silahkan klik icon jika video tidak dapat diputar
Sinopsis
Program ini menggambarkan kesulitan guru kelas V SD dalam mengajarkan peristiwa Perang Diponegoro secara bermakna kepada siswa. Ketika siswa diminta untuk mencatat hal-hal yang dijelaskan guru, siswa kebingungan untuk mencatatnya. Anak-anak diminta untuk mengingat sesuatu atau menghafal sesuatu yang terjadi pada masa lalu, tanpa mengaitkannya dengan masa sekarang. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengajarkan masa lalu, dapat dilakukan dengan cara:
- Mengaitkan masa lalu dengan masa sekarang,
- Analog kesamaan atau perbedaannya,
- Humor dapat membantu siswa untuk mengingat.
Eded Tarmedi
–
–
- Cara membuka pembelajaran guru belum memperhatikan sekitar kelas, tiba-tiba langsung masukan dan memberikan materi yang akan dipelajari. Isi materinya tidak terlalu lengkap dalam penjelasannya. Pembelajaran yang digunakan monoton seharusnya guru dapat memberikan pembelajaran yang menarik. Ketika penutupan guru tidak membuat kesimpulan dalam kegiatan pembelajaran.
- Strategi dalam mempembelajaran ini bisa menggunaan bermain peran agar siswa dapat mengalami kejadian-kejadian di masa lalu dan sekarang. Seharusnya media yang digunkan harus lebih jelas lagi agar siswa dpat memahami kejadian atau peristiwa yang terjadi saat itu.
- Kesesuain tingkat materi sudah cukup baik.
- Sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Hendri Supriyadi S, S.Pd.
Nama : Theresia Henlong
NIM : 501312051
Prodi : Magister Pendidikan Dasar
Ijinkan saya menanggapi video tersebut
Dari video Perlawanan Pangeran di Ponogoro Vs Makam Mbah Priok. Diawal pembelajaran Dimana guru menanyakan kepada siswa Sejarah Pahlawan Pangeran Diponogoro siswa sangat kesulitan dalam mengingat sehingga membuat siswa sangat kesusahan dalam memahami inti dari pada materi tersebut. Setelah guru mengaikatkan Sejarah Makam Mbah Priok, guru mengajak siswa dapat mencari persamaan dari cerita tersebut, akhirnya siswa mampu mencari kesamaan dari ke dua cerita tersebut. Tujuan pembelajaran yang diharapkan diamna siswa mampu memahami bagaimana Sejarah Perlawanan pangeran diponogoro. Dapat ditarik Kesimpulan bahwa seorang guru dalam memberikan materi Sejarah kepada siswa hendaknya guru mencari persamaan cerita dengan inti dari pembelajaran tersebut mengingat pentingnya memberikan contoh yang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman agar siswa lebih mudah untuk memahami.
Nama : MEDIANA MARLENI FAOT
NIM : 501372358
UPBJJ : KUPANG
Dari video tersebut tangapan dari saya, perlu ada media pembelajaran seperti gambar Pangeran Diponegoro, Penjelasan dari guru tersebut kurang jelas dan rinci sehingga siswa bingung, teknik menghafal menurut saya kurang tepat bagi anak usia SD.
Solusi yang digunakan oleh guru tersebut menurut saya sudah bagus yakni menggunakan informasi terbaru dari media sosial yang dikaitkan dengan materi yang akan dipelajari untuk menentukan persamaan latar belakang masalah tersebut. Evaluasi yang digunakan secara tertulis namun siswa begitu antusias dan dapat memahami apa yang disampaikan oleh gurunya. Terima Kasih
Nama : Alif Tulusiyah Anggraini
Nim : 501312005
Prodi : Magister Pendidikan Dasar
Guru tidak melakukan kegiatan awal, dalam melakukan apresiasi dengan baik dan benar. sehingga reaksi siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan kurang memotivasi siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Metode mengajar yang kurang efektif dan membosankan.
Kegiatan tanya jawab kepada siswa untuk mengetahui seberapa faham siswa atas materi pelajaran yang sudah dijelaskan. agar siswa lebih siap untuk mengikuti pembelajaran . Sebaiknya untuk lebih efektif guru juga dapat menggunakan media pembelajaran.
Anizah Solikatin (501332433)
MPdr UBPJJ Malang
Metode pembelajaran dalam tayangan dapat menjadi salah satu alternatif pemecahan permasalahan pembelajaran yang terjadi di sekolah. Berangkat dari kesalahan pada awal tayangan yang menyebabkan pembelajaran tidak berjalan lancar dan menyenangkan, kemudian pembelajaran diperbaiki dalam pertemuan berikutnya dengan cara yang menarik untuk siswa. Guru juga memberikan respon positif terhadap apapun jawaban murid, baik yang relevan maupun yang tidak relevan, sehingga siswa merasa tidak terluka dan diharapkan akan berani mengutarakan pendapatnya pada sesi pembelajaran yang lain.
Mohon ijin berkomentar. Dari video Seri Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SD “Perlawanan Pangeran Diponegoro vs Makam Mbah Priok” yang disajikan, ada hal menarik yang saya amati yaitu cara guru dalam mengajarkan peristiwa Perang Diponegoro. Guru perlu merefleksi diri terkait strategi/metode yang dilakukan agar pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Ketika siswa diminta untuk mencatat hal-hal yang dijelaskan guru, siswa kebingungan untuk mencatatnya. Anak-anak diminta untuk mengingat sesuatu atau menghafal sesuatu yang terjadi pada masa lalu, tanpa mengaitkannya dengan masa sekarang. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut untuk mengajarkan masa lalu, dapat dilakukan dengan cara:
1. Mengaitkan masa lalu dengan masa sekarang,
2. Analogikan kesamaan atau perbedaannya,
3. Humor dapat membantu siswa untuk mengingat.
Saran saya untuk video tersebut, guru bisa menggunakan alternatif strategi dalam pembelajaran materi ini yaitu bermain peran agar siswa dapat “mengalami sendiri” kejadian-kejadian di masa lalu dan sekarang. Media yang digunakan bisa lebih kreatif dan kontekstual lagi agar siswa dapat memahami kejadian atau peristiwa yang terjadi saat itu. Terima kasih.
Nama: Eka Hendrayadi
NIM: 501142956
Saran saya terkait video tersebut adalah sebaiknya guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Dengan bekerja kelompok, diharapkan peserta didik dapat berdiskusi memecahkan masalah bersama. Disarankan pula untuk membuat LKPD yang sudah tercantung cerita Perlawanan Diponegoro dan Makam Mbah Priok. Jika hanya mengandalkan cerita dari guru, akan ada beberapa materi yang terlupakan,sehingga membuat hasil jawaban kurang memuaskan
Izin menanggapi video.
Saya melihat proses pembelajaran pada kelas tersebut kurang menarik.
Alangkah lebih menarik jika guru dapat mengkondisian siswa sebelum belajar dengan melakukan apersepsi, motivasi, absensi, dll sesuai SOP pendahuluan.
Sebaiknya juga guru menggunakan video youtube agar dapat leboh menarik lagi.
Dapat juga dilengkapi dengan LKPD mencari kata atau semacam TTS tentang kepahlawanan Diponegoro.
Yang paling penting adalah guru harus mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi bermakna/konkrit dan jelas untuk apa saya belajar materi ini?
Demikian pendapat saya.
Kurang lebihnya mohon dikoreksi.
Terimakasih.
Nama : Chatarina Inta Kusuma Wardani
NIM : 501272882
Prodi : Magister Pendidikan Dasar
Dari vidio ketiga ini yang bisa saya simpulkan yaitu :
• Pemeblajaran belum menggunakan apersepsi atau mengkaitkan pemeblajaran sebelumnya dengan pembelajaran hari ini.
• Guru juga tidak menggunakan pertanyaan pembuka yang bisa memancing pengetahuan siswa di awal pembelajaran.
• Dalam pembelajaran tersebut akan lebih menarik apabila digunakan vidio mengenai Pangeran Diponegoro vs Makam Mbah Priok pasti anak-anak akan senang sekali. (vidio bisa dicari di Youtube)
• Guru juga bisa membacakan cerita mengenai Pangeran Diponegoro vs Makam Mbah Priok dengan narasi dan emosi yang kuat sehingga anak-anak tertarik dan paham mengenai secita tersebut.
• Anak-anak juga bisa diajak bermain peran atau drama mengenai Pangeran Diponegoro vs Makam Mbah Priok. Ada yang memerankan peran Pangeran Diponegoro dll pasti anak akan senang sekali.
• Bila tinggal di Jakarta seperti dalam vidio anak-anak bisa diajak untuk berkunjung ke museum atau makam Mbah Priok langsung sehingga pembelajaran akan berkesan untuk anak-anak.
Demikian yang bisa saya simpulkan dari vidio pembelajaran mengenai Pangeran Diponegoro vs Makam Mbah Priok.
Nama : RIKI RENALDO
NIM : 501162775
Kelemahan : berdasarkan cuplikan video pertama diatas siswa banyak yang masih bingung dan kesulitan untuk menjawab pertanyaan tentang sejarah Perlawanan pangeran Diponegoro VS Makam Mbah Priok dikarenakan mereka tidak mengingat kejadian masa yang lampau.
saran: sebaiknya sebelum memberikan materi guru harus membuka pembelajaran dengan mengapresepsi terlebih dahulu tentang materi yang akan di ajarkan, baik berupa video pembelajaran atau kejadian2 yang terjadi pada zaman sekang ini, sehingga siswa bisa lebih mengerti dan memahami apa yang akan di sampaikan oleh guru. jadi pembukaan pembelajaran itu sangat penting sebelum masuk ke isi materi, dengan begitu siswa akan lebih aktif dan interaktif dalam proses pembelajaran.
Nama : Asiah
NIM : 501153167
SALUT : UT PEKANBARU
Setelah menonton video pembelajaran di atas, saya melihat guru memulai pembelajaran di kelas tanpa melakukan appersepsi terlebih dahulu. Hal ini dilihat dari ketika guru memulai pembelajarannya langsung menyebutkan judul pelajaran dan kemudian langsung memberi tugas kepada siswanya. Hal ini, membuat siswa merasa kesulitan dalam memahami, apalagi untuk mengingat tahunnya. Guru dinilai siswa terlalu cepat dalam menjelaskan pembelajarannya tanpa menanyakan apakah siswa sudah paham atau belum dengan materi yang diajarkannya. Saran saya, berikanlah senyuman kepada siswa agar terlihat lebih menarik dan menyenangkan. Kemudian berikanlah penguatan kepada siswa yang merespon atau menjawab pertanyaan. Penguatan diberikan kepada siswa yang menjawab benar atau kurang tepat agar siswa tidak berkecil hati/ kecewa.
Terimakasih.