1 category
3 Comments
Sinopsis
Video ini berisi tentang pemecahan masalah kesulitan siswa dalam membaca pantun beserta alternatif pemecahan masalahnya.
-
Category: Seri Pembelajaran SD
3 Replies to “Belajar Membaca Pantun”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama : Nina Triana
NIM : 860718099
Video pembelajaran tentang pantun sudah menunjukkan alur yang cukup sistematis. Guru memulai dengan menjelaskan pengertian pantun, kemudian dilanjutkan dengan ciri-ciri pantun seperti terdiri dari empat baris, bersajak a-b-a-b, serta memiliki sampiran dan isi . Penyampaian materi ini sudah sesuai dengan konsep dasar pantun sehingga membantu siswa memahami secara bertahap.
Selain itu, guru juga memberikan contoh pantun sehingga siswa memiliki gambaran konkret. Hal ini penting karena pantun termasuk karya sastra yang memiliki aturan tertentu, sehingga contoh akan memudahkan pemahaman siswa.
Namun, pada bagian kegiatan inti, ketika guru meminta siswa membaca pantun secara berpasangan, terdapat kekurangan yaitu guru tidak memberikan contoh terlebih dahulu tentang cara membaca pantun yang baik. Padahal, contoh dari guru sangat penting sebagai model, terutama bagi siswa sekolah dasar agar mereka mengetahui intonasi, ekspresi, dan pelafalan yang tepat.
Kegiatan berpasangan sebenarnya sudah baik karena dapat meningkatkan keaktifan dan kerja sama siswa. Akan tetapi, tanpa contoh awal, siswa bisa mengalami kebingungan atau kurang percaya diri dalam membaca pantun.
Kesimpulan:
Pembelajaran sudah cukup baik dan terstruktur, tetapi akan lebih optimal jika guru terlebih dahulu memberikan contoh membaca pantun sebelum siswa melakukan praktik, sehingga pembelajaran menjadi lebih jelas, efektif, dan mudah diikuti siswa.
Nama : NUR LAILATUZ ZAHRO
NIM : 858958303
Hal yang sudah baik:
Alur pembelajaran sudah sistematis: dimulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga pemberian contoh pantun. Penyampaian bertahap ini memudahkan siswa memahami materi secara bertahap.
Kegiatan membaca pantun secara berpasangan sudah tepat, dapat melatih keaktifan serta kerja sama antar siswa. Dan adanya apresiasi ketika anak-anak praktek membuat anak percaya diri.
Adapun hal yang perlu diperbaiki:
Saat menjelaskan materi, guru belum memberikan contoh sekaligus cara membacanya dengan nada dan intonasi yang tepat. Contoh pembacaan sebaiknya diberikan sejak awal, bukan saat siswa sudah mulai praktik.
Saat siswa belum mampu membaca dengan baik, guru sebaiknya tidak menegur dengan ucapan seperti: “masak baca pantun aja nggak bisa”. Kalimat tersebut dapat menurunkan kepercayaan diri siswa dan membuat mereka merasa takut salah. Sebaiknya guru membimbing dengan kalimat yang membangun, misalnya: “Mari kita coba pelan-pelan, saya contohkan dulu ya”.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan pembelajaran sudah terstruktur dan berjalan baik. Pembelajaran akan jauh lebih efektif jika guru memberikan contoh sekaligus cara membaca dengan nada yang tepat sejak awal penjelasan, serta menggunakan kata-kata yang memotivasi dan mendukung siswa.
Nama : Siti Aminah Ola
NIM : 856078332
Berdasarkan pengamatan terhadap video pembelajaran, video yang saya amati terdapat kelemahan dan kelebihan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar tersebut.
Kelemahan:
– Guru tidak membuka kegiatan belajar dengan berdoa terlebih dahulu. Karena dengan berdoa sebelum belajar, maka ilmu yang akan disampaikan oleh guru dan ilmu yang diterima oleh siswa mendapatkan berkah dari Allah SWT.
– Tidak melakukan apersepsi terlebih dahulu, seperti menghubungkan materi dengan pengalaman siswa, mempersiapkan siswa, mengidentifikasi pengetahuan awal yang lebih luas yang bukan sekedar arti dari pantun.
– Tidak memberikan contoh pantun terlebih dahulu sebelum siswa membaca pantun. Hal ini dapat berpengaruh pada cara membaca pantun yang tidak sesuai dengan intonasinya.
– Tidak mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat berpengaruh dalam membangkitkan rasa emosional anak dalam menjiwai setiap baris pantun yang dibaca.
Kelebihan:
– Memberikan kesempatan bagi siswa untuk membaca pantun di depan kelas. Hal ini dapat membuat siswa menjadi percaya diri.
– Siswa terlihat antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar.
– Memberikan apresiasi kecil berupa tepuk tangan kepada siswa yang telah membaca pantun di depan kelas.
Solusi:
– Berdoa sebelum belajar.
– Melakukan kegiatan apersepsi terlebih dahulu.
– Memeriksa kesiapan siswa baik secara mental maupun fisik.
– Menciptakan suasana belajar yang variatif dan menyenangkan.
– Memberikan contoh membaca pantun dengan intonasi dan mimik yang baik dan benar kepada anak sehingga pesan pantun dapat tersampaikan kepada yang mendengar.
Berdasarkan pengamatan terhadap video pembelajaran, video yang saya amati terdapat kelemahan dan kelebihan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar tersebut.
Kelemahan: Guru tidak membuka kegiatan belajar dengan berdoa terlebih dahulu. Karena dengan berdoa sebelum belajar, maka ilmu yang akan disampaikan oleh guru dan ilmu yang diterima oleh siswa mendapatkan berkah dari Allah SWT. Tidak melakukan apersepsi terlebih dahulu, seperti menghubungkan materi dengan pengalaman siswa, mempersiapkan siswa, mengidentifikasi pengetahuan awal yang lebih luas yang akan sekadar arti dari pantun.
– Tidak memberikan contoh pantun terlebih dahulu sebelum siswa membaca pantun. Hal ini dapat berpengaruh pada cara membaca pantun yang tidak sesuai dengan intonasinya.
– Tidak mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat berpengaruh dalam membangkitkan rasa emosional anak dalam menjiwai setiap baris pantun yang dibaca.
Kelebihan:
– Memberikan kesempatan bagi siswa untuk membaca pantun di depan kelas. Hal ini dapat membuat siswa menjadi percaya diri.
– Siswa terlihat antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar.
– Memberikan apresiasi kecil berupa tepuk tangan kepada siswa yang telah membaca pantun di depan kelas.
Solusi:
– Berdoa sebelum belajar.
– Melakukan kegiatan apersepsi terlebih dahulu.
– Memeriksa kesiapan siswa baik secara mental maupun fisik.
– Menciptakan suasana belajar yang variatif dan menyenangkan.
– Memberikan contoh membaca pantun dengan intonasi dan mimik yang baik dan benar kepada anak sehingga pesan pantun dapat tersampaikan kepada yang mendengar.