134 Comments

Sinopsis

Program ini berisi upaya seorang guru pada lembaga Pendidikan anak usia dini untuk mengatasi anak yang terbalik saat menulis lambang bilangan. Upaya yang dilakukan guru tersebut adalah dengan membuat lambang bilangan yang besar seukuran kertas folio, mengajak anak untuk berlomba mengambil gambar lambang bilangan atau huruf yang benar disertai pengecohnya (lambang bilangan atau huruf yang terbalik). Guru juga mengajak anak untuk meraba lambang bilangan dengan media sterofom atau media lain berbentuk lambang bilangan lalu anak diminta menuliskan lambang bilangan tersebut. Selanjutnya guru memberikan tugas berupa lembar kerja yang berisi tugas menebalkan lambang bilangan atau huruf dengan proses yang benar misalnya untuk menulis angka lima dimulai dengan mengajak anak untuk mengimajinasikan lambang bilangan atau huruf yang akan dibuat. Langkah berikutnya guru memberikan kegiatan pelatihan tambahan berupa puzzle lambang bilangan atau huruf kepada anak yang sering melakukan kesalahan, dan memberikan penguatan untuk hasil anak yang baik mendapatkan stempel bintang pada lembar kerjanya.

Netti Hernawati

Video ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman bagaimana seorang guru PAUD  mengatasi anak yang belum bisa membedakan huruf  p, d, dan b. Guru sudah  baik dalam menjelaskan penggunakan huruf dengan contoh suku kata yang menggunakan huruf p,d dan b, yang menggunakan media kartu huruf.

Namun demikian penjelasan guru tersebut   tampaknya masih sulit  diikuti siswanya, sehingga kesannya anak pasif hanya mendengarkan saja.  Barangkali anak akan lebih mudah bila guru menggunakan strategi bermain misalnya melalui lomba mengelompokkan huruf yang sama. Media yang digunakan guru cukup bagus hanya kurang beragam. Bisa dengan mengelompokan pemakaian huruf b dimana warnanya diberi warna biru semua, huruf p di beri warna putih semua dan d berwarna yang lain.

Untuk materi sudah sesuai dengan perkembangan usia anak TK dan juga sesuai dengan kurikulum yang berlaku tentang pengembangan bahasa anak usia 5 -6 tahun.

Melalui metode yang digunakan  guru dalam video ini, anak  akan memiliki pemahaman tentang perbedaan huruf p,d, dan b . Video tersebut bisa jauh lebih bermanfaat bagi siswa dan guru jika dilanjutkan dengan  evaluasi yang merata, sehingga semua anak dapat diketahui pemahamannya masing-masing

Secara umum sudah bagus, himbauan ke depan lebih meningkatkan keaktifan anak dengan beragam penggunaan media kartu huruf atau kartu kata khususnya penggunaan huruf p,d, dan b.

Dra. Aini Indriasih, M.Pd (Semarang)

Cara guru membuka materi masih berpusat pada guru, dan anak menjadi pendengar, anak tidak di beri kesempatan untuk mengungkapkan/ berpendapat/mengamati/mempresentasikan tentang huruf tersebut. 2. Penggunaan strategi yang tepat anak diajak untuk bereksplore dengan huruf yang mirip ini, agar mampu membedakan bentuk huruf p b d tersebut, tidak hanya dari Ape yang ada tetapi juga dengan gerakan tubuh anak itu sendiri, sehingga anak akan mengetahui letak setengah lingkaran untuk huruf b d dan p dengan benar dari posisi dirinya 3. Sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia 5-6 tahun 4. Sesuai dengan kurikulum yang berlaku yaitu :

Pengembangan bahasa, dengan lingkup perkembangan bahasa usia 5-6

Mengungkapkan bahasa (K13) materi berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal symbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung 2. Keaksaraan (K13)materi menyebutkan symbol huruf yang dikenal

Lingkup perkembangan kognitif

Berfikir simbolik (K13) TPPA 3.4 mengenal berbagai macam lambang huruf vocal dan konsonan

Evanigustiningtyas

134 Replies to “Anak Tidak Dapat Membedakan Huruf yang Mirip

  1. Setelah mengamati tayangan video dari Guru Pintar Online mengenai “Anak Tidak Dapat Membedakan Huruf yang Mirip”, yang dilakukan guru dalam video cara mengatasi anak yang keliru membedakan huruf sejenis seperti huruf b, d, dan p sangat menginspirasi saya. Metode berjenjang mulai dari pelafalan, menulis di udara, hingga menulis di papan tulis terbukti efektif menyatukan pemahaman bunyi, bentuk, gerakan, dan keterampilan menulis siswa.
    Ke depannya, saya berencana mengembangkan kegiatan tersebut di kelas melalui aktivitas pelacakan taktil (sensori rabaan), seperti menjiplak huruf di atas nampan berisi pasir, beras, atau tepung. Media konkret ini akan membantu anak mengonstruksi, membandingkan, dan mengenali ciri khas dari setiap huruf yang mirip secara visual. Menurut saya, pembelajaran berbasis pengalaman nyata ini jauh lebih bermakna karena anak terlibat aktif dalam menemukan konsep, bukan sekadar menjadi pendengar pasif.
    Melalui video ini saya sadar bahwa kunci menghadapi kesulitan belajar anak adalah stimulasi yang konsisten serta penyediaan ruang belajar yang nyata, interaktif, beragam, dan menyenangkan.

  2. Nama : Ita umiati. Nim: 856670799. Menurut saya kegiatan yang dilakukan ibu guru sangat menginspirasi dan menyenangkan. Ibu guru mengenalkan konsep pengenalan huruf b,d dan p . Pada anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan media kartu yang menarik. Kegiatan terbaik lagi dalam membedakan huruf yang mirip

  3. Dari video yang saya amati, saya menyimpulkan bahwa pembelajaran anak usia dini perlu dilakukan dengan cara yang menyenangkan, menggunakan media yang sesuai, dan melibatkan anak secara aktif. Guru juga perlu memperhatikan kemampuan setiap anak karena perkembangan mereka tidak selalu sama.

    Sebagai guru PAUD, saya belajar bahwa keberhasilan pembelajaran bukan hanya dilihat dari apakah anak sudah bisa menjawab atau menghafal materi, tetapi juga dari proses ketika anak mencoba, bertanya, dan berani mengikuti kegiatan. Oleh karena itu, saya perlu lebih sabar, kreatif, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar sesuai dengan tahap perkembangannya.

  4. Nama : Alini Yoshi Amelinda
    NIM : 877691625
    UPBJJ-UT : Purwokerto

    Izin menanggapi video tersebut.

    Analisis :
    Setelah melihat video tentang anak yang belum dapat membedakan huruf yang mirip, saya melihat bahwa guru menggunakan kegiatan yang menarik untuk membantu anak mengenali huruf melalui gambar dan kata-kata sederhana. Guru mengajak anak mengamati dan membedakan huruf yang bentuknya hampir sama, sehingga anak dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Menurut saya, kegiatan seperti ini dapat membantu anak memahami huruf secara bertahap tanpa merasa tertekan.

    Refleksi :
    Dalam kegiatan pembelajaran, saya akan mencoba menggunakan kartu huruf, gambar, atau permainan mencocokkan huruf agar anak lebih mudah memahami bentuk huruf yang mirip. Saya juga akan memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba lagi tanpa memarahinya ketika masih salah. Dengan begitu, anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan tidak takut untuk mencoba.

  5. Assalamualaikum wr wb
    NAMA : MUNAWAROH
    NIM : 857888497

    Dari pengamatan terhadap video tersebut, terlihat jelas bagaimana pendidik membantu anak yang masih bingung membedakan huruf-huruf serupa. Melalui media gambar dan penyampaian kata sederhana yang menyenangkan, siswa dapat memahami perbedaan huruf dengan lebih santai dan bertahap.
    Refleksi:
    Ke depannya, saya tertarik memanfaatkan kartu bergambar dan permainan edukatif saat mengajar. Metode ini sangat berguna untuk membantu siswa membedakan bentuk huruf yang mirip. Saya juga ingin memastikan siswa merasa nyaman dan tidak takut berbuat salah selama proses pembelajaran berlangsung.

Leave a Reply