9 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan kesulitan guru kelas V SD dalam mengajarkan peristiwa Perang Diponegoro secara bermakna kepada siswa. Ketika siswa diminta untuk mencatat hal-hal yang dijelaskan guru, siswa kebingungan untuk mencatatnya. Anak-anak diminta untuk mengingat sesuatu atau menghafal sesuatu yang terjadi pada masa lalu, tanpa mengaitkannya dengan masa sekarang. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengajarkan masa lalu, dapat dilakukan dengan cara:

  1. Mengaitkan masa lalu dengan masa sekarang,

  2. Analog kesamaan atau perbedaannya,

  3. Humor dapat membantu siswa untuk mengingat.

Cecep Kuatandi

Konten video tersebut hanya menampilkan guru membuka pelajaran tanpa melalui apersepsi. Sebaiknya ditambahkan bagaimana guru membuka pelajaran dengan apersepsi kepada siswa terlebih dahulu. Hal ini dapat menjadi inspirasi bagi pengunjung, Guru telah menggunakan pendekatan saintifik walaupun tidak sepenuhnya ditampilkan, Solusi pada konten video dapat diterapkan pada berbagai tingkat perkembangan peserta baik kelas bawah maupun kelas atas. Tetapi pada akhir video yang ada beberapa hal yang hanya tepat digunakan pada kelas atas (frame 03.15), Konten video telah sesuai dengan kurikulum nasioanl (kurikulum 2013), Konten video perlu ditambahkan langkah yang tepat ketika guru membimbing siswa kelas bawah atau atas ketika melakukan eksperimen.

Anugerah Putro Setiyo Wibowo, S.S

9 Replies to “Guru Tidak Menggunakan Media Pada Pembelajaran IPA SD

  1. Nama : Nina Triana
    NIM : 860718099

    Video ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPA menjadi kurang efektif ketika guru tidak menggunakan media pembelajaran. Pada awal pembelajaran, guru hanya menggunakan metode ceramah tanpa alat bantu, sehingga siswa terlihat bingung, kurang memahami materi, dan cenderung pasif . Hal ini terjadi karena materi IPA yang seharusnya bersifat konkret disampaikan secara abstrak tanpa visualisasi atau praktik langsung.

    Setelah guru mulai menggunakan media sederhana dari lingkungan sekitar, pembelajaran menjadi lebih menarik dan siswa lebih aktif serta mudah memahami materi . Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran sangat penting dalam meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa.

    Kelebihan
    -Guru berusaha memperbaiki pembelajaran dengan menggunakan media sederhana
    -Memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar
    -Setelah menggunakan media, siswa menjadi lebih aktif dan antusias

    Kekurangan
    -Tidak menggunakan media pembelajaran di awal
    -Metode masih monoton (ceramah)
    -Tidak ada apersepsi dan motivasi
    -Siswa kurang aktif dan mudah bosan
    -Tidak ada penutup atau evaluasi pembelajaran

    Saran
    -Guru sebaiknya menggunakan media pembelajaran sejak awal
    -Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari
    -Menggunakan metode yang interaktif dan variatif
    -Memberikan apersepsi, tujuan, dan evaluasi
    -Melibatkan siswa dalam praktik langsung atau eksperimen sederhana

    Kesimpulan

    Secara keseluruhan, video ini menegaskan bahwa penggunaan media sangat penting dalam pembelajaran IPA. Tanpa media, pembelajaran menjadi abstrak dan kurang menarik. Sebaliknya, dengan media yang tepat, siswa akan lebih mudah memahami materi dan lebih aktif dalam belajar.

  2. Nama: Putri Andini Marizki
    Nim : 856100527
    Situasi yang terlihat di vidio tersebut menunjukkan perbedaan yang cukup jelas antara pembelajaran tanpa media dan pembelajaran dengan media. Pada awalnya, ketika guru hanya menggunakan metode ceramah tanpa alat bantu, pembelajaran IPA menjadi kurang efektif karena siswa cenderung pasif dan sulit membayangkan konsep yang dijelaskan.

    Namun, saat guru mulai memanfaatkan media sederhana dari lingkungan sekitar, terjadi perubahan positif: siswa menjadi lebih aktif, tertarik, dan lebih mudah memahami materi. Ini menegaskan bahwa penggunaan media pembelajaran meskipun sederhana sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran, terutama pada mata pelajaran IPA yang membutuhkan contoh konkret.

    Keterbatasan media, waktu, dan biaya bukanlah hambatan mutlak dalam pembelajaran. Dengan kreativitas, pemanfaatan sumber daya sekitar, dan kemauan untuk berinovasi, guru tetap dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik. Tantangan tersebut justru bisa menjadi peluang untuk mengembangkan kemampuan guru dalam mengajar secara lebih fleksibel dan kreatif.

    Saran
    1. Memanfaatkan media yang sederhana
    Guru tidak perlu bergantung pada alat yang mahal, tetapi bisa menggunakan benda-benda di sekitar seperti daun, batu, atau air sebagai sarana belajar.
    2. Mengurangi metode ceramah
    Penyampaian materi tidak hanya melalui ceramah, tetapi perlu dikombinasikan dengan kegiatan lain seperti praktik atau diskusi agar siswa lebih aktif.
    3. Mempersiapkan pembelajaran dengan baik
    Guru sebaiknya merancang dan menyiapkan media sebelum pembelajaran dimulai agar proses belajar berjalan lebih lancar.
    4. Melibatkan siswa dalam pembelajaran
    Siswa perlu diajak untuk ikut berpartisipasi secara langsung, misalnya melalui kegiatan percobaan atau pengamatan.
    5. Memanfaatkan teknologi yang tersedia
    Jika memungkinkan, guru dapat menggunakan media digital seperti video atau gambar untuk mendukung pembelajaran.

  3. Nama : Marisa Dian Pertiwi
    Nin : 856339684
    Prodi : PGSD
    Menurut pendapat saya, dalam video pembelajaran pada laman Guru Pintar UT yang berjudul “Guru tidak menggunakan media pada pembelajaran IPA SD”, terlihat adanya perbedaan yang cukup jelas antara pembelajaran yang dilakukan guru dalam video dengan pembelajaran yang ideal, khususnya dalam penggunaan media dan keterlibatan siswa.

    Perbedaan pertama terletak pada penggunaan media pembelajaran. Pada video, guru tidak menggunakan media sama sekali dan hanya mengandalkan penjelasan secara lisan. Hal ini membuat materi IPA yang seharusnya konkret menjadi bersifat abstrak dan sulit dipahami oleh siswa. Sementara itu, pada pembelajaran yang ideal, guru seharusnya menggunakan media seperti alat peraga, gambar, atau benda nyata agar siswa dapat melihat dan memahami konsep secara langsung.

    Perbedaan kedua terlihat dari aktivitas siswa. Dalam video, siswa cenderung pasif karena hanya mendengarkan penjelasan guru dan mencatat. Sebaliknya, dalam pembelajaran yang ideal, siswa seharusnya aktif terlibat melalui kegiatan seperti diskusi, pengamatan, atau percobaan sederhana. Dengan keterlibatan aktif, siswa akan lebih mudah memahami materi.

    Perbedaan ketiga berkaitan dengan pemahaman konsep. Pada video, siswa tampak kesulitan memahami materi karena pembelajaran hanya bersifat ceramah. Sedangkan pada pembelajaran ideal, penggunaan media dan aktivitas langsung akan membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam, bukan sekadar menghafal.

    Selain itu, terdapat perbedaan dalam hal motivasi belajar. Siswa dalam video terlihat kurang antusias dan mudah bosan, sementara pada pembelajaran yang menggunakan media, siswa cenderung lebih tertarik dan termotivasi karena pembelajaran menjadi lebih menarik dan bervariasi.

    Dari segi proses pembelajaran, video juga menunjukkan bahwa guru belum melaksanakan tahapan pembelajaran secara lengkap, seperti tidak adanya apersepsi, tujuan pembelajaran yang tidak disampaikan, serta penutup yang kurang maksimal. Padahal, dalam pembelajaran yang ideal, ketiga tahapan tersebut sangat penting untuk membantu siswa memahami alur pembelajaran secara utuh.

    Berdasarkan perbedaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran dan keterlibatan aktif siswa sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran IPA di SD. Pembelajaran yang tidak menggunakan media cenderung kurang efektif dan membosankan, sedangkan pembelajaran yang menggunakan media akan lebih menarik, bermakna, dan mampu meningkatkan pemahaman siswa.

  4. Video ini sangat memberikan gambaran nyata tentang pembelajaran di kelas. Terlihat bahwa guru masih menggunakan metode ceramah tanpa bantuan media pembelajaran, sehingga siswa cenderung kurang aktif dan mudah merasa bosan. Menurut saya, penggunaan media seperti gambar atau alat peraga sangat penting agar siswa lebih memahami materi dan tertarik mengikuti pembelajaran. Semoga ke depannya pembelajaran bisa lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa.

  5. Nama: Putri Anjelina Rahayu
    NIM: 857365905
    Menurut saya, setelah mengamati dari video tersebut sebagai berikut:
    Untuk secara keseluruhan video apa saja kelebihan dari video tersebut?
    • Guru melakukan salam dan menjelaskan apa materi yang akan dilakukan.
    • Guru memiliki keinginan untuk mengupgrade bagaimana cara mengajar yang efektif agar pembelajaran menjadi lebih baik..
    • Kesadaran guru mengetahui apa kekurangan dalam mengajar.
    • Kemauan guru dalam melakukan refleksi dalam pembelajarannya.
    • Setelah mengetahui kekurangan dalam pembelajaran, guru memanfaatkan media dilingkungan sekitar sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif menggunakan daun sebagai media dari pembelajaran IPA.
    Untuk kekurangan dari isi video, apa saja kekurangan dari video pembelajaran yang dilakukan oleh guru tersebut?
    • Pembelajaran kurang efektif karena tidak ada media pembelajaran.
    • Kelas menjadi membosankan dan materi sulit dipahami, dapat membuat pemahaman anak berbeda karena tidak adanya media dalam pembelajaran. (miskonsepsi)
    • Suasana kelas yang pasif.
    • Tujuan dalam pembelajaran sulit dicapai.
    • Kegiatan pembelajaran kurang lengkap.
    Menurut saya, Solusi yang akan dilakukan dalam pembelajaran tersebut sebagai berikut:
    • Mencari media pembelajaran yang cocok untuk materi Pelajaran tersebut, agar pembelajaran menjadi efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai, untuk permasalahan ini dapat digunakan media pembelajaran yang real dan sederhana terdapat dilingkungan sekitar. Contohnya : daun.
    • Mengatur jadwal agar dapat mencari media pembelajaran yang cocok
    • Mencari metode pembelajaran yang dapat membuat anak menjadi aktif dikelas.
    • Guru harus kreatif mencari media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
    • Menyusun kegiatan pembelajaran, agar pembelajaran dikelas terarah dengan baik.sssssssss

Leave a Reply