silahkan klik icon    jika video tidak dapat diputar

Sinopsis

Program ini menggambarkan siswa yang tidak peduli dengan sampah yang berserakan di halaman sekolah dan membuang sampah sembarangan. Untuk mengatasi masalah ini, guru dapat melakukan pembelajaran untuk menanamkan pembiasaan menjaga kebersihan melalui bentuk permainan ”kompetitif area”, yaitu dengan membagi siswa menjadi kelompok kecil dan berlomba untuk melakukan pembersihan lingkungan sekolah / area masing-masing.

Dadang Sukirman

Dari tayangan yang ada, tidak ada proses pembelajaran, dikarenakan dalam tayangan siswa langsung berada di luar kelas, kebanyakan mereka sedang bermain. Guru keluar kelas dan langsung memperingatkan siswa untuk tidak membuang sampah sembarangan. Tayangan ini lebih mengutamakan pendidikan karakter dimana siswa diharapkan mempunyai sikap kerja sama, disiplin, dan pembiasaan diri dalam hal kebersihan.

Drs. Hanafi, M.Pd.

  1. Tidak ada berdoa sebelum belajar dan penutup selesai belajar.
  2. Tidak ada evaluasi diakhir kegiatan belajar.
  3. Sesuai peserta didik.
  4. Sesuai kurikulum.

Ranny Indriany Syam S, S.Pd.

Similar Posts

145 Comments

  1. Nama : SITI HUMAIROH MARGOLANG
    Nim : 855867735
    Kelas : 6/PGSD S1

    Dari vidio yang telah saya lihat, memang pembelajaran IPS dalam penerapan sistem pembelajaran kompetitif area sangat bagus, akan tetapi jika kita terapkan kedalam RPP maka sangat kurang sempurna. Beberapa hal terlewatkan seperti pembukaan yang biasanya berisi informasi seputar materi yang akan dibahas dan juga memberi matifasi dalam belajar, agar peserta didik mulai nyaman dan antusias dalam belajar. Tapi sepertinya dalam vidio diatas itu terjadi bukan didalam kelas pembelajaran. Melainkan ketika kelas baru akan dimulai, sebenarnya bagus niat guru dalam memberikan kesadaran pada siswa dalam pentingnya menjaga lingkungan, akan tetapi jika kegiatan dimulai sebelum aktifitas belajar mengajar seharusnya guru melibatkan semua kelas bukan hanya satu kelas saja, sehingganya lebih mudah dan simpel dalam penerapan kepada siswa untuk mencintai lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya. Sistem ini sangat cocok dan membuat siswa memiliki jiwa gotong royong dan semangat dalam membersihkan lingkungan.

  2. Nama:Julia Hikmah
    Nim:855860194
    Pokjar: Rantauprapat
    Setelah saya melihat vidio tersebut,menurut saya sudah baik dan bagus dalam hal berkelompok dan berkerja sama dalam menjaga kebersihan sekolah,sehingga sekolah juga ikut bersih dan jauh dari sampah,tapi kekurangan nya hanya beberapa hal yaitu salah satunya seperti tidak belajar terlebih dahulu diruang kelas,melainkan langsung disuruh keluar kelas oleh sang guru.

  3. NAMA : MARSELA LAMBERTI
    NIM : 501312005
    PRODI : MAGISTER PENDIDIKAN DASAR

    Dalam video Pembelajaran Model Kompetetitif, tidak ada dimulainya proses pembelajaran didalam kelas maupun diluar kelas. Saat Guru melihat murid yang membuang sampah sembarangan di halaman sekolah, Guru tersebut langsung memperingatkan murid tentang membuang sampah pada tempatnya. Kemudian Guru berinisiatif untuk membuat permainan dengan tema ‘’Kompetitif Area’’ dengan tujuan menanamkan pembiasaan menjaga kebersihan dalam diri murid sejak dini. Guru tidak ada memberikan pembukaan kegiatan belajar mengajar baik sapaan awal maupun doa pembuka. Guru langsung mengumpulkan murid di halaman sekolah/lapangan dan membagikan kelompok serta menjelaskan tentang permainan. Kemudian dalam video tersebut terlihat setiap siswa bersama kelompoknya sangat antusias dan bersemangat secara bersama-sama membersihkan area sekolah dengan memungut sampah yang ada dan memasukkan kedalam kantong kresek hitam yang sudah disediakan untuk menampung sampah. Tidak ada kegiatan penutup yang dilakukan oleh guru ataupun menyampaikan kesimpulan/tujuan dari kegiatan yang telah murid lakukan. Tayangan tersebut juga lebih mengutamakan pendidikan karakter siswa seperti siswa diharapkan memiliki sikap kerja sama, disiplin, hormat dan menghargai guru, serta pembiasaan diri dalam hal kebersihan. Dari video tersebut dapat kita ambil pelajaran, yaitu pentingnya kegiatan pembuka dalam pembelajaran, perhatian guru terhadap siswa selama proses pembelajaran serta kegiatan penutup dari pembelajaran.

  4. Pembelajaran Model Kompetitif
    Nama: Rismawanti Putri
    NIM: 501252748
    Prodi: Magister Pendidikan Dasar

    Menurut saya dalam video pembelajaran tersebut bahwa guru sudah menggunakan model pembelajaran yang menarik siswa sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Pembelajaran model kompetitif dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan prestasi siswa. Namun, penting untuk menerapkannya dengan bijak dan memperhatikan konteks pembelajaran. Dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang cermat, model pembelajaran ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan siswa.

  5. Nama : Eka Wahyuni
    NIM : 501142963
    UPBJJ: Pangkalpinang
    Setelah menyaksikan video tersebut, kegiatan yang dilakukan guru sangat baik, dengan melakukan pembelajaran model kompetitif area, secara tidak langsung memunculkan rasa kepedulian siswa terhadap kebersihan. Siswa dengan senang hati membersihkan sampah yang ada di sekolah bersama kelompoknya. Guru juga cepat tanggap dengan keadaan sekitar sekolah. Sedikit masukan dari saya, sebelum melakukan kegiatan kompetitif area, sebaiknya siswa-siswa masuk terlebih dahuu ke dalam kelas untuk diberikan sedikit himbauan tentang kebersihan dan diberikan petunjuk apa yang harus mereka lakukan dalam kegiatan tersebut. Kegiatan bisa juga dilakukan dengan cara kelompok yang paling banyak memungut sampah akan mendapat reward seperti hadiah kecil. terima kasih

  6. Nama. : Lia Nurhayati
    NIM. : 501222333
    Prodi. : S1 MPDr

    Dalam video tersebut guru menggunakan pembelajaran model kompetitif dengan metode permainan untuk membersihkan lingkungan dari sampah.
    Kekuatan dari pembelajaran yang dilakukan guru di video tersebut adalah anak-anak terlihat antusias bersama kelompoknya dan berlomba untuk memenangkan permainan tersebut.Lingkungan menjadi bersih dari sampah.
    Kelemahan yang mungkin masih ada dari pembelajaran tersebut adalah, sampah ada karena ada yang membuangnya, disini belum terlihat penguatan kepada peserta didik untuk sadar membuang sampah pada tempatnya.

    Saran yang mungkin bisa ditambahkan pada pembelajaran tersebut adalah, Dilakukan penguatan dan refleksi di akhir permainan, misal dengan mendiskusikan kenapa bisa banyak sampah di lingkungan sekolah, bagaimana rasanya membersihkan sampah yang begitu banyak, bagaimana caranya supaya lingkungan bersih dari sampah. Lalu anak-anak dibimbing membuat rencana aksi untuk menjaga lingkungan sekolah dari sampah dan mengevaluasi pelaksanaannya secara berkala.

  7. Nama : Retno Widianingrum S.
    NIM : 501192911
    Prodi : Magister Pendidikan Dasar
    UPBJJ : Bandar Lampung

    Izin memberikan komentar mengenai video tersebut.
    Drai video tersebut, guru menerapkan model kompetitif area sebelum masuk ke dalam kelas. Terlihat bahwa guru juga memberikan arahan dan motivasi kepada siswa, sehingga siswa semangat dan saling bersaing untuk menjadi juaranya. Sayangnya, dalam video tidak menggambarkan model kompetitif ketika diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Namun, secara garis besar model kompetitif ini akan memberikan manfaat baik jika diterapkan dalam pembelajaran, seperti siswa akan memiliki perkembangan perilaku positif karena diberikan kompetisi yang bervariasi dalam pembelajaran sehingga kemauan dan motivasi untuk belajar juga semakin tinggi. Pembelajaran akan lebih bermakna karena siswa terlibat aktif dalam memahami materi pelajarannya.
    Terima kasih.

  8. Menyimak vidio tersebut, kegiatan pembelajaran pembiasaan dengan kompetitif area sangat baik di lakukan di lingkungan sekolah , karena dengan kegiatan belajar tersebut mengajarkan siswa untuk cinta lingkungan, membiasakan lingkungan dengan bersih ,rapih dan indah .Pembelajaran kompetitif area juga dapat diterapkan untuk menanamkan pembiasaan diri, seperti menjaga kebersihan,menumbuhkan sikap kerja sama, Menumbuhkan disiplin, Membiasakan diri dalam hal kebersihan.

  9. Anizah Solikatin (501332433)
    MPdr UPBJJ Malang

    Tayangan ini menarik untuk diadopsi di sekolah tempat saya mengajar. Sepertinya anak-anak pun dengan sukarela melaksanakan tugas yang diberikan. Pertanyaan saya, di lapangan sepertinya tidak akan berjalan semudah itu. Mungkin bisa diberikan teknis pelaksanaannya seperti apa. Apakah anak akan mendapat reward atau penghargaan. Karena tidak begitu detail dijelaskan dalam video. 🙏🏻

  10. Mohon ijin berkomentar. Dari video Seri Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SD “Pembelajaran Model Kompetitif” yang disajikan, ada hal menarik yang saya amati yaitu strategi guru dalam menanamkan pembiasaan menjaga kebersihan melalui bentuk permainan ”kompetitif area”, yaitu dengan membagi siswa menjadi kelompok kecil dan berlomba untuk melakukan pembersihan lingkungan sekolah/area masing-masing. Strategi ini sangat menginspirasi karena kita sering menemukan siswa yang tidak peduli dengan sampah yang berserakan di halaman sekolah dan membuang sampah sembarangan.

    Saran saya untuk video tersebut, sebaiknya guru membiasakan kegiatan ini secara terus-menerus, bisa menggunakan strategi lain asalkan tujuannya sama yaitu untuk menumbuhkan karakter dan budaya positif peduli terhadap lingkungan sekitar. Terima kasih.

Leave a Reply