686 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi strategi seorang guru Taman Kanak-Kanak dalam mengatasi anak yang takut menangkap bola pada saat kegiatan pengembangan fisik-motorik anak di TK. Strategi yang dilakukan guru tersebut adalah sebagai berikut. Pada tahap awal guru memberikan bola yang terbuat dari kain berbulu dan memberikan pengertian dengan sabar bahwa bola tersebut aman. Langkah selanjutnya anaka diajak meraba bola dengan kedua tangannya agar anak dapat merasakan tekstur bola tersebut. Langkah berikutnya adalah dengan memberikan bola tersebut kepada anak untuk memegang dan memainkannya sendiri secara bebas. Biarkan anak melakukan kegiatan ini beberapa kali. Dan akhirnya secara perlahan guru tersebut mengajari anak melempar bola dengan benar kearah guru atau sebaliknya.

Badru Zaman

Tayangan video tersebut sudah bagus. Beberapa hal yang perlu saya sampaikan berkaitan dengan solusi mengatasi anak yang masih takut ketika menangkap bola dalam video tersebut diantaranya:

  1. Tayangan video pembelajaran tersebut tidak secara lengkap/utuh merekam dari awal pembelajaran, sehingga tidak bisa saya ketahui bagaimana guru/pengasuh menyiapkan kegiatan awal (menyiapkan, presensi, berdoa, stretching, dst). Barangkali memang yang menjadi fokus video tersebut langsung pada solusinya.
  2. Strategi dan media sudah baik, hanya sebagai masukan dan alternatif untuk menumbuhkan keberanian dan kemampuan anak;
    • Formasi anak-anak dapat diatur berhadapan media bola kain/kertas yang lembut/bola plastik yang ringan dengan ukuran yang lebih kecil sehingga anak dapat menangkap dan melempar bola dengan baik.
    • Formasi anak dapat bervariasi misal anak membentuk lingkaran terdiri dari 5-6 anak dengan jarak1 meter, 1-2 bola untuk diberikan pada teman sebelahnya secara bersambung sehingga seolah bola tersebut berjalan berputar mengelilingi lingkaran anak-anak. Pengalaman sukses harus menjadi perhatian agar anak merasa percaya diri bahwa dia mampu melakukannya (menangkap maupun melempar), sekaligus sebagai sarana menumbuhkan keberanian . Jarak antar pasangan diatur dari tingkat yang pendek sampai dengan jarak yang kita inginkan sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan anak.
    • Media bola dapat diganti yang lebih besar jika tahapan pertama (bola yang lebih kecil sudah tidak merasa takut ketika menangkapnya/melemparkannya. Pada akhirnya anak akan berani dan mampu melempar dan menangkap bola sesungguhnya dengan catatan media disesuaikan dengan kekuatan otot, tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Triyono, M.Pd.

Video ini memberi gambaran yang nyata tentang pengembangan motoric kasar khususnya saat kegiatan melempar dan menangkap bola. Urutan langkah kegiatannya cukup mudah dipahami dan mudah diterapkan. Selain itu strategi yang digunakan guru sesuai dengan tingakatan usia anak. Selain itu cara penyampaian guru dalam video juga cukup atraktif sehingga anak-anak tampak antusias dan tujuan pembelajarannya (menumbuhkan keberanian anak menangkap bola) juga dapat tercapai secara jelas. Video ini menginspirasi saya untuk belajar dan terus belajar agar kemampuan saya sebagai guru semakin meningkat.

Satriasih

686 Replies to “Mengatasi anak yang takut menangkap bola saat kegiatan”

  1. Assalamu’alaikum wr wb
    Nama : Mamik Retno Pratiwi
    NIM : 857896527
    UPBJJ : Surakarta

    Refleksi video:
    1. Kelebihan strategi guru.
    – pendekatan bertahap ( gradual eksposur) : Guru tidak memaksa anak langsung menangkap bola, melainkan membangun rasa aman secara bertahap mulai dari mengenalkan bola kain, meraba tekstur, memainkannya sendiri, hingga melempar dan menangkap.
    – pemilihan media ramah anak: penggunaan bola kain berbulu sangat efektif untuk menghilangkan kecemasan atau rasa takut anak terhadap rasa sakit akibat benturan.
    – pendekatan emosional : kesabaran guru dalam memberikan pengertian dan ruang bagi anak untuk bereksplorasi secara bebas membantu membangun kepercayaan diri anak.
    2. Inti keberhasilan pembelajaran.
    – Guru berhasil menangani hambatan psikologisn( rasa takut) terlebih dahulu sebelum melatih ketrampilan fisik-motorik kasar( melempar/menangkap bola).
    3. Saran pengembangan/ langkah lanjut.
    – Peningkatan orientasi media: setelah anak terbiasa dengan bola kain, tingkat kesulitan bisa dinaikan secara bertahap menggunakan bola plastik ringan sebelum ke bola yang lebih padat.
    – Pelibatan teman sebaya ( peer modeling) : selain berpasangan dengan guru, latihan dapat dilanjutkan secara berpasangan dengan teman sebaya untuk mengasah interaksi sosial anak.

    Wassalamualaikum wr wb.

  2. Assalamualaikum..

    Nama : Nurul Roudlotul Jannah
    Prodi : PG PAUD
    NIM :860276119

    Video ini sangat bagus dan relevan dengan pembelajaran pengembangan fisik-motorik pada anak usia dini. Rasa takut ketika menangkap bola merupakan hal yang perlu diperhatikan guru karena setiap anak memiliki tingkat keberanian dan perkembangan motorik yang berbeda.

    Guru sebaiknya tidak memaksa anak untuk langsung menangkap bola, tetapi memberikan stimulasi secara bertahap melalui kegiatan yang menyenangkan. Misalnya, dimulai dengan menggunakan bola yang berukuran lebih besar dan ringan, melempar bola dari jarak dekat, kemudian secara perlahan meningkatkan jarak dan tingkat kesulitannya. Guru juga perlu memberikan motivasi dan apresiasi terhadap setiap usaha anak agar rasa percaya dirinya tumbuh.

    pendekatan yang sabar, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak sangat penting agar kegiatan fisik-motorik tidak hanya melatih koordinasi gerak, tetapi juga membangun keberanian dan rasa percaya diri anak.
    Demikian tanggapan saya,

    Terimakasih

  3. Assalamu’alaikum Wr Wb.
    Nama : Nila Kristiana
    NIM : 877717172

    Izin menanggapi video tentang strategi guru dalam ” Mengatasi anak yang takut menangkap bola” setiap anak memiliki rasa percaya diri dan kemampuan motorik yang berbeda.anak yang merasa takut perlu diberikan pendekatan secara perlahan dan penuh kesabaran.saya belajar dari video tersebut, guru dapat memulai dengan mengenalkan bola yang aman dan lembut,mengajak anak menyentuh serta merasakan teksturnya,dan memberikan kesempatan kepada anak untuk memegang dan bermain dengan bola secara bebas,setelah anak mulai merasa nyaman,guru dapat mengajarkan kegiatan melempar dan menangkap secara bertahan.
    video diatas mengingatkan bahwa kesabaran,pendekatan yang menyenangkan,dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba sangat penting dalam proses pembelajaran.saya menghargai proses setiap anak dan mencipkan suasana belajar yang aman agar anak lebih percaya diri dalam mengikuti kegiatan fisik motorik.
    hal yang saya terapkan tidak memaKsakan anak ketika mereka merasa takut,tetapi memberikan stimulasi secara bertahap sesuai dengan kesiapan dan kemampuan masing-masing anak.

    Terima Kasih.
    Wassalamu’alaikum Wr Wb.

  4. Assalamualllaikum.wrwb
    Nama :Goro Sukartono
    NIM : 877739748

    Penanganan pada anak yang takut saat melempar bola di video tersebut sudah baik, anak diajak untuk mengenal bentuk bola, rasa dan menyakinkan anak bahwa bola tersebut tidak akan menyakiti dirinya, serta mememberikan rasa percaya diri anak anak saat melempar bola.
    Kegiatan tersebut sangat baik untuk mengembangkan fisik motorik anak, membuat anak menjadi lebih fokus, melenturkan anggota tubuhnya . serta kegiatan tersebut sangat baik karena dilakukan dengan bertahap sesuai kebutuhan anak.
    Dalam kegiatan tersebut lebih menarik apabila bentuk formasi anak berubah ubah seperti bentuk melingkar, berhadapan atau membuat permainan agar anak lebih semangat dan percaya diri.

  5. Nama: Ifaratul Ulfa
    Nim: 877333451
    Prodi: PGpaud
    UPBJJ: Jember

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Setelah melihat video tentang “Mengatasi Anak yang Takut Menangkap Bola Saat Kegiatan”, saya belajar bahwa setiap anak memiliki rasa takut dan keberanian yang berbeda-beda. Dan strategi yang di lakukan oleh guru dalam video tersebut dalam mengatasi anak yang takut menangkap bola adalah strategi yang sangat baik karena guru tidak langsung memaksa anak untuk menangkap bola. Akan tetapi, guru tersebut melakukannya secara bertahap dan penuh kesabaran agar anak merasa nyaman dengan kegiatan yang akan di lakukan.
    Menurut saya, strategi ini sesuai untuk pembelajaran AUD karena dilakukan secara bertahap dan tidak memaksakan kemampuan anak. Guru tersebut memberikan pengalaman yang menyenangkan terlebih dahulu kepada anak sehingga anak merasa percaya diri untuk melakukan lempar tangkap bola. Serta guru dapat memberikan motivasi agar anak mau mencoba dan merasa dihargai dan semakin berani mengikuti kegiatan pembelajaran lempar tangkap bola.
    Jadi, Strategi utama yang di lakukan guru dalam video tersebut yaitu
    1. memberikan rasa aman.
    2. mengenalkan bola secara perlahan.
    3. memberikan kesempatan memainkan bola secara bebas.
    4. melatih keterampilan melempar dan menangkap secara bertahap.
    Dengan cara tersebut, rasa percaya diri anak dapat meningkat dan kemampuan motoriknya dapat berkembang dengan baik.

    Terima kasih, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Leave a Reply