25 Comments

Sinopsis

Pada program ini digambarkan upaya seorang guru yang mengajar namun tidak memperhatikan apakah siswa memperhatikan atau tidak. Solusi yang disampaikan dalam tayangan ini adalah upaya guru mengajak siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Caranya adalah dengan mengajak siswa mengeksplorasi suatu objek/benda dengan membilangan/operasi berhitung dasar, kemudian membagi kelas menjadi beberapa kelompok siswa, meminta masing-masing kelompok untuk mengamati objek yang diminati dan guru memberikan bimbingan mereka agar bisa membagi informasi dengan kelompok lain.

Rusdianto

Dalam tampilan video sesi awal  materi pembelajarannya adalah penjumlahan dan pengurangan suatu bilangan. Tujuan pembelajarannya adalah agar siswa dapat menjumlah dan mengurangkan suatu bilangan. Dalam mengawali pembelajaran guru kurang menggunakan prinsip apersepsi, padahal ini sangan penting dalam pembelajaran matematika. Seperti kita lihat waktu guru masuk kelas suasana masih gaduh karena mungkin ada waktu jeda pergantian mata pelajaran tertentu. Pentingnya apersepsi ini yang penting adalah untuk menyiapkan mental siswa untuk masuk ke mata pelajaran matematika, dan untuk menghubungkan materi pembelajaran yang lalu dengan mata pelajaran sekarang. Dalam tampilan tersebut guru hanya menggunakan metode ceramah, sehingga mengakibatkan siswa kelihatan tidak berminat terhadap pembelajaran, mengantuk, tidak semangat dan acuh tak acuh terhadap pembelajaran guru. Dalam sesi perbaikan materi pembelajarannya adalah mengukur, terlihat guru sudah membangun interaksi dengan siswa, tanya jawab, pemberian tugas, anak mencoba mengukur bidang yang ada di sekitar. Hanya kekurangannya adalah cara mengukur setelah menggunakan jaritangan, sebaiknya dilanjutkan dengan ukuran yang standar, misalnya menggunakan penggaris atau meteran.

Komentar secara Umum: Dalam tampilan video sesi lanjut terlihat bahwa suasana belajar ai dalam kelas tampak hidup siswa semangat mengikuti pembelajaran.

Drs. Badjuri, M.Pd.

  1. Masih tetap teacher center dan sudah mulai menggunakan kegiatan aplikatif yang berkaitan dengan tema materi.
  2. Sudah cukup sesuai untuk peserta didik.
  3. Sesuai dengan kurikulum.

Andika Dhanesywara

25 Replies to “Membangun Suasana Aktif, Interaktif dan Menyenangkan”

  1. Setelah melihat video tersebut, saya menyadari bahwa suasana kelas sangat dipengaruhi oleh cara guru mengajar. Pada awalnya siswa terlihat kurang fokus dan bosan karena pembelajaran lebih banyak menggunakan ceramah. Setelah guru mengubah kegiatan menjadi kerja kelompok dan praktik langsung dengan mengamati serta mengukur benda di sekitar, siswa menjadi lebih aktif dan antusias.

    Dari video ini saya belajar bahwa sebagai calon guru, saya harus mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Siswa perlu dilibatkan secara langsung agar mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga dapat mencoba, berdiskusi, dan bekerja sama dengan teman.

  2. Nama : Ospriana Tarihoran
    NIM : 877528318

    Baik pak, izinkan saya untuk menanggapi video ini

    Di situasi yang pertama saya melihat guru sudah memberikan pelajaran kepada mereka, tetapi anak” dalam kondisi yg tidak kondusif, ada yang melamun, ngantuk, berbicara, dan tidak semangat dalam mengikuti pembelajaran.
    Lalu di situasi yang kedua, guru melakukan sistem pembelajaran yang berbeda, yaitu menggunakan diskusi kelompok kecil. Setelah dilakukan kelompok saya melihat anak” langsung bersemangat dan fokus untuk belajar, itulah memang hal yang perlu dilakukan dengan memberikan kesempatan untuk mereka mengeksplorasi benda yang ada disekitarnya. Motivasi mereka dalam belajar langsung berjalan dengan baik. Penting untuk kita sebagai guru memberikan metode pelajaran yang kreatif agar anak” bisa mengikuti pembelajaran dengan baik.

  3. Setelah menonton video tersebut, saya menyadari bahwa menjadi guru tidak cukup hanya menguasai materi. Guru juga harus mampu melihat kondisi dan kebutuhan siswa. Jika siswa terlihat bosan, mengantuk, atau tidak memperhatikan, guru perlu mencari cara agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan melibatkan mereka secara langsung.

    Saya juga belajar bahwa kegiatan sederhana seperti mengamati dan mengukur benda di sekitar kelas ternyata dapat membuat siswa lebih aktif dan tertarik belajar. Oleh karena itu, dalam pembelajaran nantinya saya perlu menggunakan metode yang bervariasi, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan berpendapat, serta menggunakan benda atau lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

Leave a Reply