3 Comments

Sinopsis

Video ini berisi tentang bagaimana guru mengatur siswa agar suasana belajar menjadi kondusif. Proses pembelajaran dikatakan kondusif jika seorang guru dapat menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta mengembalikan kondusif jika terjadi gangguan. Selanjutnya….

Pada saat belajar secara kelompok, anak dapat mendalami materi  dan menjelaskan materi secara detail. Dengan menerapkan metode  bermain peran tentang materi “Persiapan Kemerdekaan Indonesia”, siswa dapat mengambil hikmahnya serta berani mengemukakan pendapat dalam kegiatan diskusi.

Apakah Anda pernah mengalami masalah seperti ini? Bagaimana cara Anda mengatasinya? Ayoo berbagi dengan guru-guru lain dengan cara menuliskan pengalaman atau komentar Anda mengenai masalah tersebut.!

Dra. Siti Rohmi Yuliati, M.Pd.

3 Replies to “Menciptakan Suasana Kelas Kondusif

  1. Nama : Nina Triana
    NIM : 860718099

    Video “Menciptakan Suasana Kelas Kondusif” menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola kelas dan menjaga kondisi belajar tetap optimal. Dalam video tersebut, guru sudah berupaya menciptakan suasana belajar yang kondusif melalui kegiatan kelompok dan diskusi, sehingga siswa dapat saling bertukar pendapat serta lebih memahami materi. Metode seperti bermain peran juga membantu siswa lebih aktif dan berani mengemukakan ide.

    Namun, pembelajaran masih memiliki beberapa kekurangan, seperti kurangnya variasi metode, minimnya penggunaan media pembelajaran, serta belum optimalnya kegiatan pembuka seperti apersepsi dan motivasi. Selain itu, masih terlihat beberapa siswa kurang fokus sehingga suasana kelas belum sepenuhnya kondusif.

    Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, guru sebaiknya menggunakan metode yang lebih bervariasi dan interaktif, memberikan pengarahan yang jelas, serta menambahkan kegiatan pembuka dan penutup yang dapat membangun semangat belajar siswa. Dengan demikian, suasana kelas tidak hanya kondusif, tetapi juga aktif, menyenangkan, dan bermakna.

  2. Assalamualaikum WR.WB.
    Yth. Ibu Sayyidah Annisa, S.Pd., M.Pd., selaku tutor mata kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar dan mahasiswa-mahasiswi Universitas Terbuka.
    Perkenalkan nama saya Yovintha Permata Ayu dengan NIM 858953952, mohon ijin untuk menyampaikan analisis kelebihan dan kelemahan video tersebut.

    Video berjudul “Menciptakan Suasana Kelas Kondusif” bertujuan menunjukkan bagaimana guru mengelola pembelajaran agar tercipta kondisi belajar yang optimal. Sinopsis menjelaskan bahwa kelas kondusif terjadi ketika guru mampu menciptakan, memelihara, serta mengembalikan suasana belajar saat ada gangguan.

    1. Kelebihan Video
    Berdasarkan isi video dan sinopsis, terdapat beberapa kelebihan:
    a. Memberikan contoh konkret praktik baik
    Video menampilkan visualisasi nyata kelas yang kondusif. Siswa terlihat aktif berdiskusi kelompok, mendalami materi, dan berani mengemukakan pendapat. Ini membantu penonton—terutama calon guru—melihat gambaran ideal seperti apa kelas yang kondusif itu.
    b. Menekankan peran guru sebagai fasilitator
    Dari sinopsis, tersirat bahwa guru tidak dominan ceramah. Guru mengatur siswa, memelihara kondisi belajar, dan mengembalikan fokus saat ada gangguan. Artinya, video mendukung paradigma guru sebagai pengelola lingkungan belajar, bukan satu-satunya sumber ilmu.

    2. Kelemahan Video
    Di sisi lain, terdapat kesenjangan antara ekspektasi dari judul dengan isi video:
    a. Judul kurang selaras dengan konten
    Judul “Menciptakan Suasana Kelas Kondusif” menimbulkan ekspektasi bahwa video akan berisi langkah, kiat, atau strategi yang bisa direplikasi. Faktanya, video lebih bersifat “dokumentasi kondisi kelas yang kondusif”. Penonton melihat kelas sudah kondusif, tapi tidak diberi tahu: guru telah melakukan apa saja sejak awal untuk menciptakan kelas yang kondusif tersebut? Strategi apa saat siswa mulai gaduh?
    b. Video terlalu lampau
    Video terlalu lampau dan kurang beresolusi tinggi. Padahal di era sekarang, banyak video mengenai pembelajaran yang menarik dan modern.

    Agar lebih bermakna, video seharusnya dilengkapi kiat-kiat guru: buat kesepakatan kelas, sistem penghargaan, atau teknik mengembalikan fokus.

    Demikian hasil analisis saya yang didapat setelah menonton video tersebut. Saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan, kekurangan, ketidaksesuaian dalam penulisan maupun isi. Saya akan menerima dan mewawas diri atas segala masukan maupun teguran yang tersampaikan. Saya mengucapkan terimakasih. Semoga kita semua senantiasa diberi kemudahan dan kelancaran oleh Tuhan dalam mengerjakan hal apapun, wassalam.

  3. Assalammualaikum bpk ibu
    Nama : Siti Alawiyah
    Nim : 856100899

    Video ini berisi tentang bagaimana seorang guru mengatur siswa agar suasana belajar menjadi kondusif. Proses pembelajaran dikatakan kondusif apabila guru mampu menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, serta mampu mengembalikan kondisi tersebut ketika terjadi gangguan di dalam kelas. Hal ini menunjukkan pentingnya keterampilan guru dalam mengelola kelas secara efektif.
    Selanjutnya, dalam kegiatan belajar kelompok, siswa dapat lebih mendalami materi dan menjelaskannya secara rinci kepada teman-temannya. Dengan menerapkan metode bermain peran pada materi “Persiapan Kemerdekaan Indonesia”, siswa tidak hanya memahami isi pelajaran, tetapi juga dapat mengambil nilai-nilai penting dari peristiwa tersebut. Metode ini juga mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam mengemukakan pendapat selama diskusi berlangsung.
    1. Kelebihan:
    – Guru mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan terkontrol.
    – Menggunakan metode pembelajaran yang variatif, seperti diskusi kelompok dan bermain peran.
    – Mendorong keaktifan siswa dalam belajar, baik melalui eksplorasi maupun diskusi.
    – Melatih keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat.
    – Membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam melalui praktik langsung (bermain peran).
    – Guru memberikan penguatan (apresiasi) sehingga meningkatkan motivasi belajar siswa.

    2. Kelemahan:
    – Tidak semua siswa mungkin aktif dalam kegiatan kelompok (ada yang cenderung pasif).
    – Metode bermain peran membutuhkan waktu lebih lama dibanding metode ceramah.
    – Jika tidak dikelola dengan baik, diskusi kelompok bisa menjadi tidak kondusif.
    – Fokus pembelajaran bisa terpecah jika siswa terlalu asyik bermain peran tanpa arahan yang jelas.
    – Membutuhkan persiapan yang lebih matang dari guru (skenario, pembagian peran, dll).

Leave a Reply