21 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan kesulitan guru kelas V SD dalam mengajarkan peristiwa Perang Diponegoro secara bermakna kepada siswa. Ketika siswa diminta untuk mencatat hal-hal yang dijelaskan guru, siswa kebingungan untuk mencatatnya. Anak-anak diminta untuk mengingat sesuatu atau menghafal sesuatu yang terjadi pada masa lalu, tanpa mengaitkannya dengan masa sekarang. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengajarkan masa lalu, dapat dilakukan dengan cara:

  1. Mengaitkan masa lalu dengan masa sekarang,

  2. Analog kesamaan atau perbedaannya,

  3. Humor dapat membantu siswa untuk mengingat.

Cecep Kuatandi

Konten video tersebut hanya menampilkan guru membuka pelajaran tanpa melalui apersepsi. Sebaiknya ditambahkan bagaimana guru membuka pelajaran dengan apersepsi kepada siswa terlebih dahulu. Hal ini dapat menjadi inspirasi bagi pengunjung, Guru telah menggunakan pendekatan saintifik walaupun tidak sepenuhnya ditampilkan, Solusi pada konten video dapat diterapkan pada berbagai tingkat perkembangan peserta baik kelas bawah maupun kelas atas. Tetapi pada akhir video yang ada beberapa hal yang hanya tepat digunakan pada kelas atas (frame 03.15), Konten video telah sesuai dengan kurikulum nasioanl (kurikulum 2013), Konten video perlu ditambahkan langkah yang tepat ketika guru membimbing siswa kelas bawah atau atas ketika melakukan eksperimen.

Anugerah Putro Setiyo Wibowo, S.S

21 Replies to “Guru Tidak Menggunakan Media Pada Pembelajaran IPA SD”

  1. Setelah mengamati video “Guru Tidak Menggunakan Media Pada Pembelajaran IPA SD”, saya sepakat bahwa pembelajaran IPA tanpa media membuat suasana kelas menjadi pasif dan materi sulit dipahami. Pembelajaran IPA di SD idealnya wajib menggunakan alat bantu visual atau media konkret guna menjembatani konsep yang abstrak menjadi lebih nyata bagi anak. Solusi ke depan, guru perlu meluangkan waktu untuk merencanakan media pembelajaran yang relevan dalam RPP, baik berupa media sederhana berbasis lingkungan maupun pemanfaatan media digital interaktif demi meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.

  2. Nama : OPEN WAY MARU`O
    Nim : 856060115

    Berdasarkan pengamatan saya pada video tersebut, permasalahan utama terletak pada penyampaian materi IPA yang cenderung abstrak karena guru sama sekali tidak menyertakan media pembelajaran. Hal ini mengakibatkan pembelajaran menjadi monoton, berpusat pada guru, dan memicu potensi miskonsepsi atau verbalisme pada anak usia SD yang secara kognitif masih membutuhkan visualisasi konkrit.
    Saran perbaikan yang dapat saya berikan:
    1. Merancang Media Sederhana: Guru tidak harus membeli media mahal; guru dapat memanfaatkan lingkungan sekitar (lingkungan alam sekolah) sebagai media konkret yang murah dan efektif.

    2. Melibatkan Siswa secara Aktif: Gunakan metode demonstrasi atau kerja kelompok agar siswa tidak sekadar mendengar penjelasan verbal, melainkan ikut berinteraksi langsung dengan objek belajarnya.

    3. Variasi Media Digital: Jika fasilitas sekolah mendukung, penggunaan PowerPoint atau video animasi pendek mengenai proses/konsep IPA akan sangat mendongkrak motivasi dan pemahaman belajar siswa.

  3. Nama : ERPINA DAELI
    Nim : 859798197

    1. Kelemahan Pembelajaran dalam Video:
    • Guru hanya menggunakan metode ceramah secara monoton sepanjang pembelajaran.
    • Guru tidak memanfaatkan media pembelajaran (baik alat peraga konkrit maupun media visual) sehingga konsep IPA yang diajarkan bersifat verbalisme dan abstrak bagi siswa SD.
    • Kurangnya keterlibatan aktif siswa karena pembelajaran sepenuhnya berpusat pada guru (teacher-centered).
    2. Kelebihan Pembelajaran dalam Video:
    • Penyampaian materi oleh guru secara lisan sebenarnya sudah cukup jelas dari segi artikulasi, namun menjadi tidak efektif karena tidak didukung alat bantu visual.
    3. Solusi dan Saran Perbaikan:
    • Penggunaan Alat Peraga/Media Konkrit: Untuk materi IPA SD yang bersifat abstrak, guru sebaiknya memanfaatkan benda nyata di sekitar lingkungan sekolah (media by utilization) seperti daun, batu, atau tanaman.
    • Pemanfaatan Media Digital/Audio-Visual: Guru dapat menggunakan media berbasis teknologi seperti menampilkan gambar/video lewat proyektor atau PowerPoint interaktif agar visualisasi materi lebih menarik dan konkret bagi siswa.
    • Penerapan Metode Variatif: Mengombinasikan ceramah dengan metode demonstrasi atau eksperimen sederhana kelompok sehingga siswa dapat aktif mengamati langsung objek yang sedang dipelajari.

  4. izin Memberikan Komentar

    Nama : Dita Caisar Ranti
    Nim : 877621027

    Menurut saya, guru perlu menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi agar siswa lebih mudah memahami pelajaran. Dalam pembelajaran IPA di SD, media seperti gambar, video, alat peraga, dan percobaan sederhana dapat membantu siswa memahami konsep secara konkret. Begitu juga dalam pembelajaran sejarah, guru dapat mengaitkan peristiwa masa lalu dengan kehidupan masa kini, memberikan analogi tentang persamaan dan perbedaan, serta menyisipkan humor yang mendidik agar siswa lebih tertarik dan mudah mengingat materi. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan tidak hanya berfokus pada kegiatan mencatat atau menghafal, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan memahami materi dengan lebih baik.

  5. Setelah menyimak video micro-teaching “Guru Tidak Menggunakan Media pada Pembelajaran IPA SD”, saya menyadari betapa krusialnya peran media dalam mendukung pemahaman siswa sekolah dasar.

    Pada video tersebut, guru menjelaskan materi jenis-jenis daun hanya melalui ceramah dan buku teks. Tidak terdapat media konkret maupun visual yang ditampilkan. Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran berlangsung satu arah dan membuat siswa kesulitan ketika diminta menyebutkan jenis daun. Padahal, anak usia SD berada pada tahap berpikir konkret, sehingga mereka membutuhkan benda nyata agar konsep IPA dapat dipahami secara bermakna.

    Meskipun penguasaan materi guru cukup baik dan usaha menjaga kedisiplinan kelas tetap dilakukan, ketiadaan media menyebabkan tujuan pembelajaran tidak tercapai secara optimal. Video ini memberi pelajaran bahwa dalam pembelajaran IPA, penggunaan media sederhana seperti daun asli sangat membantu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa.

    Sebagai calon guru, saya semakin yakin bahwa persiapan media harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembelajaran. Ke depan, saya akan selalu berupaya menyediakan media yang sesuai dengan karakteristik materi dan tahap perkembangan siswa agar pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan. Terima kasih atas video yang memberikan gambaran konkret mengenai dampak tidak digunakannya media.

Leave a Reply