4 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan permasalahan guru ketika melaksanakan pembelajaran di kelas pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, yaitu dalam materi tempat menyimpan cadangan makanan pada tumbuhan siswa mengalami kesulitan untuk memahami materi. Metode yang dianjurkan dalam program ini adalah dengan menggunakan metode field trip atau karya wisata pada pembelajaran ilmu pengetahuan alam Sekolah Dasar. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakuka metode field trip adalah:

  1. menentukan tempat yang akan digunakan sebagai sumber,

  2. mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah,

  3. menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai-nilai pedagogis,

  4. menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum,

  5. melaksanakan karya wisata sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dan

  6. menganalisis apakah tujuan karya wisata telah tercapai atau tidak.

Toto Fathoni

Pada saat guru membuka pembelajaran belum terlihat jelas pemberian motivasi terhadap siswa untuk mencari tahu apa itu fotosintesis , pada saat mengisi pembelajaran guru hanya sekilas saja menjelaskan apa itu fotosintesis belum terstruktur, dan saat menutup pembelajaran sebaiknya diberikan tugas / pr guna mengulas pembelajaran di rumah.

Penggunaan strategi sudah baik, pendekatan metode sudah baik, media / evaluasi masih belum memadai sebaiknya siswa diberikan worksheet tugas observasi / kunjungan lapangan saat berada di kebun sekolah maupun di luar sekolah.

Kesesuaian sudah cukup baik, Kesesuaian dengan kurikulum sudah sesuai.

Saran dan rekomendasi sebaiknya video dibuat lebih runtut dan menarik lagi sehingga dapat dijadikan patokan / tolak ukur bagi pendidik dalam memberikan pengajaran di kelas atau bila perlu dibuatkan teacher guide book nya.

Herwati, M.Pd

4 Replies to “Penggunaan Metode Field atau Karya Wisata dalam menumbuhkan Pemahaman Siswa Pada Tumbuhan dengan Memanfaatkan Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar”

  1. Nama : Nina Triana
    NIM : 860718099

    Video ini menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan memahami materi tentang tumbuhan karena pembelajaran awal hanya menggunakan metode ceramah tanpa media yang konkret. Akibatnya, siswa terlihat bingung dan kurang memahami materi yang disampaikan guru .

    Namun, setelah guru menggunakan metode field trip/karya wisata dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, pembelajaran menjadi lebih efektif. Siswa dapat mengamati langsung tumbuhan sehingga pemahaman mereka meningkat dan pembelajaran menjadi lebih menarik serta bermakna .

    Kelebihan
    -Menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar nyata
    -Siswa belajar melalui pengalaman langsung (observasi)
    -Meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa
    -Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan
    -Membantu siswa memahami konsep tumbuhan secara konkret

    Kekurangan
    -Tidak ada apersepsi dan motivasi di awal pembelajaran
    -Penjelasan materi awal masih kurang jelas dan terlalu singkat
    -Guru kurang menggunakan media pendukung sebelum kegiatan lapangan
    -Evaluasi dan penutup pembelajaran belum maksimal

    Saran
    -Memberikan penjelasan konsep dasar terlebih dahulu di kelas sebelum ke lapangan
    -Menyediakan lembar kerja (LKPD) agar kegiatan observasi lebih terarah
    -Melakukan refleksi dan evaluasi setelah kegiatan
    -Memberikan pengarahan (briefing) sebelum kegiatan field trip agar lebih efektif

    Kesimpulan

    Secara keseluruhan, video ini sangat baik karena menunjukkan bahwa metode field trip atau karya wisata efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa melalui pengalaman nyata. Pembelajaran akan lebih optimal jika didukung dengan persiapan yang matang, penjelasan awal yang jelas, serta evaluasi di akhir kegiatan.

  2. Nama: Apnia Selvia Syahri
    Nim :089898081

    Setelah melihat video ini, siswa terlihat tidak semangat untuk memulai pembelajaran, dan siswa tidak memahami materi yang disampaikan oleh guru .

    Kelebihan pembelajaran, metode guru menggunakan lingkungan nyata sebagai media sudah tepat, karena dengan metode ini siswa dapat lebih mudah memahami pembelajaran melalui proses yang nyata..

    Kekurangan pembelajaran, guru tidak memberikan semangat di awal pembelajaran seperti ice breaking, itu sebabnya siswa tidak bersemangat ketika pembelajaran sudah dimulai dan banyak siswa yang tidak fokus dengan materi pembelajaran. Guru terlalu banyak menjelaskan pada teori saja.

    Kesimpulannya,, dengan menggunakan metode field trip dalam pembelajaran IPA merupakan pilihan yang tepat untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi.metode ini mampu membuat pembelajaran lebih bermakna karena siswa belajar dari pengalaman langsung. Tetapi pelaksanaannya harus direncanakan dan diawasi dengan baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.

  3. Nama: Reni Anggraini
    NIM: 856104477

    Menurut saya, video tersebut mengajarkan bahwa lingkungan sekitar bisa digunakan sebagai sumber belajar yang nyata dan bermanfaat. Menggunakan metode field trip atau wisata edukasi bisa membuat siswa mendapat pengalaman belajar langsung, sehingga materi yang dipelajari tidak hanya berupa teori di dalam kelas saja. Dalam video tersebut, siswa diminta mengamati tumbuhan di sekitar mereka untuk memahami di mana tumbuhan menyimpan makanan cadangan. Kegiatan semacam ini bisa membuat siswa lebih tertarik, lebih aktif, dan lebih memahami materi karena mereka mempelajari objek secara langsung.

    Selain itu, guru juga harus mempersiapkan field trip dengan matang, mulai dari memilih tempat yang tepat, memastikan kegiatan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kurikulum, memberi petunjuk kepada siswa, hingga melakukan penilaian setelah kegiatan selesai. Oleh karena itu, kunjungan lapangan bukan hanya sekadar kegiatan di luar kelas, tetapi merupakan bagian dari proses belajar yang direncanakan dan memiliki makna.

  4. Nama : NOVITA SUSHANTI
    Nim : 860544434

    Video tersebut menjelaskan bahwa ada sebagian siswa mengalami kesulitan memahami materi pembelajaran tentang tumbuhan, guru hanya menggunakan metode ceramah tanpa media yang konkret sehingga ada sebagian siswa kurang memahami materi pembelajaran. Dan setelah guru menggunakan metode field trip/karya wisata dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitar kita sebagai sumber belajar, oleh karena itu menghasilkan pembelajaran lebih efektif. Dengan siswa dapat mengamati langsung tumbuhan disekitar kita sehingga siswa dapat memahami, pembelajaran efektif dan bermakna.
    Kelebihan dari video tersebut
    – Pengalaman Belajar Konkret: guru mengubah konsep abstrak (seperti cadangan makanan di akar, batang, atau biji) menjadi pengalaman langsung yang mudah dipahami siswa SD.
    – Perencanaan Terstruktur: Langkah-langkah persiapan sangat matang, mulai dari pemilihan lokasi, analisis pedagogis, hingga penyelarasan dengan kurikulum.
    – Meningkatkan Motivasi & Partisipasi: Belajar di luar kelas membuat suasana belajar lebih menyenangkan sehingga keterlibatan siswa meningkat.
    – Evaluasi Terarah: Memiliki tahap analisis ketercapaian tujuan untuk memastikan kegiatan tidak sekadar jalan-jalan, tetapi benar-benar memberikan pemahaman materi.
    Kekurangan
    – Membutuhkan Alokasi Waktu & Biaya Lebih: Persiapan yang detail serta pelaksanaan di luar kelas memerlukan waktu lebih lama dan potensi biaya tambahan.
    – Tantangan Manajemen Kelas: Mengontrol fokus dan keselamatan siswa SD di area terbuka/luar kelas lebih sulit dibandingkan di dalam ruangan.
    – Ketergantungan pada Akses Lingkungan: Tidak semua sekolah memiliki akses dekat ke tempat belajar yang relevan (seperti kebun, kebun raya, atau lahan pertanian).
    Saran
    – Menggunakan kebun/taman sekolah sebagai langkah efisien): Jika ruang lingkup dan anggaran terbatas, field trip tidak harus jauh; kebun atau area hijau sekolah dapat dimanfaatkan sebagai lokasi utama.
    – Menyiapkan lembar kerja peserta didik (lkpd) terpandu: memberikan siswa lembar pengamatan sederhana agar kegiatan eksplorasi di lapangan tetap fokus pada materi cadangan makanan pada tumbuhan.
    – briefing keselamatan & aturan: Lakukan pembekalan tata tertib dan pengawasan ketat sebelum berangkat untuk menjaga ketertiban siswa.
    – Pelajari pembagian kelompok: Bagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan ketua kelompok untuk memudahkan koordinasi dan pengawasan guru.
    Kesimpulan
    Penggunaan metode field trip (karya wisata) merupakan solusi yang sangat efektif untuk mengatasi kesulitan pemahaman siswa pada materi cadangan makanan pada tumbuhan. Meskipun membutuhkan persiapan ekstra dari segi alokasi waktu, manajemen kelas, dan ketersediaan lokasi, perencanaan terstruktur yang menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum dan evaluasi tujuan akan memastikan pembelajaran IPA menjadi lebih bermakna, interaktif, dan tepat sasaran.

Leave a Reply