0 Comments

Sinopsis

Program ini membahas bagaimana seorang guru mengajarkan konsep perkalian dengan alat peraga berupa gambar buah-buahan dan bola-bola plastik. Dengan alat peraga bola-bola ini guru memperagakan jual beli yang merupakan kejadian sehari-hari sehingga anak-anak lebih mudah memahami konsep perkalian.

Video ini menayangkan upaya guru untuk mempermudah siswa dikelas untuk menyelesaikan soal cerita dengan alat bantu media alat peraga karton bergambar. Model pembelajaran menggunakan pemecahan masalah  yang berkaitan dengan penerapan konsep perkalian dalam kehidupan nyata sehari-hari. Pendekatan pembelajaran melalui  pembagian kelompok. Persiapan oleh guru terlihat dari penyediaan alat peraga bagi guru dan tiap siswa sehingga dimungkinkan tiap siswa diberikan tanggung jawab yang maksimal dalam membentuk maupun menjalankan proses belajar secara langsung. Ide menggunakan alat peraga untuk menyelesaikan soal cerita disesuaikan dengan perkembangan intelektual anak di SD kelas rendah yang sebagian besar masih memerlukan pendekatan melalui benda konkrit atau semi konkrit untuk dapat memahami cerita yang akan disampaikan oleh guru. Pada pembelajaran ini guru memanfaatkan alat peraga semi konkrit berupa gambar di karton, karena objek yang digunakan adalah binatang ayam dan telur yang langsung dapat dimengerti oleh siswa. Langkah persiapan yang telah dilakukan dengan membagikan alat peraga kesemua siswa dapat lebih dimaksimalkan dengan mengamati secara siswa secara individual dalam menyelesaikan soal cerita dengan berkeliling, sehingga ketika siswa menghadapi kesulitan atau kesalahan dapat segera dibantu secara cepat. Guru dapat menentukan  pula cara siswa mengkomunikasikan atau mengabstraksikan hasil perkalian yang diperoleh baik dalam kelompok maupun di depan kelas disesuaikan dengan capaian pembelajaran Kelas I SD dalam Tema 7  “ Benda, Hewan, dan Tanaman di sekitarku” pada subtema 2 “Hewan di Sekitarku” kurikulum 3013.

Dr. Ir. Suroyo, M.Sc.

Cara membukanya kurang menarik perhatian siswa, guru terlalu langsung membuka, tanpa ada persepsi yang baik, seperti bercerita atau bertanya berkaitan kehidupan sehari-hari yang sesuai materi. Mengisi pembelajaran cukup baik. Cara menutup kurang maksimal seharusnya siswa diberi penguatan mengapa harus bisa perkalian dan apa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, Penggunaan strategi, pendekatan, metode, media atau evaluasi pembelajaran cukup baik.

Satrio Setiawan, S.Pd.

One Reply to “Membelajarkan Konsep Perkalian Pada Soal Cerita

  1. Nama : Nina Triana
    NIM : 860718099

    Video ini menunjukkan upaya guru dalam mengajarkan konsep perkalian melalui soal cerita dengan menggunakan alat peraga seperti gambar buah dan bola plastik serta simulasi jual beli. Pendekatan ini sangat baik karena mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa lebih mudah memahami bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang dalam konteks nyata

    Selain itu, pembelajaran dilakukan secara berkelompok sehingga siswa dapat bekerja sama dan lebih aktif dalam proses belajar. Penggunaan media konkret juga membantu siswa usia sekolah dasar yang masih membutuhkan pembelajaran berbasis benda nyata.

    Kelebihan
    -Menggunakan alat peraga konkret (buah dan bola plastik)
    -Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari (jual beli)
    -Menerapkan pembelajaran kelompok (kooperatif)
    -Siswa menjadi lebih aktif dan mudah memahami konsep
    -Pendekatan berbasis pemecahan masalah (soal cerita)

    Kekurangan
    -Tidak ada kegiatan pembuka (apersepsi, salam, motivasi)
    -Tujuan pembelajaran tidak disampaikan dengan jelas
    -Penutup pembelajaran kurang maksimal (tidak ada kesimpulan/penguatan)
    -Penjelasan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang belum mendalam
    Contoh soal masih terbatas dan kurang bervariasi

    Saran
    -Memulai pembelajaran dengan apersepsi atau pertanyaan pemantik
    -Menjelaskan konsep dasar secara lebih jelas sebelum praktik
    -Memberikan lebih banyak variasi soal cerita
    -Menambahkan refleksi dan kesimpulan di akhir pembelajaran
    -Guru perlu lebih aktif membimbing setiap siswa secara individual

    Kesimpulan

    Secara keseluruhan, video ini sudah baik karena menggunakan pendekatan konkret dan kontekstual yang membuat siswa lebih mudah memahami perkalian. Namun, pembelajaran akan lebih efektif jika dilengkapi dengan kegiatan pembuka, penutup, serta penguatan konsep yang lebih mendalam.

Leave a Reply