8 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan kesulitan guru kelas V SD dalam mengajarkan peristiwa Perang Diponegoro secara bermakna kepada siswa. Ketika siswa diminta untuk mencatat hal-hal yang dijelaskan guru, siswa kebingungan untuk mencatatnya. Anak-anak diminta untuk mengingat sesuatu atau menghafal sesuatu yang terjadi pada masa lalu, tanpa mengaitkannya dengan masa sekarang. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengajarkan masa lalu, dapat dilakukan dengan cara:

  1. Mengaitkan masa lalu dengan masa sekarang,

  2. Analog kesamaan atau perbedaannya,

  3. Humor dapat membantu siswa untuk mengingat.

Cecep Kuatandi

Konten video tersebut hanya menampilkan guru membuka pelajaran tanpa melalui apersepsi. Sebaiknya ditambahkan bagaimana guru membuka pelajaran dengan apersepsi kepada siswa terlebih dahulu. Hal ini dapat menjadi inspirasi bagi pengunjung, Guru telah menggunakan pendekatan saintifik walaupun tidak sepenuhnya ditampilkan, Solusi pada konten video dapat diterapkan pada berbagai tingkat perkembangan peserta baik kelas bawah maupun kelas atas. Tetapi pada akhir video yang ada beberapa hal yang hanya tepat digunakan pada kelas atas (frame 03.15), Konten video telah sesuai dengan kurikulum nasioanl (kurikulum 2013), Konten video perlu ditambahkan langkah yang tepat ketika guru membimbing siswa kelas bawah atau atas ketika melakukan eksperimen.

Anugerah Putro Setiyo Wibowo, S.S

8 Replies to “Guru Tidak Menggunakan Media Pada Pembelajaran IPA SD

  1. Nama : Fadel Valen Pratama
    NIM : 857366226
    Video di atas memperlihatkan sebuah proses pembelajaran IPA dengan materi Mengenal Bentuk Daun. Dalam vide tersebut, guru melaksanakan pembelajaran dengan metode ceramah. Guru hanya menggandalkan buku Pelajaran tanpa menggunakan media alat peraga. Mengakibatkan interaksi di kelas menjadi satu arah.
    Kelebihan:
    1. Guru menguasai materi yang disampaikan secara lisan dan runtut.
    2. Guru mengikuti prosedur mengajar, mulai dari pembukaan hingga ke materi inti.
    3. Guru berusaha menjaga ketertiban kelas meskipun antusian siswa rendah.
    Kekurangan:
    1. Guru tidak memakai media benda konkret atau media visual.
    2. Penggunaan metode ceramah yang dominan menjadikan siswa tidak terlibat aktif.
    3. Gestur siswa yang kurang bersemangat, biasanya berbanding lurus dengan daya serap materi yang rendah.
    Saran:
    1. Guru sebaiknya menyertakan media seperti daun asli ke dalam kelas agar siswa bisa langsung melihat, menyentuh, dan mengamati langsung.
    2. Mengajak siswa ke taman sekolah untuk mengamati langsung bentuk daun dan nama pohon.
    3. Gunakan media gambar yang berwarna atau video animasi singkat untuk memperlihatkan bagaimana proses fotosintesis berlangsung pada daun.
    Kesimpulan:
    Video tersebut merupakan representasi dari pembelajaran yang belum efektif karena mengabaikan karakteristik siswa SD yang masih berada pada tahap operasional konkret. Tanpa media belajar, tujuan pembelajaran IPA sulit tercapat secara maksimal.

  2. Dalam pembelajaran video tersebut menggunakan
    Metode ceramah satu arah tanpa media konkret kurang efektif untuk pembelajaran IPA “Bentuk Daun” pada siswa SD.
    media seperti daun asli atau kunjungan ke taman sekolah akan meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa.
    Sehingga Keterlibatan siswa rendah karena dominasi guru dan minimnya alat bantu visual dalam penyampaian materi.
    * Kekuatan Pembelajaran
    Kelebihan yang teridentifikasi meliputi penguasaan materi guru yang runtut, kepatuhan pada prosedur mengajar, dan upaya guru dalam menjaga ketertiban kelas meskipun partisipasi siswa minim.

    • Kelemahan Pembelajaran
    Kekurangan utama adalah minimnya penggunaan media konkret/visual, dominasi metode ceramah yang mengurangi keterlibatan aktif siswa, serta rendahnya daya serap materi yang tercermin dari gestur siswa.

    •Saran
    Saran perbaikan meliputi penggunaan daun asli sebagai media, kunjungan ke taman sekolah untuk observasi langsung, serta pemanfaatan gambar berwarna atau video animasi untuk visualisasi proses.

  3. Di bagian awal video, guru menjelaskan materi IPA tentang jenis-jenis daun, tetapi tidak menggunakan media sama sekali. guru hanya menyebutkan jenis daun dan tidak memberi contoh yang konkret. akibatnya, siswa merasa bingung ketika guru menanyakan jenis daun kepada mereka. selain tidak adanya media, persoalan lain adalah guru menganggap media cukup mahal, waktu terbatas, dan kesulitan mencari media relevan. padahal, jika guru tersebut memahami karakteristik media pembelajaran, ia tidak akan kesulitan. media pembelajaran dapat ditemukan di sekitar sekolah seperti ragam daun, guru tidak perlu membeli atau pergi ke tempat jauh untuk menemukan daun. jika jenis-jenis daun itu sudah ada, guru dapat memanfaatkannya sebagai bagian dari penjelasan agar siswa mudah memahami materi yang ia sampaikan.
    dengan demikian, media pembelajaran adalah instrumen penting dalam kegiatan belajar di kelas, guru harus mempersiapkan rancangan pembelajaran yang terstruktur agar pembelajaran jadi lebih bermakna.

Leave a Reply