0 Comments

Sinopsis

Kadang-kadang dalam pelaksanaan praktikum IPA di SD, guru mengalami kesulitan. Misalnya saat harus melaksanakan praktek di luar kelas. Siswa-siswa menjadi tidak terkendali dan berkeliaran tak tentu arah. Solusi yang ditawarkan dalam program ini adalah sebagai berikut.

  1. Guru memberikan pengarahan serta memberikan LKS sebelum siswa keluar ruangan untuk melakukan observasi,

  2. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok serta memberikan tugas yang berbeda pada setiap kelompok,

  3. Guru menetapkan batas area yang boleh ditempati siswa/kelompok dengan yang tidak boleh ditempati siswa/kelompok di taman agar tidak bergerak keluar area yang ditetapkan,

  4. Guru membatasi waktu pada setiap kelompok untuk melakukan observasi terhadap materi yang diamati,

  5. Guru mengatur rotasi setiap kelompok, sehingga keadaan siswa tidak bertumpuk pada satu area.

Cecep Kuatandi

Video ini menggambarkan pembelajaran observasi/Praktikum IPA diluar Kelas, pada awalnya dilaksanakan dengan tergesa-gesa tanpa perencanaan yang matang. Anak diperintahkan mengamati tumbuhan diluar kelas begitu saja tanpa arahan yang jelas dari sang guru, akibatnya pelaksannaan observasi tidak perjalan sesuai harapan karena anak tidak teratur, tidak terkendali oleh guru dengan baik.

Pada bagian kedua dibuat perencanaan sebagai solusi pengorganisasian kelas oleh guru dengan membuat kelompok-kelompok dan diberi arahan serta petunjuk dengan rinci, dilengkapai dengan lembar pengamatan dan akhirnya pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar serta pembelajaran menjadi sangat hidup, bergairah dan bermakna bagi siswa.

Tujuan Video ini adalah memberikan gambaran pada pemeriksa agar membuat perencanaan yang matang dan sesuai dengan materi serta tujuan pembelajaran terkait.

Proses Pembelajaran pada Video ini akan lebih bermakna jika peran serta anak didik dioptimalkan, sehingga anak akan lebih banyak mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan dan mendalam.

Drs. Kamari, M.Pd.

Video ini menggambarkan pembelajaran observasi/Praktikum IPA diluar Kelas, pada awalnya dilaksanakan dengan tergesa-gesa tanpa perencanaan yang matang. Anak diperintahkan mengamati tumbuhan diluar kelas begitu saja tanpa arahan yang jelas dari sang guru, akibatnya pelaksannaan observasi tidak perjalan sesuai harapan karena anak tidak teratur, tidak terkendali oleh guru dengan baik.

Pada bagian kedua dibuat perencanaan sebagai solusi pengorganisasian kelas oleh guru dengan membuat kelompok-kelompok dan diberi arahan serta petunjuk dengan rinci, dilengkapai dengan lembar pengamatan dan akhirnya pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar serta pembelajaran menjadi sangat hidup, bergairah dan bermakna bagi siswa.

Tujuan Video ini adalah memberikan gambaran pada pemeriksa agar membuat perencanaan yang matang dan sesuai dengan materi serta tujuan pembelajaran terkait.

Proses Pembelajaran pada Video ini akan lebih bermakna jika peran serta anak didik dioptimalkan, sehingga anak akan lebih banyak mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan dan mendalam.

Drs. Kamari, M.Pd.

One Reply to “Siswa Tidak Teratur pada Saat melaksanakan Observasi/Praktikum Diluar Kelas Pada Saat Pembelajaran IPA SD

  1. Nama : Nina Triana
    NIM : 860718099

    Video ini menunjukkan bahwa pembelajaran di luar kelas dapat menjadi kurang efektif jika tidak direncanakan dengan baik. Pada awal kegiatan, siswa terlihat tidak teratur, berlarian, dan lebih banyak bermain karena guru tidak memberikan arahan yang jelas sebelum kegiatan observasi dimulai. Hal ini terjadi karena kurangnya perencanaan dan pengorganisasian pembelajaran oleh guru

    Namun, setelah guru memperbaiki strategi dengan memberikan pengarahan, membagi kelompok, menyediakan lembar kerja (LKS), serta menetapkan batas area dan waktu, kegiatan menjadi lebih terarah. Siswa mulai fokus pada tugas dan pembelajaran menjadi lebih kondusif serta bermakna

    Kelebihan
    -Menggunakan lingkungan luar kelas sebagai sumber belajar
    -Memberikan pengalaman belajar langsung (observasi nyata)
    -Setelah perbaikan, pembelajaran menjadi lebih terstruktur dan terarah
    -Meningkatkan keaktifan dan antusias siswa

    Kekurangan
    -Tidak ada apersepsi dan pengarahan di awal
    -Guru kurang persiapan dan perencanaan (RPP)
    -Siswa tidak terkendali dan kurang disiplin
    -Pengelolaan kelas di luar ruangan masih lemah
    -Tujuan pembelajaran tidak disampaikan dengan jelas

    Saran
    -Guru perlu membuat perencanaan yang matang sebelum kegiatan luar kelas
    -Memberikan instruksi yang jelas dan rinci sebelum observasi
    -Membagi siswa dalam kelompok dengan tugas yang jelas
    -Menetapkan aturan, batas area, dan waktu kegiatan
    -Melakukan refleksi dan evaluasi setelah kegiatan

    Kesimpulan

    Secara keseluruhan, video ini menunjukkan bahwa pembelajaran di luar kelas sangat bermanfaat, tetapi harus disertai dengan pengelolaan dan perencanaan yang baik. Tanpa arahan yang jelas, kegiatan dapat menjadi tidak terkontrol. Sebaliknya, dengan strategi yang tepat, pembelajaran akan menjadi lebih efektif, terarah, dan bermakna bagi siswa.

Tuliskan komentar anda disini