500 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman kanak-kanak untuk mengatasi anak yang sulit berimajinasi pada saat menggambar. Strategi yang diterapkan guru tersebut anatara lain: memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar sesuatu sesuai dengan minat anak, mengajak anak keluar kelas, kemudian meminta anak untuk bercerita dan menggambarkan apa yang ditemukan di lapangan.

Badru Zaman

Secara umum tujuan tayangan video dalam pembelajaran sudah tercapai, yaitu menggambarkan kondisi anak yang sulit berimajinasi ketika diminta guru untuk menggambar serta alternatif pemecahan masalahnya. Kesulitan anak berimajinasi ini muncul terutama ketika guru terlebih dahulu memberikan contoh gambar kepada anak. Anak cenderung meniru apa yang digambar oleh guru.

Berdasarkan tayangan video, kegiatan yang dilakukan oleh guru terpotong (langsung kegiatan guru memberikan contoh gambar pada anak); sehingga tidak terlihat kegiatan pembukaan yang dilakukan oleh guru.

Pendekatan atau strategi yang digunakan oleh guru untuk mengatasi permasalahan anak tersebut sudah tepat, yaitu meminta anak untuk melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga anak dapat menggambar sesuai apa yang dilihatnya.Usulan perbaikan: sebaiknya ditambahkan sedikit teori tentang tahapan perkembangan kognitif anak, khususnya mengenai tahap imitasi (meniru), sehingga penyampaian permasalahan dapat lebih diperkaya.

Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si.

Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, guru mengajak anak-anak didiknya untuk melakukan kegiatan menggambar bebas serta anak diberi kebebasan untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya namun dalam isi bembelajaran anak anak anak menemukan hambatan untuk mengambar, agar anak anak dapat menuangkan ide ide cemerlang guru mengajak anak didik untuk melihat benda –benda yang ada disekitar sekolah dengan begitu anak didik dapat langsung melihat media yang akan dituangkan lewat menggambar sesuai tingkat perkembangan anak didik dan kegiatan pembelajaran menggambar bebas sesuai kurikulum yang berlaku.

–

500 Replies to “Anak Sulit Berimajinasi saat Menggambar”

  1. nama : Nisti Kurniawan Zamili

    pembelajaran tersebut menunjukkan bahwa cara mengatasi anak yang sulit berimajinasi pada saat menggambar. pembelajaran ini sangat penting agar anak tidak merasa tertekan, namun tetap terdorong untuk mencoba. selain itu dengan membebaskan anak untuk menggambar apa saja sesuai dengan imajinasinya & minatnya anak.

  2. Assalamu’alaikum wr. wb..
    Izin ,dari kegiatan yh terdapat dalam Video ini sangat tepat karena anak usia dini belajar melalui panca indra; dengan melihat langsung objek di lapangan, anak mendapatkan “bekal” visual yang kuat sehingga mereka tidak lagi bingung saat harus mulai menggambar. Analisis Singkat Memberikan Kebebasan: Menghapus beban psikologis anak. Saat anak boleh menggambar apa yang mereka sukai, mereka merasa lebih percaya diri karena tidak takut hasilnya dianggap salah. Mengajak Keluar Kelas: Ini adalah cara terbaik memancing ide. Dunia nyata (pohon, awan, serangga) memberikan inspirasi yang jauh lebih kaya daripada sekadar menatap tembok kelas. Bercerita Dahulu: Bercerita berfungsi untuk merapikan pikiran. Jika anak sudah bisa menceritakan apa yang dilihatnya, maka tangan mereka akan lebih mudah mengikuti untuk menggambarkannya.

    Metode ini sangat cerdas karena tidak memaksa anak untuk “berpikir keras”, melainkan mengajak anak untuk “mengamati dan merasakan”, yang secara alami akan memunculkan keinginan untuk menggambar.
    Terimakasih..
    Wassalamualaikum🙏

  3. Nama : Hayyu Awwaliyah
    NIM : 877633078

    Menurut saya, program dalam video tersebut menunjukkan strategi pembelajaran yang sangat baik dalam mengembangkan kemampuan imajinasi anak, khususnya dalam kegiatan menggambar. Guru tidak memaksakan hasil karya tertentu, tetapi memberikan kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan ide sesuai dengan minat dan pengalaman mereka. Hal ini sangat penting karena setiap anak memiliki cara berpikir dan tingkat imajinasi yang berbeda.

    Kegiatan mengajak anak keluar kelas merupakan langkah yang tepat, karena anak mendapatkan pengalaman langsung dari lingkungan sekitarnya. Melalui pengamatan tersebut, anak dapat memperoleh inspirasi nyata yang kemudian dituangkan dalam bentuk gambar. Proses ini membantu anak yang sebelumnya kesulitan berimajinasi menjadi lebih mudah dalam menuangkan ide.

    Selain itu, kegiatan bercerita sebelum menggambar juga sangat efektif untuk melatih kemampuan bahasa sekaligus memperkaya imajinasi anak. Anak menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan apa yang mereka lihat dan rasakan, lalu menghubungkannya dengan kegiatan menggambar.

    Dari video ini, saya memahami bahwa untuk mengembangkan imajinasi anak, guru perlu menciptakan suasana belajar yang fleksibel, menyenangkan, dan kontekstual. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan pengalaman bermakna, bukan sekadar mengarahkan hasil akhir. Pendekatan seperti ini sangat mendukung perkembangan kreativitas, bahasa, dan kepercayaan diri anak usia dini.

    Terimakasih

  4. Assalamualaikum wr WB
    Menurut saya video pembelajaran tersebut sangat tepat Itu strategi paling ampuh untuk anak yang “bingung” pas disuruh gambar

    Anak yang sulit berimajinasi saat menggambar biasanya bukan nggak kreatif. Masalahnya ada 3:
    1. Kurang pengalaman nyata
    2. Takut salah karena sering dikoreksi “Matahari kok ijo”, “Rumah kok terbang”
    3. Perintahnya terlalu abstrak “Gambar pemandangan ya” itu berat buat anak Tk.

    1. Memberikan kebebasan menggambar sesuai minat anak Ini ngilangin rasa “takut salah”.
    Anak TK itu dunianya spesifik banget. Ada yang obsesinya dinosaurus, ada yang sukanya Tayo, ada yang tiap hari gambarnya kucing melulu. Kalau kita bebaskan, dia jadi berani karena gambar sesuatu yang dia kenal. Dari situ kepercayaan dirinya naik dulu.
    2. Mengajak keluar kelas, observasi, lalu bercerita & menggambar ini untuk mengisi otak anak.
    Imajinasi itu nggak muncul dari ruang kosong. Anak harus mengalami dulu baru bisa ngebayangin Pas dia lihat daun jatuh, semut berbaris, awan bentuk kelinci, otaknya nyimpen. Nanti pas disuruh gambar, dia tinggal menggambar
    Anak sulit imajinasi itu biasanya butuh “dipancing”, bukan “diajarin”. Dan 2 cara tadi adalah cara terbaik.

      1. maaf izin menjawab bunda

        kita jangan langsung menyalahkan atau memarahi anak karena hal tersebut karena bisa menurunkan rasa percaya diri mereka.
        untuk pertama kita berikan pujian atas usaha anak dan kita hargai kreativitas mereka karena terkadang anak mungkin sedang berimajinasi, setelah itu tanyakan alasannya mengapa mewarnainya tidak sesuai ( seperti langit berwarna merah )
        Untuk mengoreksi yang menyenangkan kita ajak anak untuk melihat objek asli disekitar atau menggunakan alat bantu visual seperti buku bergambar atau kartu warna untuk menunjukkan warna yang umung digunakan pada objek tersebut.

        Terimakasih
        Mohon maaf bila ada kesalahan.

  5. Menurut saya, cara yang dilakukan oleh Guru dalam video tersebut sudah baik. Guru memberi kebebasan anak untuk menggambar sesuai keinginan dan mengajak anak keluar kelas. Ini membantu anak mendapatkan pengalaman langsung, sehingga lebih mudah berimajinasi. Kegiatan bercerita juga bagus karena membantu anak menuangkan ide ke dalam gambar.

    Saran sederhana untuk guru:

    Beri pertanyaan ringan, seperti “kamu gambar apa?” atau “lagi ngapain?” supaya anak lebih berimajinasi.
    Jangan memberi contoh gambar yang terlalu bagus, agar anak tidak hanya meniru.
    Gunakan alat gambar yang beragam (krayon, cat, dll) supaya anak lebih tertarik.
    Selalu puji hasil gambar anak agar mereka percaya diri.

Leave a Reply