1 category
0 Comments
Sinopsis
Program ini menggambarkan kesulitan guru kelas V SD dalam mengajarkan peristiwa Perang Diponegoro secara bermakna kepada siswa. Ketika siswa diminta untuk mencatat hal-hal yang dijelaskan guru, siswa kebingungan untuk mencatatnya. Anak-anak diminta untuk mengingat sesuatu atau menghafal sesuatu yang terjadi pada masa lalu, tanpa mengaitkannya dengan masa sekarang. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengajarkan masa lalu, dapat dilakukan dengan cara:
-
Mengaitkan masa lalu dengan masa sekarang,
-
Analog kesamaan atau perbedaannya,
-
Humor dapat membantu siswa untuk mengingat.
Eded Tarmedi
- Cara membuka pembelajaran guru belum memperhatikan sekitar kelas, tiba-tiba langsung masukan dan memberikan materi yang akan dipelajari. Isi materinya tidak terlalu lengkap dalam penjelasannya. Pembelajaran yang digunakan monoton seharusnya guru dapat memberikan pembelajaran yang menarik. Ketika penutupan guru tidak membuat kesimpulan dalam kegiatan pembelajaran.
- Strategi dalam mempembelajaran ini bisa menggunaan bermain peran agar siswa dapat mengalami kejadian-kejadian di masa lalu dan sekarang. Seharusnya media yang digunkan harus lebih jelas lagi agar siswa dpat memahami kejadian atau peristiwa yang terjadi saat itu.
- Kesesuain tingkat materi sudah cukup baik.
- Sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Hendri Supriyadi S, S.Pd.
Category: Seri Pembelajaran SD
One Reply to “Perlawanan pangeran Diponegoro VS Makam Mbah Priok”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama : Nina Triana
NIM : 860718099
Video ini menunjukkan pembelajaran IPS yang mengangkat peristiwa sejarah, yaitu perlawanan Pangeran Diponegoro, serta mengaitkannya dengan fenomena sosial di sekitar seperti Makam Mbah Priok. Pendekatan ini cukup menarik karena menghubungkan materi sejarah dengan konteks nyata, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami dan merasa dekat dengan materi yang dipelajari.
Namun, dalam penyampaiannya, guru masih terlihat menggunakan metode ceramah yang dominan, sehingga siswa cenderung pasif dan kurang terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Padahal, materi sejarah akan lebih bermakna jika disampaikan melalui diskusi, tanya jawab, atau analisis peristiwa.
Kelebihan
Mengaitkan materi sejarah dengan konteks kehidupan nyata
Membahas tokoh dan peristiwa penting (Pangeran Diponegoro)
Materi relevan untuk menumbuhkan nilai nasionalisme
Membantu siswa memahami hubungan antara masa lalu dan masa kini
Kekurangan
Pembelajaran masih berpusat pada guru (ceramah)
Siswa kurang aktif dan partisipatif
Tidak ada apersepsi dan tujuan pembelajaran yang jelas
Kurangnya penggunaan media pembelajaran (gambar/video/peta)
Tidak ada penutup atau refleksi pembelajaran
Saran
Menggunakan metode diskusi atau tanya jawab agar siswa lebih aktif
Menambahkan media visual seperti gambar tokoh atau peta sejarah
Mengaitkan materi dengan nilai-nilai karakter (nasionalisme, perjuangan)
Memberikan kesimpulan dan refleksi di akhir pembelajaran
Melibatkan siswa dalam analisis peristiwa sejarah
Kesimpulan
Secara keseluruhan, video ini sudah baik karena mengangkat materi sejarah yang penting dan relevan. Namun, pembelajaran akan lebih efektif jika guru menggunakan metode yang lebih interaktif dan melibatkan siswa secara aktif, serta memanfaatkan media pembelajaran yang lebih variatif.