0 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman Kanak-kanak dalam mengatasi anak yang sulit mengenal konsep bilangan. Upaya guru tersebut antara lain: mengajak anak untuk membilang dengan permainan dan lagu dan atau tepuk; membuat alat peraga permainan konsep bilangan kemudian anak diminta meletakkan sejumlah benda sesuai lambang bilangan tersebut; memberikan tugas berupa lembar kerja memasangkan benda sesuai lambang bilangannya atau melingkari benda sesuai lambang bilangannya; dan mengulas kembali hasil karya anak yang paling baik serta memberikan penguatan kepada anak yang hasil karyanya baik berupa pemberian stempel bintang di tangannya.

Netti Hernawati

Dalam membuka pelajaran guru bagus dalam mengkaitkan dengan materi yang lalu dengan mengutarakan akan melakukan permainan dengan bola.

Guru mengutarakan bahwa pelaksanaan permainan didalam kelas sambil berhitung untuk mengenalkan konsep bilangan pada anak.

Menyuruh anak mengambil bola dalam kranjang dan menghitung, akan lebih baik lagi jika yang menghitung anak sendiri sambil ditunjukan pada teman-temannya.

Sayang guru dalam memilih anak yang mengambil bola hanya anak perempuan sebaiknya juga anak laki-laki sehingga ada variasi dan tidak merasa dikesampingkan.

Guru dalam menggunakan tehnik pengenalan konsep bilangan bagus dengan melakukan bernyanyi bersama dengan alat peraga badan sendiri.

Tehnik yang digunakan guru cukup memperhatikan perkembangan anak dengan alat peraga yang ada disekitar anak.

Penanaman konsep yang dilakukan guru dengan menggunakan LKS yaitu ada gambar yang dibawahnya ada angka anak disuruh melinghkari sesuai dengan jumlah gambar yang ada yang dilakukan anak secara mandiri .

Secara umum pelaksanaan pembelajaran bagus sesuai dengan materi yang disampaikan guru .

Perbaikan yang diusulkan adalah peraga yang nyata atau tiruan yang beraneka ragam digunakan guru untuk menyampaikan konsep bilangan dan memberikan penilaian pada  anak  .

Memberikan penghargaan bagi anak yang menang dengan memberikan stempel di tangan kanan dan kiri.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan guru tidak bisa ditampilkan dalam vidio secara lengkap seperti penilaian guru.

Dra. Aini Indriasih, M.Pd (Semarang)

Secara umum, tayangan video cukup menarik. Memperlihatkan sebuah pemecahan masalah tentang bagaimana mengenalkan konsep bilangan yang menyenangkan kepada anak anak. Penggunaan strategi, metode dan evaluasi pembelajaran sudah terlihat jelas. Guru menggunakan benda-benda konkrit , dimana hal tersebut sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, dimana anak-anak TK lebih tertarik dengan hal-hal yang bersifat konkrit. Tetapi guru masih terlihat lebih dominan dalam mencapai keberhasilan dalam pembelajaran materi tersebut.

Evanigustiningtyas

One Reply to “Pembelajaran Apresiasi Sastra Anak (Puisi/Cerita/Drama) dalam Upaya Penguatan Pendidikan Karakter

  1. Nama : Nina Triana
    NIM : 860718099

    Video ini sangat baik karena menunjukkan bahwa pembelajaran sastra tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa, tetapi juga dapat digunakan sebagai sarana penguatan pendidikan karakter. Melalui kegiatan seperti membaca puisi, mendengarkan cerita, dan bermain drama, siswa diajak untuk memahami, menghayati, dan mengambil nilai-nilai moral yang terkandung dalam karya sastra

    Pendekatan ini sangat efektif karena siswa tidak hanya belajar secara kognitif, tetapi juga secara emosional. Dengan metode seperti berkisah dan aktivitas langsung, siswa menjadi lebih aktif, berani berekspresi, serta mampu memahami nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati

    Kelebihan
    Mengintegrasikan pembelajaran sastra dengan pendidikan karakter
    Menggunakan metode aktif (membaca, mendengar, bermain peran)
    Siswa menjadi lebih aktif dan ekspresif
    Materi disampaikan secara menarik dan kontekstual
    Membantu siswa memahami nilai moral dalam kehidupan sehari-hari

    Kekurangan
    Penjelasan konsep apresiasi sastra masih bisa diperdalam
    Tidak semua siswa mungkin aktif secara merata
    Evaluasi atau refleksi pembelajaran belum terlihat jelas
    Kegiatan masih bisa dibuat lebih variatif

    Saran
    Menambahkan diskusi dan refleksi nilai karakter di akhir pembelajaran
    Memberikan kesempatan yang merata bagi semua siswa untuk tampil
    Menggunakan media tambahan seperti video atau ilustrasi
    Mengaitkan lebih banyak dengan pengalaman nyata siswa

    Kesimpulan

    Secara keseluruhan, video ini sangat baik karena menunjukkan bahwa pembelajaran sastra dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter siswa. Dengan metode yang interaktif dan bermakna, siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang penting.

Leave a Reply