117 Comments

Sinopsis

Program ini berisi upaya seorang guru pada lembaga Pendidikan anak usia dini untuk mengatasi anak yang terbalik saat menulis lambang bilangan. Upaya yang dilakukan guru tersebut adalah dengan membuat lambang bilangan yang besar seukuran kertas folio, mengajak anak untuk berlomba mengambil gambar lambang bilangan atau huruf yang benar disertai pengecohnya (lambang bilangan atau huruf yang terbalik). Guru juga mengajak anak untuk meraba lambang bilangan dengan media sterofom atau media lain berbentuk lambang bilangan lalu anak diminta menuliskan lambang bilangan tersebut. Selanjutnya guru memberikan tugas berupa lembar kerja yang berisi tugas menebalkan lambang bilangan atau huruf dengan proses yang benar misalnya untuk menulis angka lima dimulai dengan mengajak anak untuk mengimajinasikan lambang bilangan atau huruf yang akan dibuat. Langkah berikutnya guru memberikan kegiatan pelatihan tambahan berupa puzzle lambang bilangan atau huruf kepada anak yang sering melakukan kesalahan, dan memberikan penguatan untuk hasil anak yang baik mendapatkan stempel bintang pada lembar kerjanya.

Netti Hernawati

Video ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman bagaimana seorang guru PAUD  mengatasi anak yang belum bisa membedakan huruf  p, d, dan b. Guru sudah  baik dalam menjelaskan penggunakan huruf dengan contoh suku kata yang menggunakan huruf p,d dan b, yang menggunakan media kartu huruf.

Namun demikian penjelasan guru tersebut   tampaknya masih sulit  diikuti siswanya, sehingga kesannya anak pasif hanya mendengarkan saja.  Barangkali anak akan lebih mudah bila guru menggunakan strategi bermain misalnya melalui lomba mengelompokkan huruf yang sama. Media yang digunakan guru cukup bagus hanya kurang beragam. Bisa dengan mengelompokan pemakaian huruf b dimana warnanya diberi warna biru semua, huruf p di beri warna putih semua dan d berwarna yang lain.

Untuk materi sudah sesuai dengan perkembangan usia anak TK dan juga sesuai dengan kurikulum yang berlaku tentang pengembangan bahasa anak usia 5 -6 tahun.

Melalui metode yang digunakan  guru dalam video ini, anak  akan memiliki pemahaman tentang perbedaan huruf p,d, dan b . Video tersebut bisa jauh lebih bermanfaat bagi siswa dan guru jika dilanjutkan dengan  evaluasi yang merata, sehingga semua anak dapat diketahui pemahamannya masing-masing

Secara umum sudah bagus, himbauan ke depan lebih meningkatkan keaktifan anak dengan beragam penggunaan media kartu huruf atau kartu kata khususnya penggunaan huruf p,d, dan b.

Dra. Aini Indriasih, M.Pd (Semarang)

Cara guru membuka materi masih berpusat pada guru, dan anak menjadi pendengar, anak tidak di beri kesempatan untuk mengungkapkan/ berpendapat/mengamati/mempresentasikan tentang huruf tersebut. 2. Penggunaan strategi yang tepat anak diajak untuk bereksplore dengan huruf yang mirip ini, agar mampu membedakan bentuk huruf p b d tersebut, tidak hanya dari Ape yang ada tetapi juga dengan gerakan tubuh anak itu sendiri, sehingga anak akan mengetahui letak setengah lingkaran untuk huruf b d dan p dengan benar dari posisi dirinya 3. Sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia 5-6 tahun 4. Sesuai dengan kurikulum yang berlaku yaitu :

Pengembangan bahasa, dengan lingkup perkembangan bahasa usia 5-6

Mengungkapkan bahasa (K13) materi berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal symbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung 2. Keaksaraan (K13)materi menyebutkan symbol huruf yang dikenal

Lingkup perkembangan kognitif

Berfikir simbolik (K13) TPPA 3.4 mengenal berbagai macam lambang huruf vocal dan konsonan

Evanigustiningtyas

117 Replies to “Anak Tidak Dapat Membedakan Huruf yang Mirip

  1. Nama Jumriati
    Nim 859442321
    Pada video ini ” anak yang membedakan huruf yang mirip”
    Pada video ini terlihat seorang guru yang sedang berusaha mengenalkan kepada anak tentang bagaimana huruf yang mirip itu. Huruf yang memiliki kemiripan terdiri dari “p” “b” “d”
    Kelebihan dari video ini yaitu dengan metode yang dilakukan oleh guru pada video ini akan membuat anak akan lebih mudah mengerti karakteristik dari huruf yang mirip tersebut . Dengan memberikan apresiasi kepada anak maka anak akan lebih mudah menangkap apa yang kita ajarkan
    Kekurangan dari video ini yaitu seharusnya anak di berikan sebuah lembar kerja yang dominan huruf yang mirip secara satu persatu sehingga anak dapat mengenal huruf dengan karakteristik tersendirinya bukan hanya menulis di papan tulis saja karena kemungkinan ada anak yang tidak ingin menulis langsung di papan tulis, disamping itu anak anak lebih semangat jika pengenalannya seperti sedang bermain seperti melompat pada kertas yang memiliki 1 huruf yg mirip dengan
    huruf yang lainnya.
    Terimakasih

  2. NAMA: DESI SUSANTI
    NIM: 856275044

    Pada video kedua ini saya menganalisa video “Guru Pintar Online”, yaitu ” Anak Tidak Dapat Membedakan Huruf yang Mirip.
    menyoroti permasalahan umum pada anak usia dini (PAUD), yaitu kesulitan membedakan huruf-huruf yang memiliki bentuk visual serupa atau merupakan cerminan satu sama lain. Seperti huruf yang sering tertukar” b/d, p/q, m/n, u/v, atau huruf kapital dan huruf kecil yang bentuknya sama seperti O/o, C/c. Anak seringkali hanya melihat bentuk garis dan lengkungan secara umum tanpa memperhatikan arah hadap lengkungan tersebut (kanan/kiri atau atas/bawah). Hal ini bisa juga disebabkan oleh pengaruh Perkembangan Kognitif Anak usia dini masih dalam tahap pengembangan kemampuan persepsi visual dan orientasi ruang, dan bisa juga karena Metode Pengajaran yang Kurang Variatif Pengenalan huruf yang hanya mengandalkan hafalan visual tanpa alat bantu seringkali membuat anak bingung.
    Solusi dan Strategi yang dapat dilakukan untuk membantu anak membedakan huruf-huruf mirip tersebut diantaranya:
    a. Penggunaan Alat Bantu Visual (Flashcards): Guru menggunakan kartu huruf berukuran besar untuk menunjukkan perbedaan posisi lengkungan secara jelas
    b. Asosiasi dengan Benda atau Kata: Mengaitkan huruf dengan kata-kata yang mudah diingat, misalnya huruf ‘b’ untuk “buku” atau “beli”
    c. Aktivitas Menulis Interaktif: Meminta anak untuk mencoba menuliskan sendiri huruf-huruf tersebut di papan tulis sambil diberikan arahan lisan mengenai arah garis dan lengkungannya.
    d. Latihan Pengulangan: Melakukan latihan menebalkan atau menulis kata-kata sederhana yang mengandung huruf-huruf sulit tersebut, seperti “papa bobo” atau “beli buku”.
    Video diatas dapat kita ambil pelajaran bahwa “Membaca itu bukan sekadar menghafal bentuk mata, tapi proses otak yang sangat kompleks.” Tugas guru PAUD bukan memaksa anak bisa membaca di usia 5 tahun, tapi mempersiapkan kematangan siap baca (reading readiness) melalui bermain, pengasahan motorik halus, dan kemampuan bahasa lisan. Jika anak tidak bisa membedakan huruf, gantilah kertas dan pensil dengan pasir, plastisin, dan gerakan tubuh.

  3. Assalamu’alaikum wr wb
    Nama: Arnaf Lindawati
    NIM : 857270428

    Kejadian pada video yg ditampilkan juga sering terjadi pada murid saya di sekolah , ada beberapa anak yang masih kesulitan dalam membedakan huruf b, dan p, pada video ini pemberian 2 kata dengan huruf yang mirip menurut saya adalah cara yang efektif dan dengan memberikan warna berbeda pada huruf huruf yang mirip ( b,d,p) mempermudah anak-anak membedakan huruf tersebut sehingga anak dapat menghafalnya.
    Pada video ini juga menunjukan kesabaran guru dalam mendampingi dan metode pembelajaran yang menarik membuat proses belajar jadi lebih menyenangkan

    Video pembelajaran ini sangat bermanfaat bagi saya dan guru -guru paud

  4. NAMA: BENING
    NIM: 858509119

    Sangat setuju dengan tayangan ini, masalah persepsi visual huruf mirip memang tantangan klasik di PAUD. Video ini bermanfaat sekali sebagai pengingat bahwa perkembangan kognitif anak itu berproses. Namun, kritik saya, jangan sampai kita hanya fokus pada lembar kerja saja. Masukannya, akan sangat bagus jika video tersebut juga mencontohkan penggunaan media konkret seperti huruf dari plastisin atau pasir agar anak belajar lewat sensorik. Terima kasih Guru Pintar Online atas inspirasinya!

  5. Nama : Hayyu Awwaliyah
    NIM : 877633078

    ​Refleksi Pembelajaran: Mengatasi Kesulitan Menulis Terbalik pada Anak
    ​Berdasarkan video pembelajaran tersebut, saya menemukan bahwa kunci utama dalam mengatasi anak yang menulis terbalik adalah penggabungan antara imajinasi dan gerakan fisik (kinestetik).

    Berikut adalah poin-poin refleksi saya:

    1. ​Pentingnya Air Writing (Menulis di Udara): Langkah guru mengawali pembelajaran dengan mengajak anak berimajinasi dan membentuk huruf “P” di udara sangat efektif. Ini membantu anak membangun “peta konsep” di otaknya sebelum dipraktikkan pada media nyata.

    2. ​Aplikasi Bertahap: Memanggil anak satu per satu ke papan tulis memungkinkan guru memantau alur gerak tangan anak secara langsung. Hal ini memastikan anak tidak hanya menghasilkan bentuk yang benar, tetapi juga mengikuti proses coretan yang benar.

    ​Kesimpulan:
    Penanganan ini membuktikan bahwa anak usia dini membutuhkan pendekatan yang konkret dan menyenangkan. Guru berhasil mengubah hambatan visual-spasial menjadi aktivitas yang interaktif dan mudah dipahami oleh anak.

    ​Sumber Referensi:
    Video Seri PAUD: “Anak Sulit Dapat Membedakan Huruf yang Mirip” – Laman Guru Pintar Online (GPO), Universitas Terbuka.

Komentar