257 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman kanak-kanak untuk mengatasi anak yang sulit berimajinasi pada saat menggambar. Strategi yang diterapkan guru tersebut anatara lain: memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar sesuatu sesuai dengan minat anak, mengajak anak keluar kelas, kemudian meminta anak untuk bercerita dan menggambarkan apa yang ditemukan di lapangan.

Badru Zaman

Secara umum tujuan tayangan video dalam pembelajaran sudah tercapai, yaitu menggambarkan kondisi anak yang sulit berimajinasi ketika diminta guru untuk menggambar serta alternatif pemecahan masalahnya. Kesulitan anak berimajinasi ini muncul terutama ketika guru terlebih dahulu memberikan contoh gambar kepada anak. Anak cenderung meniru apa yang digambar oleh guru.

Berdasarkan tayangan video, kegiatan yang dilakukan oleh guru terpotong (langsung kegiatan guru memberikan contoh gambar pada anak); sehingga tidak terlihat kegiatan pembukaan yang dilakukan oleh guru.

Pendekatan atau strategi yang digunakan oleh guru untuk mengatasi permasalahan anak tersebut sudah tepat, yaitu meminta anak untuk melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga anak dapat menggambar sesuai apa yang dilihatnya.Usulan perbaikan: sebaiknya ditambahkan sedikit teori tentang tahapan perkembangan kognitif anak, khususnya mengenai tahap imitasi (meniru), sehingga penyampaian permasalahan dapat lebih diperkaya.

Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si.

Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, guru mengajak anak-anak didiknya untuk melakukan kegiatan menggambar bebas serta anak diberi kebebasan untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya namun dalam isi bembelajaran anak anak anak menemukan hambatan untuk mengambar, agar anak anak dapat menuangkan ide ide cemerlang guru mengajak anak didik untuk melihat benda –benda yang ada disekitar sekolah dengan begitu anak didik dapat langsung melihat media yang akan dituangkan lewat menggambar sesuai tingkat perkembangan anak didik dan kegiatan pembelajaran menggambar bebas sesuai kurikulum yang berlaku.

257 Replies to “Anak Sulit Berimajinasi saat Menggambar

  1. Nama Jumriati
    Nim 859442321
    Pada video “anak sulit berimajinasi saat menggambar”
    Pada video ini memperlihatkan anak-anak yang di perintahkan untuk menggambar pemandangan dan menggambar bebas akan tetapi anak-anak cenderung menggambar pemandangan yang hampir semua sama bentuk dan modelnya. Gambar yang di hasilkan monoton dan ketika di perintahkan kembali maka akan menggambar itu kembali.
    Kelebihan dari video ini yaitu apresiasi kepada guru kelas yang mengajak anak untuk keluar kelas guna mengekplorasi alam sehingga fikiran anak dapat terbuka dan imajinasinya berkembang secara perlahan-lahan.
    Kekurangan dari video ini yaitu pada saat ibu guru memberikan contoh contoh itu hanya fokus pada gambar gunung, pohon , dan sawah. Sehingga anak hanya mengikuti apa yang di contohkan bukan yang berasal dari imajinasinya sendiri sehingga hasil gambarnya hanya itu itu saja
    Terimakasih

  2. Nama : Mimit Fatimah
    NIM: 857494356

    Bismillah, izin menaggapi video tersebut:
    Menurut saya, video “Anak Sulit Berimajinasi saat Menggambar” sudah menunjukkan upaya Bu guru yang cukup tepat dalam menstimulasi imajinasi anak. Guru tidak memaksa anak menggambar sesuatu yang sama, tetapi memberikan kebebasan sesuai minat anak. Ini penting karena setiap anak punya cara berpikir dan imajinasi yang berbeda.

    Kegiatan mengajak anak keluar kelas juga sangat bagus, karena anak bisa melihat langsung lingkungan sekitar. Dari pengalaman nyata tersebut, anak jadi punya bahan untuk diceritakan dan dituangkan ke dalam gambar. Hal ini membantu anak yang sebelumnya kesulitan berimajinasi menjadi lebih terbantu karena ada pengalaman konkret yang mereka lihat dan rasakan.

    Saran/komentar saya :
    Menurut saya, strategi yang digunakan sudah baik, namun bisa lebih dikembangkan lagi. Guru bisa menambahkan stimulasi seperti bercerita terlebih dahulu, menunjukkan gambar contoh (tanpa harus ditiru), atau memberikan pertanyaan pancingan seperti “tadi lihat apa saja?” atau “warnanya seperti apa?”. Selain itu, guru juga perlu terus memberikan apresiasi pada setiap hasil gambar anak, agar anak lebih percaya diri dan berani mengekspresikan imajinasinya.
    Dengan begitu, kemampuan imajinasi anak dapat berkembang secara bertahap dan anak tidak merasa tertekan saat menggambar.
    terimakasih..

  3. Nama : Fauziah Ramadhani
    NIM : 860108848

    Izin menanggapi Video di atas,

    Anak usia dini sangat handal dalam berimajinasi, namun saat diminta untuk menuangkannya dalam bentuk gambar, terkadang anak mengalami kesulitan. Ada beberapa penyebab yang mungkin terjadi antara lain takut salah dan motorik halus yang belum sempurna.
    Menurut saya apa yang dilakukan guru tersebut untuk memancing daya imajinasi anak usia dini sudah sangat bagus. Anak anak dibiarkan untuk melihat alam sekitar sebagai stimulus untuk membangkitkan daya imajinasi anak. Divideo tadi, guru hanya memanggil anak untuk bercerita tentang apa yang dilihatnya. Ada baiknya setelah anak menggambar, anak di ajak bercerita mengenai apa yang digambarkan nya.

    sekian, terimakasih.

  4. Nama: Sri Hartini
    Nim : 859161482

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
    Izin menanggapi vidio di atas.

    Menurut saya, anak yang terlihat sulit berimajinasi saat menggambar bukan berarti kurang kreatif. Lebih tepatnya, mereka sedang berada di tahap perkembangan yang berbeda atau belum mendapatkan stimulasi yang sesuai.

    Ada beberapa hal yang biasanya terjadi:

    Pertama, anak cenderung “butuh contoh”
    Sebagian anak memang lebih nyaman jika ada contoh yang jelas. Mereka belum terbiasa menciptakan dari imajinasi sendiri, jadi terlihat seperti “bingung mau gambar apa”.

    Kedua, bisa karena terlalu sering diarahkan
    Kalau anak sering diminta meniru (misalnya harus gambar rumah seperti ini, matahari seperti itu), lama-lama mereka kehilangan keberanian untuk berkreasi bebas.

    Ketiga, faktor rasa percaya diri
    Anak yang takut salah biasanya jadi kaku. Mereka lebih memilih diam atau menunggu instruksi daripada mencoba menggambar dari ide sendiri.

    Keempat, gaya belajar anak berbeda-beda
    Tidak semua anak kuat di imajinasi visual. Ada yang lebih imajinatif lewat cerita, gerak, atau bermain peran—bukan lewat gambar.

    Jadi cara menyikapinya bukan dengan menuntut, tapi mendampingi.
    Yang bisa dilakukan misalnya:

    1. Ajak anak bercerita dulu sebelum menggambar (“Hari ini mau gambar apa? Ceritakan dulu yuk…”)
    2. Beri kebebasan tanpa banyak aturan
    3. Hargai hasil sekecil apa pun
    4. Gunakan pertanyaan pancingan, bukan perintah
    (contoh: “Kalau ini jadi hewan, kira-kira bisa apa ya?”)

    Terima kasih🙏

  5. Nama : eka Amelia trisna zuhria
    Nim : 860138335

    Kanal Guru Pintar Online: Tips Hadapi Anak PAUD yang Susah Kreatif Saat Menggambar

    Masalah Umum di Kelas
    Anak-anak usia PAUD kesulitan menuang imajinasi mereka ke kertas gambar. Terkadang meniru gambar teman atau contoh guru (Waktu di video: 0:50 – 1:35)
    Dua Cara Simpel Buat Ngebangkitin Imajinasi anak
    1. Kasih Kebebasan Total : membiarkan anak gambar apa yang mereka suka. Sesuai minat hati mereka! (1:39 – 1:52)
    2. Observasi di Luar Kelas : Mengajak anak jalan-jalan keluar, mengamati hal-hal nyata di sekitar sekolah untuk mendapat inspirasi langsung. (1:56 – 2:05)
    Langkah Praktis yang Bisa Langsung Dicoba
    – Jalan-jalan Eksplorasi : Bawa anak keluar kelas, lihat tanaman, pohon kelapa, atau kantor satpam di halaman sekolah. (3:05 – 3:55)
    – Ngobrol Tanya Jawab : Pulang dari observasi, guru menanyakan apa yang anak lihat : “Kamu lihat apa tadi? Ceritain dong!” Ini bantu mereka inget dan cerita sebelum pegang pensil. (3:15 – 4:00)
    – Bangun Kepercayaan Diri :
    Guru memberikan motivasi pada anak “Gambar aja sesuka hati, nggak harus sama kayak temen atau guru.!” (2:45 – 3:00)

Leave a Reply