4 Comments

Sinopsis

lustrasi dalam video ini menyajikan  gambaran salah satu cara mengembangkan motorik kasar dan bahasa anak TK melalui  kegiatan tebak pantomim, yang merupakan salah satu alternative kegiatan untuk mengembangkan kemampuan motorik anak, dalam menstimulasi kemampuan anak bergerak, kelenturan, keseimbangan dan perkembangan gerakan lainnya. Selain itu, kegiatan tebak pantomime ini juga melatih perkembangan bahasa anak, yaitu kemampuan menyimak, mengekspresikan diri dan mengenal kosa kata agar lebih baik lagi.

Agus Tatang

Tujuan tayangan video sudah sesuai, yaitu sebagai alat bantu guru dalam mengembangkan kemampuan motorik Anak Usia Dini.

Pada waktu pembukaan guru kurang memperhatikan kesiapan belajar siswa sehingga masih ada siswa yang kurang memperhatikan pada materi yang akan dijadikan topik pembelajaran, dan pada waktu  mengisi pembelajaran guru tidak berusaha melibatkan seluruh siswa sehingga ada siswa yang masih belum aktif. Begitupun pada waktu mengevaluasi hasil pembelajaran, guru belum melibatkan semua siswa sehingga ketuntasan pembelajaran secara umm belum nampak.

Penggunaan pendekatan, strategi metode, media dan evaluasi sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Materi yang disajikan sudah sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

Materi yang disajikan sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Secara umum video pembelajaran ini sudah sesuai dengan fungsinya sebagai alat bantu pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini, dan guna mengatasi siswa yang acuh tak acuh terhadap materi yang disajikan guru. Namun  masih ada siswa yang belum terlibat secara aktif karena guru tidak menghampiri semua siswa, terutama siswa yang belum berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran.

Chofnia Saidah

Secara umum tayangan video tersebut sudah cukup bagus dan banyak manfaatnya bagi pengunjung.

Penggunaan strategi, metode dan evaluasi pembelajaran cukup terlihat. Guru menggunakan strategi bermain, tebak-tebakan, disertai media gambar-gambar yang mendukung, yang membuat anak merasa senang dan tertarik untuk melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan motorik kasarnya, dimana hal tersebut sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, dimana pembelajaran dilakukan dengan nuansa bermain. Untuk evaluasi pembelajaran, sebelum anak-anak mencuci tangan atau pulang, anak dapat melakukan gerakan-gerakan sesuai gambar menuju keluar kelas.

Pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku, dimana anak diperlihatkan sesuatu, anak menebak, dan memperagakan sendiri gerakan-gerakan tersebut. Guru hanya sebagai fasilitator.

Harimurti

4 Replies to “Tebak Pantomim

  1. Nama : masrifah
    NIM : 860192884
    SEMESTER 4
    Saya suka dengan video ini karena pembelajarannya sederhana tetapi bermanfaat. Anak-anak terlihat senang dan aktif. Permainan tebak pantomim bisa melatih percaya diri dan membuat suasana kelas lebih seru.

  2. Nama : Irmayanti
    NIM : 860025999

    Kegiatan ini secara langsung menstimulasi motorik kasar anak. Saat memperagakan pantomim, anak menggunakan seluruh tubuh untuk bergerak, seperti berjalan seperti bebek, terbang seperti burung, atau mengemudi seperti sopir. Gerakan ini melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, kelenturan, dan kontrol otot. Selain itu, anak yang menebak juga bergerak, misalnya mengacungkan tangan atau maju ke depan. Kegiatan fisik yang menyenangkan ini penting karena anak usia dini memiliki energi besar dan belajar paling baik lewat gerakan.

    Pantomim yang tanpa suara justru memaksa anak untuk “berbicara”. Anak yang memperagakan harus memikirkan gerakan yang jelas agar bisa dimengerti. Sementara anak yang menebak harus menyusun kata dan kalimat untuk menjawab, misalnya “Itu kucing! Kucingnya sedang makan ikan.”

    Di sini terjadi beberapa stimulasi bahasa:
    – Kosakata dimana Anak mengenal dan menggunakan kata baru seperti “menyelam”, “menjahit”, “terbang”.
    – Kemampuan berbicara yakni Anak berlatih menyusun kalimat sederhana untuk menjelaskan jawabannya.
    – Kemampuan mendengar ketika Anak belajar mendengarkan teman lain saat menebak agar tidak memotong atau mengulang jawaban yang sama.

    Selain motorik dan bahasa, kegiatan ini juga melatih:
    – Kognitif yakni Anak berpikir dan menghubungkan gerakan dengan konsep yang sudah dikenalnya.
    – Sosial-Emosional dimana Anak belajar bergiliran, menghargai teman yang sedang tampil, dan tidak menertawakan jika jawaban teman salah.
    – Kreativitas karena Anak bebas mengekspresikan gerakan sesuai imajinasinya.

    Saya menyadari bahwa kegiatan sederhana tanpa alat mahal pun bisa sangat bermakna jika sesuai dengan karakteristik anak. Anak jadi lebih aktif, percaya diri, dan berani berbicara di depan teman.

    Tantangannya adalah memastikan semua anak mendapat giliran dan tidak ada yang merasa malu. Solusinya, guru bisa mulai dengan contoh dulu, lalu memberi pujian pada setiap anak yang berani maju, berapa pun hasilnya.

  3. Nama : Dwi Lestari
    NIM : 858011891
    UPBJJ : UT YOGYAKARTA

    Dari video tebak pantomim menjadi salah satu inspirasi kegiatan pengembangan aspek motorik dan juga aspek bahasa seperti yang dijelaskan dalam video tersebut. Video dapat membantu para pendidik untuk menjadikan kegiatan modtorik dan bahasa di kelas menjdai lebih seru dan berkesan. Dari video tersebut kita juga dapat berkreativitas mengembangkan atau memodifikasi permainan tersebut, semisal kita buat menjadi sebuah game, satu kelas kita buat 2-4 kelompok satu kelompok 3-5 anak tergantung jumlah siswa tiap kelas. Kemudian setiap kelompok diberikan 5-10 soal/ gambar, kemudian satu anak berperan sebagai pantomim kemudian yang lainnya sebagai penjawab. nanti pantomim akan memeragakan gerakan sesuai gambar kemudian anak lain menjawab dan setelah berhasil menjawab anak tersebut berlari mengambil kartu gambar yang sama dengan jawabann tadi, kemudian kartu gambar tersebut dikumpulkan di dalam sebuah wadah, kelompok yang paling banyak mengumpulkan kartu gambar berarti kelompok tersebut yang paling banyak mengumpulkan kartu gambar, merekalah yang memenangkan game. Jadi media yag perlu disiapkan adalah kartu gambar besar yang dibaca oleh pantomim serta kartu gambar yang kecil yang akan dikumpulkan oleh setiap peserta yang telah menjawab dengan benar, game ini akan lebih menarik lagi jika ditentukan waktu dalam menjawab.

    Dari permainan modifikasi ini kita akan dapat mengembangkan aspek kemampuan anak lagi selain bahasa dan motorik. Aapek lain yang dapat dikembangkan adalah aspek kognitif dimana dengan kegiatan permainan modifikasi ini anak dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis dalam menghubungkan gerakan atau seperti isyarat agar dapat menjawab. Selain itu aspek sosial emosional juga akan terstimulus dan berkembang dengan kita belajar sabar menunggu giliran atau antrian bermain, kerjasama kelompok, serta belajar mengatur emosi atau perasaan saat anak menang atau kalah dalam permainan tersebut.

    Demikian pendapat yang dapat saya sampaikan, dan terimakasih dari video tersebut menambah pengalaman dan menambah isnpirasai serta menjadi referensi para pendidik anak di lembaga PAUD, khususnya saya pribadi.

  4. Nama: Caroline Graciela Maristya Lina
    NIM: 859045411
    UT UPBJJ: Denpasar

    Salam..
    Kegiatan ini sudah mencerminkan prinsip pembelajaran pada PAUD yaitu belajar sambil bermain. Permainan ini mampu mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak, yang terlihat seperti motorik (melalui gerakan), bahasa (menyimak dan berbicara), kognitif (berpikir dan menebak), serta sosial-emosional (percaya diri dan bekerja sama). Terlihat juga Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing jalannya kegiatan. Saya melihat suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan menggunakan media sederhana. Namun, masih terdapat kekurangan seperti belum meratanya partisipasi semua anak, sehingga perlu pengelolaan kelas yang lebih baik agar semua anak dapat berperan atau terlibat aktif.

    Terima kasih

Komentar