118 Comments

Sinopsis

Program ini berisi upaya seorang guru pada lembaga Pendidikan anak usia dini untuk mengatasi anak yang terbalik saat menulis lambang bilangan. Upaya yang dilakukan guru tersebut adalah dengan membuat lambang bilangan yang besar seukuran kertas folio, mengajak anak untuk berlomba mengambil gambar lambang bilangan atau huruf yang benar disertai pengecohnya (lambang bilangan atau huruf yang terbalik). Guru juga mengajak anak untuk meraba lambang bilangan dengan media sterofom atau media lain berbentuk lambang bilangan lalu anak diminta menuliskan lambang bilangan tersebut. Selanjutnya guru memberikan tugas berupa lembar kerja yang berisi tugas menebalkan lambang bilangan atau huruf dengan proses yang benar misalnya untuk menulis angka lima dimulai dengan mengajak anak untuk mengimajinasikan lambang bilangan atau huruf yang akan dibuat. Langkah berikutnya guru memberikan kegiatan pelatihan tambahan berupa puzzle lambang bilangan atau huruf kepada anak yang sering melakukan kesalahan, dan memberikan penguatan untuk hasil anak yang baik mendapatkan stempel bintang pada lembar kerjanya.

Netti Hernawati

Video ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman bagaimana seorang guru PAUD  mengatasi anak yang belum bisa membedakan huruf  p, d, dan b. Guru sudah  baik dalam menjelaskan penggunakan huruf dengan contoh suku kata yang menggunakan huruf p,d dan b, yang menggunakan media kartu huruf.

Namun demikian penjelasan guru tersebut   tampaknya masih sulit  diikuti siswanya, sehingga kesannya anak pasif hanya mendengarkan saja.  Barangkali anak akan lebih mudah bila guru menggunakan strategi bermain misalnya melalui lomba mengelompokkan huruf yang sama. Media yang digunakan guru cukup bagus hanya kurang beragam. Bisa dengan mengelompokan pemakaian huruf b dimana warnanya diberi warna biru semua, huruf p di beri warna putih semua dan d berwarna yang lain.

Untuk materi sudah sesuai dengan perkembangan usia anak TK dan juga sesuai dengan kurikulum yang berlaku tentang pengembangan bahasa anak usia 5 -6 tahun.

Melalui metode yang digunakan  guru dalam video ini, anak  akan memiliki pemahaman tentang perbedaan huruf p,d, dan b . Video tersebut bisa jauh lebih bermanfaat bagi siswa dan guru jika dilanjutkan dengan  evaluasi yang merata, sehingga semua anak dapat diketahui pemahamannya masing-masing

Secara umum sudah bagus, himbauan ke depan lebih meningkatkan keaktifan anak dengan beragam penggunaan media kartu huruf atau kartu kata khususnya penggunaan huruf p,d, dan b.

Dra. Aini Indriasih, M.Pd (Semarang)

Cara guru membuka materi masih berpusat pada guru, dan anak menjadi pendengar, anak tidak di beri kesempatan untuk mengungkapkan/ berpendapat/mengamati/mempresentasikan tentang huruf tersebut. 2. Penggunaan strategi yang tepat anak diajak untuk bereksplore dengan huruf yang mirip ini, agar mampu membedakan bentuk huruf p b d tersebut, tidak hanya dari Ape yang ada tetapi juga dengan gerakan tubuh anak itu sendiri, sehingga anak akan mengetahui letak setengah lingkaran untuk huruf b d dan p dengan benar dari posisi dirinya 3. Sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia 5-6 tahun 4. Sesuai dengan kurikulum yang berlaku yaitu :

Pengembangan bahasa, dengan lingkup perkembangan bahasa usia 5-6

Mengungkapkan bahasa (K13) materi berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal symbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung 2. Keaksaraan (K13)materi menyebutkan symbol huruf yang dikenal

Lingkup perkembangan kognitif

Berfikir simbolik (K13) TPPA 3.4 mengenal berbagai macam lambang huruf vocal dan konsonan

Evanigustiningtyas

118 Replies to “Anak Tidak Dapat Membedakan Huruf yang Mirip

  1. Nama : Sri Wyke firmadhany
    Nim : 856310615

    Mengapa Anak Sering Tertukar Huruf b, d, dan p?
    Huruf-huruf tersebut memiliki bentuk dasar yang hampir sama (garis lurus dan lingkaran), hanya berbeda arah atau posisi. Bagi anak, perbedaan arah seperti kiri-kanan atau atas-bawah masih cukup sulit dipahami.
    Selain itu:
    * Perkembangan visual anak belum matang → anak masih belajar mengenali detail bentuk
    Kesadaran arah (orientasi ruang) *masih berkembang → bingung membedakan kiri, kanan, atas, bawah
    *Daya ingat visual belum kuat → mudah lupa bentuk huruf yang baru dipelajari
    *Koordinasi mata dan tangan belum stabil → saat menulis sering terbalik
    Hal ini wajar dan tidak selalu menunjukkan adanya gangguan belajar. Namun tetap perlu pendampingan yang tepat.
    Tanggapan dan Cara Mengatasinya

    1. Gunakan metode visual yang jelas dan menarik
    Gunakan warna berbeda untuk setiap huruf. Misalnya:
    b warna biru
    d warna merah
    p warna hijau
    Ini membantu anak membedakan secara visual.

    2. Kaitkan huruf dengan benda yang familiar
    Agar lebih mudah diingat:
    b → bola
    d → dadu
    p → pensil
    Anak akan lebih cepat mengingat jika dikaitkan dengan benda nyata.

    3. Ajarkan dengan gerakan tubuh (kinestetik)
    Misalnya:
    #Membentuk huruf dengan tangan atau tubuh
    #Menulis huruf di udara
    #Menggambar huruf di pasir atau tepung
    Cara ini membantu anak yang belajar lewat gerakan.

    4. Latihan berulang tapi menyenangkan
    Latihan penting, tapi jangan membuat anak tertekan. Bisa melalui:
    #Permainan mencocokkan huruf
    #Tebak huruf
    #Menyusun kartu huruf

    5. Fokus satu huruf dulu
    Jangan langsung mengajarkan semua huruf mirip sekaligus. Ajarkan satu huruf sampai anak cukup paham, baru lanjut ke huruf lain.

    6. Berikan pujian dan dukungan
    Setiap kemajuan kecil perlu diapresiasi. Ini akan meningkatkan kepercayaan diri anak dan membuat mereka lebih semangat belajar.

    7. Gunakan trik sederhana membedakan huruf
    Contoh:
    b → batang dulu, baru perut (ke kanan)
    d → perut dulu, baru batang
    p → batang turun ke bawah

    Hal yang Perlu Diperhatikan
    Jika anak sudah cukup lama belajar tetapi masih sangat kesulitan membedakan huruf, bahkan disertai kesulitan membaca secara umum, bisa jadi perlu perhatian lebih lanjut (misalnya konsultasi dengan guru atau ahli). Namun pada sebagian besar anak, ini hanya bagian dari proses belajar.

    Kesimpulannya :
    Kesulitan membedakan huruf seperti b, d, dan p adalah hal yang wajar dalam tahap awal belajar membaca. Dengan pendekatan yang sabar, kreatif, dan menyenangkan, anak akan mampu memahami
    perbedaannya. Yang terpenting adalah tidak memaksa, melainkan mendampingi anak sesuai dengan tahap perkembangannya.

  2. NAMA : MARTINA MERDEKAWATI
    NIM : 859941792
    UTPBJJ : JAKARTA

    Refleksi saya setelah menyaksikan dan menyimak dari video tersebut di atas antara lain adalah :

    1. Memang di anak – anak Paud sering sekali terjadinya kekeliruan pada anak dalam pengucapan dan memahami huruf -huruf
    yang hampir mirip , nah dari video ini saya mendapatkan referensi baru cara mengenalkan kepada anak huruf – huruf yang
    bentuknya hampir mirip
    2. Dalam video tersebut Guru memberikan contoh berupa tulisan yang ingin dipelajari lalu guru menyebutkannya secara lantang
    dan perlahan sehingga bisa ditirukan oleh anak- anak dalam menyebutkannya.

    Akan tetapi menurut saya seiring dengan perubahan zaman yang semakin berkembang ada beberapa kelemahan dalam video pembelajaran ini jika mau diterapkan di dalam kelas , yaitu :
    (1) Media yang digunakan kurang bervariasi , dalam video ini media berbentuk kertas kecil yang bertuliskan huruf dengan
    warna yang sama sehingga bisa menimbulkan kejenuhan pada anak
    (2) Metode yang digunakan belum berpusat pada anak tapi masih berpusat pada guru

    Saran saya terkait tentang pembelajaran pengenalan huruf yang mirip , adalah :
    (1) Guru bisa memanfaatkan tekhnologi yang ada disekitar misalkan seperti Handphone , Laptop , televisi digital , tablet
    dan lainnya , saya memahami mungkin saat dibuatnya video ini perkembangan tekhnologi belum secanggih sekarang
    (2) Guru bisa membuat kartu warna – warni pada huruf yang sama bisa menggunakan warna yang sama juga , bagi anak
    yang mempunyai kecerdasan visual ini sangat terbantu sekali
    (3) Media yang digunakan bisa lebih kreatif lagi misalkan : anak – anak bisa menulis atau menirukan bentuk huruf
    menggunakan pasir kinetic , clay , lilin playdough,cat air dengan cara finger painting atau bisa menggunakan bahan –
    bahan losepart seperti batu , kacang-kacangan , beras , biji – bijian , tutup botol sehingga pembelajaran yang dilaksanakan
    adalah termasuk ke dalam pembelajaran terpadu yaitu Bermain sambil belajar
    (4) Dalam pembelajaran tersebut juga bisa menggunakan permainan/ game misalkan “ anak mengelompokkan huruf yang
    sama lalu anak menyebutkan hurufnya “

    Demikian refleksi dan saran dari saya .Jika kurang berkenan mohon maaf .Semoga bermanfaat
    Terima kasih

  3. Asalamualaikum wr.wb
    menurut Saya anak yang sulit mebedakan huruf yang mirip adalah hal yang wajar dalam proses belajar membaca.hal ini biasanya terjadi karena mereka masi dalam tahap mengenal bentuk dan arah huruf,dengan latihan yang rutin metode belajar menyenangkan serta bimbingan yang sabar dari orang tua atau guru kemampuan anak akan berkembang secara bertahap

  4. kita sebagai guru seringkali menjumpai anak anak yang seperti video tersebut, sulit membedakan huruf yang hampir sama. Video tersebut dapat menjadi solusi bagi guru yang mungkin kesulitan dalam menghadapi murid yang persepsinya keliru atas huruf yang bentuknya hampir sama.
    Selain cara diatas, sesekali juga saya mengajak anak untuk bermain Brain game tentang huruf b dan d, huruf p dan q

  5. Assalamu’alaikum, ada sebagian anak dikelas saya juga yang belum dapat membedakan huruf b,d, dan p, untuk anak-anak tersebut dapat diberikan perhatian khusus, biasanya saya memperlihatkan mulut saya bagaimana cara pengucapannya dan bentuk hurufnya, karena kalau hanya didengar sekilas huruf tersebut terdengar mirip, dan saya juga memberikan contoh kata dari huruf-huruf tersebut agar anak dapat memahaminya.

Leave a Reply