Sinopsis
Program ini berisi gambaran tentang seorang guru IPA di SMP yang kebingungan karena siswanya tidak ada yang dapat menjawab pertanyaannya bahkan tidak mendengarkan penjelasannya (tidak focus). Solusi yang ditawarkan dalam program ini untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan beberapa langkah, yaitu: memetakan anak yang tidak focus untuk menjadi pusat perhatian dan siswa didekati secara individual lalu guru mengadakan pendekatan secara persuasif pada siswa yang tidak focus tersebut.
Hartinawati
Memberikan alternatif solusi untuk guru yang siswanya tidak fokus dalam mengikuti pelajaran.
Pada saat membuka pelajaran, guru tidak menjelaskan tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan guru tidak melakukan apersepsi, tapi guru menutup pelajaran dengan baik, yaitu memberikan motivasi belajar (mengerjakan PR) agar nilai akhir terbantu.
Guru menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan masalah. Guru melakukan refleksi setelah mengajar, kemudian mencoba mendekati siswa yang tiak fokus belajar. Setelah memahami masalahnya, guru memberikan perhatian khusus dan memotivasi siswa-siswa yang kurang fokus.
Video ini bagus sebagai video pembelajaran, perlu ditonton oleh guru yang mempunyai masalah yang sama, yaitu siswa dikelasnya tidak fokus dalam belajar.
Yang perlu dicontoh dari guru dalam video ini adalah:
Guru selalu melakukan refleksi kemudian mencoba mencari solusi dengan terlebih dulu mencari tau masalah siswa.
Saran:
Sebaiknya guru tidak pelit dalam memberikan pujian sebagai penguatan
Deetje Sunarsih
6 Replies to “Anak Tidak Fokus Ketika Guru Menjelaskan”
Komentar Cancel reply
Anda harus login untuk memberikan komentar.
Yang saya pelajari dari vidio tersebut adalah kita sebagai guru harus mawas diri bagaimana caranya agar pembelajaran yang kita ajarkan dapat di terima dan di pahami dengan baik, manfaat yang di dapat dari vidio tersebut adalah, guru nya menyadari ada yang salah dengan cara mengajarnya sehingga peserta didik tidak fokus ketika guru menjelaskan, kemudia guru melakukan pendekatan pada siswa yang perlu mendapat bimbingan khusus, setelah guru mengetahui alasan dari masing-masing peserta didik, guru mulai merubah cara mengajarnya dengan sering melakukan pendekatan pada siswa yang memerlukan perhatian dan bimbingan khusus kemudian sebelum mengajukan pertanyaan kepada siswa guru memberikan pertanyaan secara lantang kemudian berikan spasi waktu 5 – 1 detik untuk siswa berpikir kemudian guru menunjuk salah satu siswa untuk menjawab pertanyaan , jadi siswa dapat menjawab krna kondisi siswa sudah siap.
saran yang dapat saya berikan selain hal di atas yang telah di lakukan oleh guru, guru juga hars bisa memilih metode dan gaya pembelajaran yang asik dan menyengkan sesuai dengan karakteristik siswa , agar peserta didik tidak merasa bosan saat pembelajaran berlangsung.
Menurut pendaat saya vidio tersebut mencerminkan pendekatan yang humanis dan relevan dalam mengatasi masalah konsentrasi siswa di kelas. Langkah pemetaan siswa yang tidak fokus merupakan tindakan diagnostik yang tepat, sementara pendekatan individual dan persuasif memungkinkan guru memahami akar permasalahan tanpa mempermalukan siswa di depan umum. Kombinasi langkah-langkah ini menunjukkan kepekaan guru terhadap kebutuhan masing-masing siswanya.
Meski demikian, program ini akan lebih optimal jika dilengkapi dengan evaluasi metode mengajar, mengingat ketidakfokusan siswa bisa juga bersumber dari pembelajaran yang kurang variatif. Mengintegrasikan media visual, eksperimen sederhana, atau pendekatan berbasis permainan edukatif dapat menjadi pelengkap yang efektif agar solusi yang ditawarkan tidak hanya bersifat personal, tetapi juga menyeluruh dan berkelanjutan.
setelah saya memutar video ini saya mendapatkan contoh yata pentingnya refleksi diri setelah melakukan pembelajaran untuk memperbaiki pembelajaran selanjutnya, segera mencari solusi dari masalah yang di hadapi sehingga guru bisa mengajar sesuai dengan kebutuhan keadaan peserta didik
saran dan masukan saya Selain pendekatan persuasif ( berbicara 4 mata ), akan sangat lebih baik jika guru mengubah metode mengajarnya di kelas (misalnya: menggunakan media interaktif, permainan, atau praktik langsung) setelah melakukan pendekatan individual, agar siswa tidak hanya “mendengarkan” tapi juga “terlibat”.
Dari video pembelajaran tersebut, saya belajar bahwa masalah di kelas tidak selalu karena siswa malas. Guru IPA SMP dalam video merasa kebingungan karena siswa tidak fokus, tidak mendengarkan, dan tidak mampu menjawab pertanyaan sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif. Namun setelah selesai mengajar, guru tidak langsung menyalahkan siswa, melainkan melakukan refleksi dan mencari penyebabnya. Guru memetakan siswa yang kurang fokus lalu mendekati mereka secara individual. Dari percakapan tersebut diketahui bahwa beberapa siswa memiliki masalah di rumah sehingga merasa lelah dan sulit berkonsentrasi.
Dari hal itu, saya memahami bahwa guru harus memiliki empati dan tidak menilai siswa hanya dari sikap yang terlihat di kelas. Latar belakang keluarga dan lingkungan sangat memengaruhi kesiapan belajar siswa. Saya juga menyadari bahwa pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik lebih efektif daripada memarahi atau menghukum siswa.
Manfaat yang saya dapatkan dari video ini adalah :
• Saya belajar pentingnya pendekatan individual, karena setiap siswa berbeda. Dengan mendekati siswa secara pribadi, guru bisa mengetahui masalah yang sebenarnya dan memberi solusi yang tepat.
• pentingnya cara bertanya yang tidak membuat siswa tertekan. Dengan tidak langsung menyebut nama, siswa merasa lebih nyaman dan berani menjawab.
• Saya belajar bahwa pujian dan apresiasi itu penting. Hal sederhana seperti memberi pujian bisa meningkatkan percaya diri dan semangat belajar siswa.
• Saya juga belajar bahwa guru harus sabar dan tidak mudah menyerah. Guru perlu terus mencari solusi dan memperbaiki cara mengajarnya agar pembelajaran menjadi lebih baik.
Menurut saya, video ini sudah bagus karena menampilkan masalah yang sering terjadi di kelas dan memberikan solusi yang baik dan manusiawi dan bisa di jadikan contoh kepada guru-guru yang emiliki permasalahan yang sama dalam pembelajaran di kelasnya.
Namun, saya punya beberapa saran.
Pertama, sebaiknya video menambahkan contoh cara mengajar yang lebih bervariasi supaya siswa lebih aktif, misalnya diskusi kelompok, tugas proyek, atau menggunakan media pembelajaran yang menarik. Dengan cara yang lebih interaktif, siswa kemungkinan akan lebih fokus dan tidak mudah bosan.
Kedua menurut saya penting juga ditunjukkan bagaimana guru berkomunikasi dengan orang tua siswa, terutama bagi siswa yang punya masalah di rumah. Kerja sama antara guru dan orang tua bisa membantu siswa agar lebih semangat dan lebih fokus dalam belajar.
Analisis Terkait Kasus dalam Anak Tidak Fokus Ketika Guru Menjelaskan
Dalam kasus yang digambarkan, guru IPA mengalami kesulitan karena tidak ada siswa yang dapat menjawab dan tidak ada yang mendengarkan. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena:
1. Komunikasi yang Kurang Interaktif: Penjelasan mungkin disampaikan terlalu cepat, menggunakan bahasa yang terlalu rumit, atau kurang melibatkan siswa secara aktif.
2. Kesenjangan antara Materi dan Pemahaman Siswa: Materi mungkin terlalu sulit dipahami oleh siswa pada tingkat tersebut, sehingga mereka merasa putus asa dan memilih untuk tidak mendengarkan sama sekali.
3. Kurangnya Variasi Media Pembelajaran: Tanpa adanya gambar, video, atau demonstrasi, materi IPA yang kadang bersifat abstrak menjadi sulit dibayangkan, sehingga siswa kehilangan minat.
Kesimpulan
Anak tidak fokus dalam pembelajaran bukan semata-mata karena mereka malas, tetapi merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor. Solusi yang ditawarkan dalam sinopsis yaitu dengan memetakan siswa yang bermasalah, mendekati secara individual, dan melakukan pendekatan persuasif adalah langkah yang sangat tepat dan manusiawi. Dengan mengetahui siswa mana yang tidak fokus, guru dapat memahami penyebab spesifiknya dan memberikan perhatian lebih serta bimbingan yang sesuai. Pendekatan secara personal membuat siswa merasa diperhatikan dan dihargai, yang pada akhirnya dapat membangkitkan kembali motivasi dan semangat mereka untuk belajar.