menggambar. Hal ini terlihat ketika anak cenderung meniru contoh dari guru daripada menciptakan ide sendiri.

    ✅ Kelebihan Pembelajaran dalam Video

    1. Guru menyadari adanya masalah
    Guru mampu mengidentifikasi bahwa anak kurang berimajinasi, yang merupakan bagian penting dalam evaluasi pembelajaran.

    2. Strategi pembelajaran sudah tepat
    Guru:

    Memberikan kebebasan menggambar

    Mengajak anak keluar kelas

    Meminta anak mengamati lingkungan

    Mengajak anak bercerita tentang hasil pengamatan

    Pendekatan ini sangat baik karena:

    Menghubungkan pengalaman nyata dengan imajinasi

    Membantu anak menemukan ide sendiri

    Mengembangkan aspek kognitif dan bahasa

    3. Pembelajaran berbasis pengalaman langsung (learning by doing)
    Anak lebih mudah berimajinasi setelah melihat objek nyata dibanding hanya membayangkan tanpa pengalaman.

    ⚠️ Kekurangan / Catatan Penting

    1. Guru memberi contoh di awal Ini menjadi penyebab utama anak sulit berimajinasi karena:

    Anak usia dini berada pada tahap imitasi (meniru)
    Apa yang dilihat akan langsung ditiru

    2. Kurangnya tahapan pembelajaran yang lengkap Kegiatan pembukaan kurang terlihat, sehingga proses stimulasi imajinasi kurang maksimal.

    3. Kurang penjelasan teori perkembangan anak Padahal pemahaman tahap perkembangan (misalnya tahap coretan hingga bentuk nyata) penting agar guru tidak menuntut berlebihan.

    4. Pendekatan belum sepenuhnya diferensiatif Tidak semua anak memiliki kemampuan imajinasi yang sama, sehingga perlu pendekatan individual.

    🔍 Analisis Masalah Utama

    Berdasarkan isi video yang telah saya lihat inti permasalahan adalah:

    Anak terbiasa meniru (imitasi)

    Kurangnya stimulasi pengalaman nyata

    Lingkungan belajar belum sepenuhnya mendorong eksplorasi bebas

    💡 Cara Mengatasi (Solusi Lengkap)

    1. Hindari Memberi Contoh yang Kaku

    Jangan menggambar satu model lalu meminta anak mengikuti

    Gunakan kalimat terbuka:
    “Ayo gambar apa yang kamu suka”

    2. Gunakan Metode Observasi Langsung

    Seperti dalam video:

    Ajak anak keluar kelas

    Lihat lingkungan (tanaman, langit, benda sekitar)

    Lalu gambar berdasarkan pengalaman

    👉 Ini terbukti efektif meningkatkan imajinasi

    3. Gunakan Cerita sebagai Pemicu Imajinasi

    Bacakan dongeng atau cerita bergambar

    Tanyakan:
    “Kalau kamu jadi tokoh ini, seperti apa gambarnya?”

    4. Latih Anak Bercerita

    Setelah menggambar, minta anak menjelaskan gambarnya

    Ini membantu:

    Menghubungkan pikiran dengan gambar
    Melatih imajinasi dan bahasa

    5. Berikan Kebebasan dan Apresiasi

    Tidak ada gambar “salah”
    Hargai semua hasil karya anak
    Hindari kritik negatif

    6. Gunakan Media yang Variatif
    Crayon, cat, pasir, papan tulis
    Media berbeda → ide berbeda

    7. Sesuaikan dengan Tahap Perkembangan Anak

    Anak usia dini memang:

    Mulai dari coretan
    Lalu bentuk sederhana
    Jangan memaksa hasil “bagus”

    8. Ciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan

    Tidak menekan
    Tidak membandingkan
    Memberi ruang eksplorasi

    📌 Kesimpulan

    Materi pada link tersebut sudah sangat baik dalam menggambarkan:

    1.Masalah nyata di kelas
    2.Penyebab utama (imitasi)
    3.Solusi yang efektif (observasi langsung dan kebebasan)

    Namun, perlu penyempurnaan pada:

    1.Tidak memberi contoh di awal
    2.Menyesuaikan dengan tahap 3.perkembangan anak
    4.Memperkaya metode stimulasi imajinasi

    👉 Intinya:
    Imajinasi anak tidak muncul karena dipaksa, tetapi tumbuh karena pengalaman, kebebasan, dan stimulasi yang tepat.

  2. Nama : Tasya Camelia
    Nim : 858196395

    Dari video yang saya tonton terlihat bahwa guru berusaha untuk mengajarkan anak – anak bagaimana cara berimajinasi dalam menggambar, terlihat bahwa guru membawa anak – anak ke luar kelas untuk mengamati beberapa benda seperti daun. Anak dapat mengembangkan kreativitas maupun imajinasi dengan melihat langsung objek yang akan di gambar. Melalui pendekatan anak lebih merasa bebas dan tanpa tekanan dalam belajar. Menurut saya pendekatan tersebut sudah sangat bagus untuk mengatasi anak yang sulit berimajinasi saat menggambar.

    Terimaksih

Tuliskan komentar anda disini