325 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi strategi seorang guru Taman Kanak-Kanak dalam mengatasi anak yang takut menangkap bola pada saat kegiatan pengembangan fisik-motorik anak di TK. Strategi yang dilakukan guru tersebut adalah sebagai berikut. Pada tahap awal guru memberikan bola yang terbuat dari kain berbulu dan memberikan pengertian dengan sabar bahwa bola tersebut aman. Langkah selanjutnya anaka diajak meraba bola dengan kedua tangannya agar anak dapat merasakan tekstur bola tersebut. Langkah berikutnya adalah dengan memberikan bola tersebut kepada anak untuk memegang dan memainkannya sendiri secara bebas. Biarkan anak melakukan kegiatan ini beberapa kali. Dan akhirnya secara perlahan guru tersebut mengajari anak melempar bola dengan benar kearah guru atau sebaliknya.

Badru Zaman

Tayangan video tersebut sudah bagus. Beberapa hal yang perlu saya sampaikan berkaitan dengan solusi mengatasi anak yang masih takut ketika menangkap bola dalam video tersebut diantaranya:

  1. Tayangan video pembelajaran tersebut tidak secara lengkap/utuh merekam dari awal pembelajaran, sehingga tidak bisa saya ketahui bagaimana guru/pengasuh menyiapkan kegiatan awal (menyiapkan, presensi, berdoa, stretching, dst). Barangkali memang yang menjadi fokus video tersebut langsung pada solusinya.
  2. Strategi dan media sudah baik, hanya sebagai masukan dan alternatif untuk menumbuhkan keberanian dan kemampuan anak;
    • Formasi anak-anak dapat diatur berhadapan media bola kain/kertas yang lembut/bola plastik yang ringan dengan ukuran yang lebih kecil sehingga anak dapat menangkap dan melempar bola dengan baik.
    • Formasi anak dapat bervariasi misal anak membentuk lingkaran terdiri dari 5-6 anak dengan jarak1 meter, 1-2 bola untuk diberikan pada teman sebelahnya secara bersambung sehingga seolah bola tersebut berjalan berputar mengelilingi lingkaran anak-anak. Pengalaman sukses harus menjadi perhatian agar anak merasa percaya diri bahwa dia mampu melakukannya (menangkap maupun melempar), sekaligus sebagai sarana menumbuhkan keberanian . Jarak antar pasangan diatur dari tingkat yang pendek sampai dengan jarak yang kita inginkan sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan anak.
    • Media bola dapat diganti yang lebih besar jika tahapan pertama (bola yang lebih kecil sudah tidak merasa takut ketika menangkapnya/melemparkannya. Pada akhirnya anak akan berani dan mampu melempar dan menangkap bola sesungguhnya dengan catatan media disesuaikan dengan kekuatan otot, tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Triyono, M.Pd.

Video ini memberi gambaran yang nyata tentang pengembangan motoric kasar khususnya saat kegiatan melempar dan menangkap bola. Urutan langkah kegiatannya cukup mudah dipahami dan mudah diterapkan. Selain itu strategi yang digunakan guru sesuai dengan tingakatan usia anak. Selain itu cara penyampaian guru dalam video juga cukup atraktif sehingga anak-anak tampak antusias dan tujuan pembelajarannya (menumbuhkan keberanian anak menangkap bola) juga dapat tercapai secara jelas. Video ini menginspirasi saya untuk belajar dan terus belajar agar kemampuan saya sebagai guru semakin meningkat.

Satriasih

325 Replies to “Mengatasi anak yang takut menangkap bola saat kegiatan

  1. Nama : Wati Tresnawati
    Nim : 857399786
    Menurut pendapat saya, solusi yang di berikan dalam video tersebut sudah tepat. Karena kita sebagai guru harus sabar dalam menjelaskan kepada anak serta tidak memaksa anak dalam melakukan kegiatan tersebut sehingga anak tetap nyaman, dan sehingga anak termotivasi dan percaya diri dapat melakukan kegiatan tersebut (menangkap bola).

  2. Nama : Ireinne Lidya Elisabeth Rengkung
    NIM : 859962005

    Analisis dan Pendapat Mengenai Video Pembelajaran

    Setelah menyimak materi video tentang cara mengatasi anak yang takut menangkap bola, saya menyampaikan pendapat sebagai berikut:

    Menurut saya, ketakutan yang dialami anak saat kegiatan tersebut bukanlah indikasi bahwa anak tersebut tidak mampu atau tidak memiliki kemampuan motorik. Ketakutan ini muncul karena beberapa faktor, antara lain: anak jarang berinteraksi dengan benda-benda yang bergerak, sehingga mereka merasa asing dan waspada berlebihan. Selain itu, ketakutan ini juga dipicu oleh rasa khawatir dan bayangan rasa sakit yang mungkin mereka rasakan jika bola tersebut mengenai tangan atau badan mereka.

    Langkah yang dilakukan oleh guru dalam video tersebut menurut saya sudah sangat tepat dan profesional. Guru tidak memaksa anak untuk langsung menangkap bola, melainkan melakukan pendekatan yang bertahap. Guru memberikan pemahaman dan pengenalan sensori dengan cara mengajak anak untuk memegang dan meraba bola terlebih dahulu.

    Tindakan ini sangat efektif karena bertujuan agar anak bisa mengenali tekstur bola, merasakan bahwa benda tersebut lunak/aman, dan akhirnya menghilangkan anggapan negatif bahwa bola itu adalah benda yang menakutkan atau berbahaya.

    Dengan pendekatan yang sabar dan penuh kasih sayang seperti ini, secara bertahap rasa percaya diri anak akan tumbuh. Ketika rasa takut sudah hilang dan kepercayaan diri sudah muncul, maka lama-kelamaan anak akan menjadi berani dan mau berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan permainan tersebut.

     
    Terima kasih 🙏

  3. Video ini menunjukkan pendekatan guru TK yang sabar dan bertahap dalam mengatasi ketakutan anak terhadap bola, dimulai dari bola kain lembut hingga latihan lempar-tangkap sederhana. Strategi seperti meraba tekstur dan bermain bebas sangat efektif membangun kepercayaan diri anak pada kegiatan motorik. Keren sekali, inspirasi bagi orang tua dan guru untuk mendampingi anak dengan penuh pengertian

  4. menurut pendapat saya, strategi yang ditampilkan sudah sangat tepat dan sesuai dengan prinsip pembelajaran PAUD. Guru tidak langsung memaksa anak untuk menangkap bola, tetapi menggunakan pendekatan bertahap dan penuh empati. Hal ini penting karena rasa takut pada anak perlu diatasi dengan rasa aman terlebih dahulu, bukan dengan paksaan.

    Langkah-langkah yang dilakukan guru menunjukkan kelebihan:

    Pendekatan bertahap (scaffolding): dari mengenalkan bola, meraba, memegang, hingga akhirnya melempar dan menangkap
    Penggunaan media yang aman (bola kain berbulu) sehingga mengurangi rasa takut anak
    Memberikan pengalaman sensori melalui kegiatan meraba tekstur bola
    Memberi waktu dan pengulangan, sehingga anak bisa membangun kepercayaan diri

  5. Nama : TRI YULIA
    Nim : 860544506
    UPBJJ : Bandar Lampung
    Assalamu’alaikum wr.wb..izin merefleksi vidio pembelajaran “Mengatasi anak yang takut menangkap bola saat kegiatan”.
    Vidio Kegiatan menunjukkan anak mengalami ketakutan saat menangkap bola. Guru mengatasinya dengan strategi bertahap: menggunakan bola kain berbulu yang aman, mengajak anak meraba, memberi kesempatan bermain bebas, lalu melatih melempar dan menangkap secara perlahan.
    Strategi ini efektif karena membantu anak merasa nyaman, mengurangi rasa takut, dan meningkatkan kepercayaan diri. Pendekatan guru sudah sesuai dengan prinsip pembelajaran PAUD yang menekankan bermain sambil belajar dan pengalaman langsung.
    Refleksi Diri Pembelajaran ini menunjukkan bahwa:
    -Pendekatan bertahap sangat efektif dalam mengatasi ketakutan anak
    -Lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan sangat penting
    -Guru harus peka terhadap kondisi emosional anak
    -Setiap anak membutuhkan waktu dan proses yang berbeda
    Ke depan, guru dapat menambahkan pujian dan variasi permainan agar anak semakin termotivasi dan berkembang optimal.
    Demikian yang dapat saya sampaikan,terimakasih.mohon maaf jika ada kesalahan,wassalamu’alaikum wr.wb.

Komentar