silahkan klik icon    jika video tidak dapat diputar

Sinopsis

Video ini berisi tentang pemecahan masalah kesulitan siswa dalam belajar membuat pantun, beserta alternatif pemecahan masalahnya, dengan tujuan untuk mempercepat pemahaman siswa mengenai cara membuat pantun. Solusi yang diberikan dalam program ini adalah dengan pembelajaran secara berkelompok. Dengan belajar berkelompok, selain mempercepat pemahaman siswa bagaimana cara membuat pantun, juga memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk membuat pantun, mendiskusikan isi pantun, dan bersosialisasi dengan temannya. Pembelajaran secara berkelompok akan berhasil jika dalam proses pembelajaran, guru mengarahkan dan mengamati kegiatan yang dilakukan setiap kelompok. Apakah anda pernah melakukan pembelajaran membuat pantun dengan cara berkelompok? Bagaimana cara anda melakukan proses pembelajarannya? Ayo berbagi dengan guru-guru lain dengan cara menuliskan pengalaman atau komentar anda!

Dra. Yetty Morelent, M. Hum.

Similar Posts

290 Comments

  1. Nama : Istikomah
    NIM : 858905604

    Analisis dari video Belajar membuat pantun pada anak SD kelas 4 sebagai berikut :
    1. Guru memberikan sapaan pada siswa
    2. Siswa merespon guru dengan ceria dan bersemangat
    3. Mengabsen kehadiran siswa
    4. Guru tidak memberikan penjelasan terkait materi pantun karena sudah dijelaskan dihari sebelumnya namun hal ini dikhawatirkan siswa akan lupa jika tidak dijelaskan ulang
    5. Guru memberikan tugas secara berkelompok, dengan cara belajar seperti ini dapat membantu siswa untuk berdiskusi dan bersosial yang baik dengan sesama temannya untuk menemukan sebuah jawaban
    6. Dalam pembagian kelompok siswa belum dapat terkondisikan dengan baik
    7. Guru juga ikut serta mendampingi, mengamati pengerjaan tugas pada setiap kelompok jika ada yang mengalami kesulitan guru yang akan membantu siswa menemukan solusi
    8. Siswa diberi tugas untuk melengkapi kalimat sebuah pantun
    9. Mempresentasikan hasil belajarnya dengan diwakili oleh 1-2 orang dari masing-masing kelompok didepan kelas
    10. Guru memberikan apresiasi yang bagus terhadap anak yang berani untuk maju kedepan kelas.

  2. Nama : Isikomah
    NIM : 858905604

    Analisis dari video Belajar membuat pantun pada anak SD kelas 4 sebagai berikut :
    1. Guru memberikan sapaan pada siswa
    2. Siswa merespon guru dengan ceria dan bersemangat
    3. Mengabsen kehadiran siswa
    4. Guru tidak memberikan penjelasan terkait materi pantun karena sudah dijelaskan dihari sebelumnya namun hal ini dikhawatirkan siswa akan lupa jika tidak dijelaskan ulang
    5. Guru memberikan tugas secara berkelompok, dengan cara belajar seperti ini dapat membantu siswa untuk berdiskusi dan bersosial yang baik dengan sesama temannya untuk menemukan sebuah jawaban
    6. Dalam pembagian kelompok siswa belum dapat terkondisikan dengan baik
    7. Guru juga ikut serta mendampingi, mengamati pengerjaan tugas pada setiap kelompok jika ada yang mengalami kesulitan guru yang akan membantu siswa menemukan solusi
    8. Siswa diberi tugas untuk melengkapi kalimat sebuah pantun
    9. Mempresentasikan hasil belajarnya dengan diwakili oleh 1-2 orang dari masing-masing kelompok didepan kelas
    10. Guru memberikan apresiasi yang bagus terhadap anak yang berani untuk maju kedepan kelas.

  3. Nama: Winda Wismarianti
    Nim: 859762179
    UPBJJ: Kendari

    Dalam video pembelajaran guru mengajar kan mengenai cara membuat pantun kemudian guru membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok untuk membuat pantun. Sebelumnya guru menjelaskan terlebih dahulu mengenai ciri-ciri pantun dan memberikan contoh pantun, kemudian setelah beberapa kelompok selesai mengerjakan tugas membuat pantun beberapa anak-anak mempresentasikan hasil pantun nya didepan kelas. Kelemahan dalam video pembelajaran yang dilakukan guru ialah pada awal pembelajaran guru tidak mengarah kan anak-anak untuk melakukan berdoa dan pada kegiatan penutup sebaiknya guru mengajak anak-anak untuk menyimpulkan materi yang telah dibahas.

  4. Nama: Siti Aisah
    Nim. : 859764691
    Porjak: Kendari

    Dalam video ini berisi tentang cara mudah untuk membuat puisi lama atau pantun, semoga bermanfaat bagi peserta didik yang sedang belajar membuat pantun.vidio in bisa sangat bermanfaat bagi siswa untuk pembelajaran pantun yang bisa di kuasai peserta didik.

  5. Nama: Hilyatun nisak
    Nim 855736126
    Pokjar :Kotaagung
    Upbjj :Bandar lampung

    Analisis dari video Belajar membuat pantun pada anak SD kelas 4 sebagai berikut :
    1. Guru memberikan sapaan pada siswa
    2. Siswa merespon guru dengan ceria dan bersemangat
    3. Mengabsen kehadiran siswa
    4. Guru tidak memberikan penjelasan terkait materi pantun karena sudah dijelaskan dihari sebelumnya namun hal ini dikhawatirkan siswa akan lupa jika tidak dijelaskan ulang
    5. Guru memberikan tugas secara berkelompok, dengan cara belajar seperti ini dapat membantu siswa untuk berdiskusi dan bersosial yang baik dengan sesama temannya untuk menemukan sebuah jawaban
    6. Dalam pembagian kelompok siswa belum dapat terkondisikan dengan baik
    7. Guru juga ikut serta mendampingi, mengamati pengerjaan tugas pada setiap kelompok jika ada yang mengalami kesulitan guru yang akan membantu siswa menemukan solusi
    8. Siswa diberi tugas untuk melengkapi kalimat sebuah pantun
    9. Mempresentasikan hasil belajarnya dengan diwakili oleh 1-2 orang dari masing-masing kelompok didepan kelas
    10. Guru memberikan apresiasi yang bagus terhadap anak yang berani untuk maju kedepan kelas.

  6. Nama: Ijah Fitriana
    NIM: 859763797
    UPBJJ: Kendari
    Video: Belajar Membuat Pantun

    Dari video yang saya simak, beberapa kelemahan pembelajaran dapat saya tunjukkan. Di antaranya adalah sebagai berikut:
    1. Guru tidak mengawali pembelajaran tentang apa sebetulnya pantun itu dan untuk apa dipelajari.
    2. Akan lebih efisien jika guru lebih dahulu mendesain meja dan kursi dengan model berkelompok sebelum siswa memasuki kelas.
    3. Guru belum benar-benar menunjukkan bagaimana strategi belajar secara berkelompok dilakukan secara bertahap terkait dengan membuat pantun.
    4. Guru belum menunjukkan tahapan-tahapan yang jelas tentang bagaimana membuat pantun yang secara langsung dilakukan oleh siswa.
    5. Siswa tidak terlihat membuat pantun secara berkelompok.

    Catatan: Sekalipun demikian, kelemahan-kelemahan tersebut bisa saja terlihat hanya karena desain perlakuan selama pengambilan video.

  7. Nama : Ai Wasilah
    NIM : 857378507
    UPJJ : Bogor

    Menurut pendapat saya pembelajaran di kelas tersebut sangat kondusif dan berjalan sebagaimana mestinya oleh karena itu sangat patut untuk dijadikan contoh meskipun ada beberapa yang masih kurang lengkap atau mungkin terlewatkan.
    Analisis pembelajaran sebagai berikut :
    1. Guru memberikan sapaan
    2. Siswa merespon guru dengan ceria dan bersemangat
    3. Guru melakukan presensi
    4. Guru tidak memberikan penjelasan terkait materi pantun karena sudah dijelaskan dihari sebelumnya namun hal ini dikhawatirkan siswa akan lupa jika tidak dijelaskan ulang
    5. Guru memberikan tugas secara berkelompok, dengan cara belajar seperti ini dapat membantu siswa untuk berdiskusi dan bersosial yang baik dengan sesama temannya untuk menemukan sebuah jawaban
    6. Dalam pembagian kelompok siswa belum dapat terkondisikan dengan baik
    7. Guru juga ikut serta mendampingi, mengamati pengerjaan tugas pada setiap kelompok jika ada yang mengalami kesulitan guru yang akan membantu siswa menemukan solusi
    8. Siswa diberi tugas untuk melengkapi kalimat sebuah pantun
    9. Mempresentasikan hasil belajarnya dengan diwakili oleh 1-2 orang dari masing-masing kelompok didepan kelas
    10. Guru memberikan apresiasi yang bagus terhadap anak yang berani untuk maju kedepan kelas.
    11. Pembelajaran begitu cepat, ringkas, dan padat.

    Sekian …

  8. Nama : Ai Wasilah
    NIM : 857378507
    UPJJ : Bogor

    Menurut pendapat saya pembelajaran di kelas tersebut sangat kondusif dan berjalan sebagaimana mestinya oleh karena itu sangat patut untuk dijadikan contoh meskipun ada beberapa yang masih kurang lengkap atau mungkin terlewatkan.
    Analisis pembelajaran sebagai berikut :
    1. Guru memberikan sapaan
    2. Siswa merespon guru dengan bersemangat
    3. Guru melakukan presensi
    4. Guru tidak memberikan penjelasan terkait materi pantun karena sudah dijelaskan dihari sebelumnya namun hal ini dikhawatirkan siswa akan lupa jika tidak dijelaskan ulang
    5. Guru memberikan tugas secara berkelompok, dengan cara belajar seperti ini dapat membantu siswa untuk berdiskusi dengan sesama temannya untuk menemukan sebuah jawaban yang tepat
    6. Dalam pembagian kelompok siswa sudah terkondisikan dengan baik
    7. Guru juga ikut serta mendampingi, mengamati pengerjaan tugas pada setiap kelompok jika ada yang mengalami kesulitan guru yang akan membantu siswa menemukan solusi
    8. Siswa diberi tugas untuk melengkapi kalimat bagian isi sebuah pantun
    9. Mempresentasikan hasil belajarnya dengan diwakili oleh 1-2 orang dari masing-masing kelompok didepan kelas
    10. Guru memberikan apresiasi yang bagus terhadap anak yang berani untuk maju kedepan kelas.
    11. Pembelajaran begitu cepat, ringkas, dan padat.

    Sekian …

  9. Nama : Listiani
    Nim : 859762448

    Video diatas guru sudah sangat baik memberikan arahan untuk membuat pantun dengan membagi kelompok siswa sangat antusias untuk membuat pantun dengan baik, guru juga mampu membuat suasana kelas menarik sehingga siswa sangat bersemangat untuk belajar.

  10. Nama : Kezia Priskila k
    UPBJJ : UT Kendari
    Pokjar : Wanggudu

    Izin Berkomentar.
    Setelah menganalisis video pembelajaran, kelemahan yang terdapat dalam video pembelajaran ialah ketika tidak ada arahan untuk siswa untuk melakukan doa di awal pembelajaran, yang dapat menghilangkan momen untuk menciptakan suasana yang tenang dan penuh penghargaan sebelum memulai pembelajaran. Selain itu, pada kegiatan penutup, sebaiknya guru mengajak siswa untuk merangkum materi yang telah dibahas, sehingga siswa dapat memperkuat pemahaman mereka tentang materi tersebut sebelum mengakhiri pelajaran. Dengan demikian, pengalaman pembelajaran dapat menjadi lebih terstruktur dan bermanfaat bagi semua siswa.

Leave a Reply