3 Comments

Sinopsis

Pada program ini digambarkan upaya seorang guru yang mengajar namun tidak memperhatikan apakah siswa memperhatikan atau tidak. Solusi yang disampaikan dalam tayangan ini adalah upaya guru mengajak siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Caranya adalah dengan mengajak siswa mengeksplorasi suatu objek/benda dengan membilangan/operasi berhitung dasar, kemudian membagi kelas menjadi beberapa kelompok siswa, meminta masing-masing kelompok untuk mengamati objek yang diminati dan guru memberikan bimbingan mereka agar bisa membagi informasi dengan kelompok lain.

Rusdianto

Dalam tampilan video sesi awal  materi pembelajarannya adalah penjumlahan dan pengurangan suatu bilangan. Tujuan pembelajarannya adalah agar siswa dapat menjumlah dan mengurangkan suatu bilangan. Dalam mengawali pembelajaran guru kurang menggunakan prinsip apersepsi, padahal ini sangan penting dalam pembelajaran matematika. Seperti kita lihat waktu guru masuk kelas suasana masih gaduh karena mungkin ada waktu jeda pergantian mata pelajaran tertentu. Pentingnya apersepsi ini yang penting adalah untuk menyiapkan mental siswa untuk masuk ke mata pelajaran matematika, dan untuk menghubungkan materi pembelajaran yang lalu dengan mata pelajaran sekarang. Dalam tampilan tersebut guru hanya menggunakan metode ceramah, sehingga mengakibatkan siswa kelihatan tidak berminat terhadap pembelajaran, mengantuk, tidak semangat dan acuh tak acuh terhadap pembelajaran guru. Dalam sesi perbaikan materi pembelajarannya adalah mengukur, terlihat guru sudah membangun interaksi dengan siswa, tanya jawab, pemberian tugas, anak mencoba mengukur bidang yang ada di sekitar. Hanya kekurangannya adalah cara mengukur setelah menggunakan jaritangan, sebaiknya dilanjutkan dengan ukuran yang standar, misalnya menggunakan penggaris atau meteran.

Komentar secara Umum: Dalam tampilan video sesi lanjut terlihat bahwa suasana belajar ai dalam kelas tampak hidup siswa semangat mengikuti pembelajaran.

Drs. Badjuri, M.Pd.

  1. Masih tetap teacher center dan sudah mulai menggunakan kegiatan aplikatif yang berkaitan dengan tema materi.
  2. Sudah cukup sesuai untuk peserta didik.
  3. Sesuai dengan kurikulum.

Andika Dhanesywara

3 Replies to “Membangun Suasana Aktif, Interaktif dan Menyenangkan

  1. Nama : Nina Triana
    NIM : 860718099

    Video “Membangun Suasana Aktif, Interaktif, dan Menyenangkan” menunjukkan bahwa suasana kelas sangat dipengaruhi oleh metode yang digunakan guru. Pada awal pembelajaran, terlihat siswa tidak fokus, mengantuk, dan kurang bersemangat karena guru menggunakan metode ceramah tanpa melibatkan siswa secara aktif . Selain itu, guru juga belum melakukan apersepsi sehingga siswa belum siap secara mental untuk mengikuti pembelajaran .

    Namun, setelah guru memperbaiki strategi dengan membagi siswa ke dalam kelompok dan memberikan kegiatan eksplorasi seperti mengukur benda di sekitar kelas, suasana belajar menjadi lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan. Siswa terlihat lebih antusias karena mereka terlibat langsung dalam proses pembelajaran .

    Kelebihan
    -Guru mampu menyadari masalah dan memperbaiki cara mengajar
    -Menggunakan metode diskusi kelompok dan praktik langsung
    -Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran
    -Suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan

    Kekurangan
    -Tidak ada kegiatan awal (apersepsi, motivasi, salam)
    -Pembelajaran awal masih teacher-centered (berpusat pada guru)
    -Guru kurang menggunakan variasi metode di awal
    -Interaksi awal dengan siswa masih kurang

    Saran
    -Memulai pembelajaran dengan ice breaking atau apersepsi
    -Menggunakan metode yang bervariasi sejak awal
    -Lebih menekankan pembelajaran student-centered
    -Memberikan penguatan dan motivasi kepada siswa

    Kesimpulan

    Video ini menegaskan bahwa pembelajaran akan lebih efektif jika guru mampu menciptakan suasana yang aktif, interaktif, dan menyenangkan melalui keterlibatan langsung siswa. Metode yang tepat dapat meningkatkan motivasi, partisipasi, dan pemahaman siswa dalam belajar.

  2. Assalammualaikum wr.wb
    Izin menganalisi kekurangan dan kelebihan dari video tersebut
    Saya Farenza Febyola dengan NIM 858953225

    Pada Video Membangun Suasana Aktif, Interaktif, dan Menyenangkan, menurut saya menunjukkan dengan cukup jelas bagaimana cara mengajar guru sangat berpengaruh terhadap suasana kelas. Di bagian awal, kondisi kelas terlihat kurang kondusif karena pembelajaran masih berlangsung satu arah. Siswa tampak kurang tertarik, ada yang tidak fokus, bahkan terlihat lelah mengikuti penjelasan guru. Hal ini bisa dipahami karena guru langsung masuk ke materi tanpa mengaitkan dengan pengalaman siswa atau memberikan pengantar yang membuat mereka siap belajar.

    Situasi mulai berubah ketika guru mencoba pendekatan yang berbeda. Siswa dibagi ke dalam kelompok dan diberi kesempatan untuk melakukan aktivitas langsung, seperti mengamati dan mengukur benda di sekitar kelas. Dari sini terlihat perbedaan yang cukup signifikan, suasana menjadi lebih hidup, siswa mulai aktif berdiskusi, saling bekerja sama, dan terlihat lebih bersemangat. Ini menunjukkan bahwa ketika siswa dilibatkan secara langsung, mereka cenderung lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses belajarnya.

    Kelebihan dari pembelajaran dalam video ini adalah adanya refleksi dari guru yang mau memperbaiki cara mengajarnya di tengah proses. Selain itu, penggunaan kegiatan kelompok dan praktik langsung membuat siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengalami sendiri proses belajar. Interaksi antar siswa juga mulai terbangun, yang tentu berdampak positif pada suasana kelas secara keseluruhan.

    Namun demikian, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Bagian awal pembelajaran terasa kurang kuat karena tidak ada kegiatan pembuka yang dapat menarik perhatian siswa. Guru juga belum membangun komunikasi awal yang hangat, sehingga kedekatan dengan siswa belum terlihat. Selain itu, perubahan metode baru terjadi di tengah pembelajaran, padahal akan lebih baik jika sejak awal sudah dirancang lebih variatif.

    Sebagai perbaikan, guru dapat memulai pembelajaran dengan cara yang lebih menarik, misalnya dengan pertanyaan pemantik, cerita singkat, atau aktivitas ringan agar siswa lebih siap secara mental. Metode pembelajaran yang melibatkan siswa sebaiknya sudah dirancang sejak awal, bukan hanya sebagai perbaikan di tengah jalan. Guru juga bisa menambahkan penguatan atau apresiasi agar siswa semakin percaya diri untuk berpartisipasi.

    Dari keseluruhan video, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran akan jauh lebih efektif ketika siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi ikut berperan aktif. Perubahan kecil dalam strategi mengajar ternyata mampu membawa dampak besar pada suasana dan hasil belajar. Ini menjadi pengingat bahwa kunci pembelajaran yang baik bukan hanya pada materi, tetapi pada bagaimana guru mengemas proses belajar itu sendiri.

    Sekian dari saya terimakasih.
    Wassalammualaikum wr.wb

  3. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Nama : Andi Bahrul
    NIM : 859412637

    Pada video Membangun Suasana Aktif, Interaktif, dan Menyenangkan, terlihat bahwa cara guru mengajar sangat memengaruhi kondisi kelas. Pada awal pembelajaran, suasana kelas kurang aktif karena guru masih menggunakan metode satu arah. Siswa tampak kurang fokus dan kurang tertarik mengikuti pelajaran.
    Setelah guru mengubah cara mengajar dengan membagi siswa ke dalam kelompok dan memberi kegiatan langsung, suasana kelas menjadi lebih hidup. Siswa mulai berdiskusi, bekerja sama, dan lebih bersemangat dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dapat membuat materi lebih mudah dipahami.
    Kelebihan video ini adalah guru mampu menyadari kekurangan dalam pembelajaran dan berusaha memperbaikinya. Kegiatan kelompok dan praktik langsung juga membuat siswa lebih terlibat dalam proses belajar.
    Namun, bagian awal pembelajaran masih perlu diperbaiki karena belum ada kegiatan pembuka yang menarik. Guru sebaiknya memulai pelajaran dengan pertanyaan pemantik, cerita singkat, atau aktivitas sederhana agar siswa lebih siap belajar.
    Kesimpulannya, pembelajaran akan lebih efektif jika siswa dilibatkan secara aktif sejak awal. Guru perlu merancang kegiatan yang menarik agar suasana kelas menjadi lebih menyenangkan dan interaktif.

Leave a Reply