2 Comments

Sinopsis

Lingkungan hidup yang kita nikmati saat ini adalah suatu anugerah ciptaan tuhan Yang Maha Esa. Lingkungan hidup sebagai tempat hidup dan berinteraksnya manusia dengan mahluk hidup lain dipermukaan bumi diatas lingkungan hidup ini. Lingkungan hidup memiliki dua komponen, yaitu biotik dan abiotik. Kedua kompenen ini tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Sayangnya, dalam interaksi antara manusia dengan dua kompenen lingkungan hidup ini, seringkali menimbulkan efek yang kurang baik. Misalnya saja ulah perbuatan manusia yang tidak bertanggungjawab menimbulkan kerusakan lingkungan abiotik bahkan tidak jarang membuat komponen biotik menjadi mati.

Tentunya hal ini dapat dicegah sebelum semakin banyak kerusakan di muka bumi. Salah satu caranya adalah dengan mengedukasi sejak dini kepada siswa siswi, agar mereka memiliki bekal kecakapan hidup dan rasa peka terhadap lingkungan hidup.

Dalam video ini ditampilkan langkah kecil yang dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup dalam model pembelajaran Project Based Learning dengan materi Lingkungan biotik dan abiotik serta cara menjaga keseimbangan ekosistem. Siswa akan berdialog tentang kerusakan lingkungan dan mereka akan membuat projek sebagai salah satu cara mencegahnya, dengan menggunakan botol bekas.

PERTANYAAN PEMACU DISKUSI

Bagaimana pendapat Anda mengenai Video Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) ini?
Hal penting apa yang Anda peroleh dari video pembelajaran ini?
Apakah tayangan video ini sesuai dengan kebutuhan Anda dalam mengajar atau merancang pembelajaran?
Apa saja hal yang sudah sangat baik dalam video ini?

2 Replies to “Implementasi Metode Among “Ki Hajar Dewantara” dalam Pembelajaran Matematika

  1. Nama : Nina Triana
    NIM : 860718099

    1. Bagaimana pendapat Anda mengenai Video Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) ini?

    Menurut saya, video ini sangat baik karena menunjukkan penerapan Project Based Learning (PjBL) yang membuat siswa lebih aktif, kreatif, dan terlibat langsung dalam pembelajaran. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga belajar melalui pengalaman nyata dengan membuat proyek, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.

    2. Hal penting apa yang Anda peroleh dari video pembelajaran ini?
    Hal penting yang saya peroleh adalah bahwa pembelajaran akan lebih efektif jika:
    Berpusat pada siswa (student-centered)
    Menggunakan kegiatan proyek yang nyata
    Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari
    Guru berperan sebagai fasilitator, bukan hanya pemberi materi

    3. Apakah tayangan video ini sesuai dengan kebutuhan Anda dalam mengajar atau merancang pembelajaran?
    Ya, video ini sangat sesuai karena memberikan gambaran nyata bagaimana merancang pembelajaran yang aktif dan inovatif. Model PjBL dapat diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa serta membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam melalui praktik langsung.

    4. Apa saja hal yang sudah sangat baik dalam video ini?
    Pembelajaran berpusat pada siswa
    Siswa aktif dan kreatif dalam membuat proyek
    Guru berperan sebagai pembimbing/fasilitator
    Mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata
    Suasana belajar menyenangkan dan interaktif

  2. Nama : Teguh Muhammad Rizki
    NIM : 860720823

    1. Menurut saya, video Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) “Implementasi Metode Among “Ki Hajar Dewantara” dalam Pembelajaran Matematika” diatas bahwa siswa ikut berperan aktif menjawab pertanyaan dari gurunya. Sehingga siswa lebih kreatif, inovatif dan berani dalam menyampaikan pendapatnya. Video di atas sudah melakukan model pembelajaran Project Based Learning.
    2. Hal penting yang dapat diperoleh dari video pembelajaran ini bahwa guru sebagai fasilitator, kemudian berpusat pada siswa sehingga guru dapat berinteraksi dengan siswa. Materi yang di sampaikan sesuai dengan kegiatan sehari-hari. Dengan adanya pembelajaran yang menarik seperti ini membuat siswa berperan aktif mengikuti pelajaran.
    3. Ya, video ini sesuai dengan kebutuhan dalam mengajar atau merancang pembelajaran yang membuat siswa lebih aktif bertaya dan menjawab pertanyaan dari guru nya.
    4. Materi yang di sampaikan menarik sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan interaktif, pembelajaran yang berpusat pada siswa agar menjadi aktif dan inovatif, guru hanya sebagai pembimbing tidak hanya pemberi materi saja, mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari

Leave a Reply