Sinopsis
Di salah satu kelas yaitu kelas VII tampak seorang guru berdiri di depan kelas. Guru tersebut mengajar mata pelajaran PKN dengan topik “Ayo Belajar Dari Tokoh Idola”. Guru tersebut kelihatan antusias dalam mengajar. Akan tetapi begitu guru tersebut menanyakan tentang materi, tampak siswa sulit untuk menjawab. Melihat hal tersebut, guru mulai menayangkan tokoh-tokoh yang di mungkin dikenal oleh siswa seperti Bung Karno, Bung Hatta dan JK Rowling. Siswa sangat antusias dalam menyimak gambar tokoh idola yang ditayangkan oleh guru. Setelah gambar ditayangkan, guru bertanya kepada siswa, gambar siapa ini dan karakter apa yang dimiliki oleh tokoh tersebut. Mereka selalu bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Setelah itu guru ganti bertanya kepada siswa mengenai tokoh yang diidolakan mereka dan alasan apa mereka mengidolakan tokoh tersebut?. Ada siswa yang mengidolakan Ayahnya, ada yang mengidolakan Hadad Alwi, dan ada pula yang mengidolakan Justin Beiber. Setelah itu guru menuliskan nama-nama tokoh yang diidolakan siswanya tersebut di papan tulis. Selesai menulis di papan tulis, guru kemudian menyimpulkan bahwa untuk menjadi orang yang berhasil, harus memiliki karakter yang baik.
Pertanyaan pemicu diskusi :
-
Sudah sesuaikah tugas yang diberikan guru tersebut dengan materi yang sedang dibahas?
-
Jika Saudara sebagai Guru, tugas apakah yang paling sesuai dengan materi tersebut? Dan bagaimanakah cara penilaiannya?
Ary Purwantiningsih
Tampilan Video cukup menarik karena topik cara mengatasi pembelajaran PKn untuk mengemukakan pendapat melalui pendekatan pengungkapan tokoh dan gurupun menutup pembelajaran dengan menarik, kesimpulan karakter yang di tokohkan tersebut dari pendapat siswa, namun pembelajaran tersebut tidak sesuai apa yang dinarasikan oleh presenter (dalam tayangan yang belajar adalah siswa SMP, sementara oleh presenter di sebutkan materi tersebut diperuntukkan untuk siswa SMA Kelas 1)
Pemilihan akar masalah cukup tepat karena topiknya adalah tokoh yang di idolakan! Dengan topik tersebut siswa paling tidak masing-masing memiliki contoh orang yang menjadi pilihan untuk di idiolakan hal inilah yang akhirnya dapat memotivasi siswa untuk berani mengemukakan pendapatnya. Disamping model pembelajaran nilai tersebut sangat cocok untuk contoh keteladanan lewat tokoh-tokoh atau orang yang diidiolakan serta karakter yang dimilikinya.
Penggunaan media cukup simpel gambar tokoh atau contoh orang sekitar yang di idiolakan oleh siswa, namun tayangan video sangat simpel atau terlalu pendek durasinya.
Kesan umum dan usulan perbaikan: Video cukup menarik dan bagus untuk contoh pembelajaran nilai, melalui siswa mengungkapkan tokoh-tokoh atau orang sekitar yang di idiolakan, hal ini sesuai dengan karakter atau ciri khas pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan, hanya saja untuk durasi terlalu singkat. Sajian video diperuntukan untuk SMA Kelas 1, namun proses pembelajaran dalam tayangan adalah siswa SMP.
Pemilihan dan penentuan media Pembelajaran tersebut penting dalam rangka upaya pembentukkan karaktar sesuai dengan tuntutan tujuan pendidikan nasional dan relevan dengan tujuan pemerintah untuk mewujudkan karakter bangsa yang mandiri dan bermartabat.
Contoh pembelajaran nilai melalui tokoh-tokoh dan orang-orang yang diidiolakan perlu disempurnakan dan dapat dijadikan sebagai model pembelajaran melalui pendekatan nilai.
Drs. Sriyono, M.Hum.
2 Replies to “Ayo Belajar dari Tokoh Idola”
Komentar Cancel reply
Anda harus login untuk memberikan komentar.
Nama : Putri Andini Marizki
Nim : 856100527
Prodi : S1 PGSD Semester 6 UPBJJ BATAM
Tayangan video pembelajaran terlihat cukup menarik karena mengangkat topik tentang cara mengatasi pembelajaran PKn dalam mengemukakan pendapat melalui pendekatan pengungkapan tokoh. Guru juga menutup pembelajaran dengan baik, yaitu dengan menarik kesimpulan mengenai karakter tokoh berdasarkan pendapat siswa.Media yang digunakan tergolong sederhana, seperti gambar tokoh atau orang di sekitar siswa yang diidolakan. Namun, durasi video yang terlalu singkat membuat penyampaian materi terasa kurang maksimal.
Kelebihan:
– Topik pembelajaran menarik karena menggunakan pendekatan tokoh idola.
• Mampu memotivasi siswa untuk berani mengemukakan pendapat.
• Penutup pembelajaran dilakukan dengan baik melalui kesimpulan dari pendapat siswa.
• Model pembelajaran nilai cocok untuk menanamkan karakter dan keteladanan.
• Media sederhana dan mudah diterapkan (gambar tokoh atau lingkungan sekitar).
• Relevan dengan tujuan pendidikan nasional dalam pembentukan karakter.
Kekurangan:
• Terdapat ketidaksesuaian antara narasi presenter dan isi video (SMP vs SMA).
• Durasi video terlalu singkat sehingga pembelajaran kurang mendalam.
• Penyajian video masih terlalu sederhana sehingga kurang maksimal.
• Perlu penyempurnaan agar dapat menjadi model pembelajaran yang lebih optimal.
Solusi dan saran
Sesuaikan isi video dengan penjelasan presenter, tambahkan durasi agar pembelajaran lebih jelas, dan gunakan media yang lebih bervariasi supaya siswa semakin tertarik.
Pilih tokoh yang dekat dengan kehidupan siswa, tampilkan alur pembelajaran secara lengkap, dan buat kegiatan yang lebih interaktif agar siswa lebih aktif dalam menyampaikan pendapat.
Video yang sangat menginspirasi! Pemilihan tokoh idola sebagai media pembelajaran sangat efektif untuk membangun karakter mahasiswa. Melalui video ini, kita diajak tidak hanya sekadar mengagumi kesuksesan tokoh tersebut, tetapi juga membedah etos kerja dan kegigihannya yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tugas yang sangat kreatif dan edukatif!