1,178 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan bagaimana cara seorang guru mengatasi masalah pada anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar. Cara yang dilakukan adalah dengan melatih motorik halus anak secara bertahap. Diantara cara-cara yang dapat dilakukan adalah dengan memindahkan air dari mangkok satu ke mangkok lainya menggunakan spon, membuka dan menutup gembok kunci, membuka dan memasangkan kancing baju.

Badru Zaman

Pada tayangan video tersebut saya tidak bisa  mengatakan kegiatan ini belum terlihat pembuka, isi, dan penutup, karena video ini tdak ditayangkan secara utuh, untuk penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah baik,  evaluasi sudah nampak dalam unjuk kerja anak.

Untuk mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar, saran saya sebaiknya diawali dengan pengenalan alat (pensil) seperti  jenis-jenis pensil, kegunaan pensil, bahaya pensil kalau tidak digunakan dengan benar dan lain sebagainya.

Contoh untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah baik  yang berkenaan dengan cara cara melatih motorik halus anak guna menguatkan jari-jari tangan saat memegang pensil dengan baik dan benar, semakin banyak melatih jari tangan akan semakin baik cara memegang pensilnya.

Drs. Muman Hendra Budiman, M.Pd.

Pada tayangan video tersebut belum terlihat jelas, kegiatan pembuka, isi, dan penutup. Penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah cukup terlihat namun untuk evaluasi belum terlihat. Untuk tingkat perkembangan anak didik belum begitu sesuai karena biasanya kegiatan pada pembelajaran tersebut dilakukan untuk kelompok A atau bila ada kelompok bermain (melatih motorik halus). Untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yaitu yang berkenaan dengan cara-cara melatih motorik halus anak guna menguatkan tangan saat memegang pensil dengan benar.

Tri Ekowati

1,178 Replies to “Mengatasi Anak yang Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar”

  1. Assalamualaikum wr.wb
    Izin menanggapi Video 1 : Mengatasi Anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar.
    Menurut saya, video tersebut memberikan pemahaman bahwa anak yang belum mampu memegang pensil dengan benar tidak sebaiknya langsung dipaksa untuk menulis. Anak perlu mendapatkan stimulasi motorik halus terlebih dahulu melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan.
    Kegiatan seperti memindahkan air menggunakan spons, membuka dan menutup gembok, serta memasang dan membuka kancing dapat melatih kekuatan jari, koordinasi mata dan tangan, serta kelenturan tangan anak. Sebagai guru PAUD, saya dapat menerapkan kegiatan tersebut melalui bermain agar anak tidak merasa terbebani. Saya juga perlu memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang sesuai kemampuannya dan memberikan motivasi secara bertahap. Dengan demikian, anak akan lebih siap dan percaya diri dalam memegang pensil dan melakukan kegiatan menulis.

  2. Nama: Jublina Ga Bani
    NIM: 859331309
    Program Studi: PGPAUD

    Izin memberikan tanggapan mengenai video “Mengatasi Anak yang Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar”.

    Setelah melihat video tersebut, menurut saya cara yang dilakukan guru sudah cukup baik karena guru tidak langsung memaksa anak untuk menulis atau memegang pensil dengan benar. Guru terlebih dahulu memberikan stimulasi untuk melatih motorik halus anak melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan, seperti memindahkan air menggunakan spons, membuka dan menutup gembok, serta memasang kancing baju.

    Menurut saya, kegiatan tersebut dapat membantu melatih kekuatan jari, koordinasi mata dan tangan, serta kelenturan tangan anak. Hal ini penting karena kemampuan memegang pensil juga membutuhkan kesiapan motorik halus. Jadi, ketika anak belum mampu memegang pensil dengan benar, guru sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu kemampuan dan kebutuhan anak kemudian memberikan stimulasi secara bertahap.

    Hal yang saya pelajari dari video ini adalah bahwa setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Guru tidak seharusnya membandingkan kemampuan anak satu dengan anak lainnya, tetapi memberikan pendampingan dan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang sesuai tahapannya.

    Menurut saya, kegiatan dalam video juga dapat dikembangkan dengan kegiatan lain seperti bermain plastisin, meronce, meremas kertas, menggunakan penjepit, atau kegiatan memasukkan benda kecil ke dalam wadah. Kegiatan tersebut dapat dilakukan sambil bermain sehingga anak tidak merasa sedang dipaksa untuk berlatih.

    Setelah melihat video ini, saya akan lebih memperhatikan kemampuan motorik halus anak sebelum memberikan kegiatan yang berkaitan dengan menulis. Saya juga akan berusaha memberikan stimulasi secara bertahap, menyenangkan, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.

    Terima kasih.

  3. assalamualaikum wr.wb
    Nama : Rima Devia Duri
    NIM : 857860602
    ut surakarta
    izin untuk merefleksi vidio : Menurut saya, permasalahan anak yang belum dapat memegang pensil dengan benar tidak seharusnya langsung dianggap sebagai ketidakmampuan anak dalam menulis. Kemampuan memegang pensil berkaitan dengan perkembangan motorik halus, koordinasi mata dan tangan, kekuatan otot jari, serta koordinasi gerakan tangan.
    Hal yang menarik dari video ini adalah guru mencoba mencari penyebab dan memberikan stimulasi melalui kegiatan bermain. Anak tidak hanya diminta berlatih menulis secara berulang-ulang, tetapi diberikan kegiatan yang lebih sederhana untuk memperkuat keterampilan tangan dan jari.
    endekatan tersebut sesuai dengan karakteristik pembelajaran PAUD karena anak belajar melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangannya.
    Setelah melihat video ini, saya memahami bahwa ketika menemukan anak yang belum mampu melakukan suatu keterampilan, guru perlu mencari tahu penyebab dan kebutuhan anak terlebih dahulu. Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda sehingga guru tidak dapat menyamakan kemampuan semua anak.
    Sebagai pendidik PAUD, saya perlu lebih sabar dalam memberikan stimulasi dan tidak memaksakan anak untuk segera bisa. Saya juga perlu menyediakan kegiatan bermain yang dapat melatih motorik halus secara tidak langsung sehingga anak merasa senang dan tidak menganggap kegiatan tersebut sebagai latihan yang sulit.
    terimakasih

  4. Selamat Siang
    Perkenalkan saya
    Nama : Herta Pangaribuan
    NIM : 856113824
    Setelah melihat video tentang cara mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar, saya melihat bahwa guru berusaha membantu anak dengan memberikan berbagai kegiatan yang dapat melatih motorik halus. Kegiatan yang diberikan cukup menarik, seperti memindahkan air menggunakan spons, membuka dan menutup gembok, serta memasang dan membuka kancing baju. Kegiatan tersebut terlihat sederhana, tetapi sebenarnya dapat membantu melatih kekuatan dan kelenturan jari tangan anak sebagai persiapan sebelum menggunakan pensil.

    Referensi
    1. Safitri, L. (2022). Perkembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini 5–6 Tahun melalui Kegiatan Memegang Pensil. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, 4(2).
    2. Asmara, B. (2020). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus melalui Kegiatan Menggunting pada Anak Usia Dini di Kelompok A TK Khadijah Surabaya. PEDAGOGI: Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1).

    Menurut saya, reaksi anak-anak terhadap kegiatan yang diberikan cukup baik. Anak-anak terlihat tertarik dan mau mengikuti kegiatan yang diberikan oleh guru. Guru juga memberikan arahan dan semangat kepada anak sehingga anak menjadi lebih percaya diri untuk mencoba. Hal ini menunjukkan bahwa anak membutuhkan pendampingan dan latihan secara bertahap, bukan langsung dipaksa untuk bisa memegang pensil dengan benar.

    Dari video ini, saya belajar bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan perkembangan yang berbeda-beda. Sebagai guru, kita harus sabar dan memberikan stimulasi yang sesuai dengan kemampuan anak. Anak tidak seharusnya langsung dianggap tidak mampu hanya karena belum bisa memegang pensil dengan benar. Dengan latihan yang dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan konsisten, kemampuan motorik halus anak dapat berkembang dengan lebih baik.

    Untuk pembelajaran selanjutnya, saya akan mencoba menggunakan kegiatan yang lebih bervariasi dan menyenangkan. Saya juga akan memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba sendiri sambil tetap memberikan arahan dan bantuan jika diperlukan. Dengan begitu, anak dapat belajar dengan nyaman sekaligus meningkatkan kemampuan motorik halusnya.

  5. NAMA: FATKHU ROHMAH
    NIM : 856540292
    MATA KULIAH: PAUD4304 PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
    Izin menanggapi video diatas,setelah saya melihat video diatas,saya setuju dengan apa yang telah dilakukan oleh guru PAUD tersebut.karena memang pada awal masuk sekolh tidak semua anak sudah mampu memegang pensil dengan benar.ada sebagian anak yang cenderung memegang pensil terlalu kUat atau menggunakan seluruh jari untuk memegang pensil sehingga kurang nyaman saat menulis atau menggambar.
    Saya setuju bahwa sebelum anak diajarkan untuk menulis,terlebih dahulu anak diajrkan cara memegang pensil yang benar yaitu dengan melakukan kegiatas-kegiatan yang dapat menstimulasi kekuatan otot jari tangan.seperti yang terlihat dalam video diatas,guru menggunakan kegiatan aktivitas bermain sambil belajar seperti:memindahkan air dari mangkok satu kemangkok lain dengan cara memeras air menggunakan spons,mengancingkan baju,membuka dan menutup sekrup atau kunci gembok.selain kegiatan yang ada divideo tersebut dapat juga dilakukan kegiatan meremas kertas,meronce,bermain slime atau playdough,menjepit benda menggunakan penjepit,memindahkan benda kecil dan mencoret-coret menggunakan krayon.
    Setelah kemampuan otot jari tanagn mulai terlatih,anak mulai dapat diarahkan untuk memegang pensil dengan posisi yang lebih tepat melalui contoh dan pendampingan .Dengan latihan yang dilakukan secara rutin,sabar dan sesuai dengan tahap perkembangan anak,kemampuan motorik halus serta keterampilan memegang alat tulis dapat berkembang secara bertahap dan berkembang secara optimal.

    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Leave a Reply