269 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman kanak-kanak untuk mengatasi anak yang sulit berimajinasi pada saat menggambar. Strategi yang diterapkan guru tersebut anatara lain: memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar sesuatu sesuai dengan minat anak, mengajak anak keluar kelas, kemudian meminta anak untuk bercerita dan menggambarkan apa yang ditemukan di lapangan.

Badru Zaman

Secara umum tujuan tayangan video dalam pembelajaran sudah tercapai, yaitu menggambarkan kondisi anak yang sulit berimajinasi ketika diminta guru untuk menggambar serta alternatif pemecahan masalahnya. Kesulitan anak berimajinasi ini muncul terutama ketika guru terlebih dahulu memberikan contoh gambar kepada anak. Anak cenderung meniru apa yang digambar oleh guru.

Berdasarkan tayangan video, kegiatan yang dilakukan oleh guru terpotong (langsung kegiatan guru memberikan contoh gambar pada anak); sehingga tidak terlihat kegiatan pembukaan yang dilakukan oleh guru.

Pendekatan atau strategi yang digunakan oleh guru untuk mengatasi permasalahan anak tersebut sudah tepat, yaitu meminta anak untuk melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga anak dapat menggambar sesuai apa yang dilihatnya.Usulan perbaikan: sebaiknya ditambahkan sedikit teori tentang tahapan perkembangan kognitif anak, khususnya mengenai tahap imitasi (meniru), sehingga penyampaian permasalahan dapat lebih diperkaya.

Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si.

Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, guru mengajak anak-anak didiknya untuk melakukan kegiatan menggambar bebas serta anak diberi kebebasan untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya namun dalam isi bembelajaran anak anak anak menemukan hambatan untuk mengambar, agar anak anak dapat menuangkan ide ide cemerlang guru mengajak anak didik untuk melihat benda –benda yang ada disekitar sekolah dengan begitu anak didik dapat langsung melihat media yang akan dituangkan lewat menggambar sesuai tingkat perkembangan anak didik dan kegiatan pembelajaran menggambar bebas sesuai kurikulum yang berlaku.

269 Replies to “Anak Sulit Berimajinasi saat Menggambar

  1. Kegiatan menggambar pada anak usia dini bukan sekadar mengolah warna di atas kertas, melainkan sarana mengekspresikan pikiran, perasaan, dan imajinasi mereka. Melalui pendekatan yang telah diterapkan, terdapat beberapa poin penting yang dapat direfleksikan:

    Pentingnya Rasa Aman: Memberikan kebebasan memilih ide menggambar terbukti mampu menurunkan kecemasan anak. Saat anak tidak dibatasi oleh petunjuk yang kaku, mereka merasa lebih percaya diri untuk mengeksplorasi gagasan sendiri tanpa takut dinilai salah.

    Lingkungan Luar Kelas sebagai Sumber Ide: Pengalaman langsung di lapangan membuka pancaindra anak secara maksimal. Mengamati objek nyata di luar ruang kelas memberi stimulan visual dan sensori yang segar, sehingga “bank memori” anak terisi dengan hal-hal konkret yang mudah diproses menjadi karya seni.

    Jembatan Verbal Sebelum Visual: Bahasa adalah jembatan menuju imajinasi. Mengajak anak bercerita terlebih dahulu membantu mereka merangkai alur berpikir, melegakan ide yang tersimpan, dan mempermudah penerjemahan gagasan abstrak ke dalam bentuk visual.

  2. Menurut saya, langkah guru mengajak anak keluar kelas untuk mengamati lingkungan sekitar merupakan cara yang baik. Anak memperoleh pengalaman secara langsung sehingga memiliki lebih banyak objek dan pengalaman yang dapat dijadikan sumber ide untuk menggambar. Kegiatan mengamati lingkungan kemudian dilanjutkan dengan bercerita juga dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir, bahasa, kreativitas, dan imajinasinya.

  3. Nama : NAIMATUSADIYAH
    NIM : 857889245

    Setelah melihat tayangan tersebut, bukan berarti anak tidak kreatif. Tetapi bisa disebabkan oleh kurangnya pengalaman, rasa percaya diri, atau kebiasaan yang membuat anak takut menggambar dengan caranya sendiri.
    Melalui pendekatan yang menyenangkan dan memberikan kesempatan untuk bereksplorasi, anak diharapkan dapat lebih bebas berimajinasi serta mengembangkan kreativitasnya melalui kegiatan menggambar.
    Selain memberikan kebebasan kepada anak untuk menuangkan ide, guru juga dapat memberikan apresiasi terhadap setiap hasil karya anak. Karena hal tersebut sangat penting agar anak merasa percaya diri dan tidak takut melakukan kesalahan.

  4. Izin menanggapi video diatas. Menurut saya, strategi yang dilakukan oleh guru dalam video sudah sangat tepat. Masalah anak sulit berimajinasi dalam menggambar juga berkaitan dengan masalah pada rasa percaya dirinya. Dalam hal ini diperlukan perhatian guru untuk terus berupaya agar anak semakin percaya diri dalam mengeksplorasi diri dan lingkungannya. Seperti hal yang dijelaskan dalam video dilakukan secara bertahap. Guru dapat menanyakan preferensi anak dalam menggambar hal yang disukai, membebaskan anak untuk bereksplorasi, mengajak anak keluar ruangan untuk menggambar lingkungan sekolah, dan yang terpenting jika semua hal sudah dilakukan, guru perlu memotivasi dan mengapresiasi hasil karya anak agar anak merasa dihargai dan semakin nyaman untuk mengeksplor. Terima kasih untuk pembelajaran yang sangat berharga ini

Leave a Reply