109 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.

Dwi Astuti

Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.

-

109 Replies to “Anak Belum Mandiri

  1. Nama : Siti nur su’aidah
    Nim : 878196787
    Menurut saya, cara guru dalam menghadapi anak yang masih menangis saat ditinggal orangtuanya sudah sangat baik dan sabar. Guru tidak memaksa anak, tetapi memberikan waktu agar anak bisa berpisah dengan orangtuanya secara perlahan. Sikap guru yang lembut, seperti memeluk, membelai, dan menenangkan anak membuat anak merasa aman dan nyaman di sekolah.

    Saya juga melihat bahwa kerjasama antara guru dan orangtua sangat penting agar anak lebih mudah belajar mandiri. Kegiatan yang diberikan guru juga membantu mengalihkan perhatian anak sehingga anak tidak terus menangis. Selain itu, pemberian reward membuat anak lebih semangat untuk berani dan mandiri. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa anak usia dini membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan yang penuh kesabaran saat menyesuaikan diri di lingkungan baru.

  2. Nama : Eni Suhartini
    Nim : 860485624

    assalamualaikum izin memberikan refleksi
    Video diatas memperlihatkan suasana sekolah pada saat awal tahun ajaran Dimana masih banyak anak yang belum bisa mandiri, namun guru memahami bagaimana cara membangun kemistri dengan anak agar anak merasa nyaman ketika berada di kelas, disana juga diperlihatkan bagaimana guru sangat sabar membimbing anak yang nangis karena tidak mau ditinggal orang tuanya.

    Di video juga dijelaskan bawa ada beberapa tips menghadapi anak yang kurang mandiri diantaranya
    1. mulai mengajak anak untuk berkenalan dengan teman yang lain
    2. memberikanmkesempatan kepada anak untuk menerima kehadirannya sebagai pengganti orang tuanya selama mereka di sekolah.
    3. Kelekatan anak dengan guru membutuhkan waktu yang sangat Panjang ,karenanya guru membutuhkan orientasi dengan anak ,
    4. selain itu guru juga harus memotivasi anak untuk mau bermain Bersama teman dan meminta anak yang sudah bisa mandiri untuk mengajak teman lain untuk bermain Bersama
    5. Guru selalu ada dalam jangkauan anak sehingga mereka merasa nyaman berada di sekolah.
    6. Pemberian reward kepada anak juga membuat anak termotivas untuk semangat sekolah dan bisa mandiri.

    Beberapa tips menghadapi anak yang belum mandiri ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai seorang guru, terutama saat ajaran baru tiba. banyak hal baik yang bisa saya praktekan disekolah saya terkait anak anak yang belum bisa mandiri

  3. Setelah menyimak video tersebut, saya sangat setuju dengan strategi yang diterapkan oleh guru. Mengalihkan perhatian anak melalui berbagai aktivitas menarik dan mengenalkan mereka pada teman sebaya yang komunikatif adalah langkah cerdas untuk mencairkan suasana. Pemberian reward atau pujian kepada anak yang sudah berhasil mandiri juga menjadi stimulus yang bagus, karena dapat memotivasi anak lainnya untuk ikut berani dan berhenti menangis. Video ini memberikan inspirasi nyata mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kelas yang suportif.

  4. Untuk kasus seperti ini menurut saya,guru melakukan pendekatan yang humanis dan penuh kasih sayang.Tidak langsung memisahkan anak dengan orang tua secara paksa.Melainkan memberikan kesempatan dan toleransi beradaptasi secara bertahap,Pendekatan seperti ini tepat karena anak yang baru masuk atau masih cemas dapat menumbuhkan rasa aman.Sehungg anak merasa diterima dan dicintai,anak secara perlahan menghilangkan kecemasan.Ini mengajarkan anak bahwa pendidikan anak usia dini harus dimulai dari hati dan perasaan.

    Selain itu kerjasama antara guru dan oran tua juga sangat penting dan sebagai kunci keberhasilan anak untuk beradaptasi disekolah.Dengan kerjasama yang baik maka membantu anak mandiri secara bertahap,kesepemahaman antara guru dan orang tua sebagai penopang anak belajar mandiri.Hal ini mengingatkan saya,pendidikan adalah kemitraan sekolah dan keluarga,terutama dalam hal pembentukan kepercayaan diri dan kemdirian anak.

    Sehingga strategi seperti ini menjadi langkah yang saling melengkapi untuk membantu anak tumbuh mandiri.Dengan kesabaran,kelembutan,dan kemampuan membangun hubungan emosional yang baik dengan anak adalah kunci utamakeberhasilan pendidikan anak usia dini

  5. Izin menanggapi video tersebut. Dalam kegiatan MPLS kemarin banyak terjadi contoh kasus seperti diatas. Dan ini menjadi tugas guru untuk memberikan pengertian dan kasih sayang pada anak. Karena ketika anak pertama kali datang ke sekolah, anak berada dalam lingkungan yang asing baginya sehingga insting pertama yang dilakukan adalah menangis dan mencari orang tuanya. Guru perlu mendampingi anak dengan sabar dan penuh kasih sayang dalam membangun rasa percaya anak pada guru.

Leave a Reply