9 Comments

Sinopsis

Tayangan yang disajikan dalam video ini memaparkan bagaimana seharusnya seorang guru menjelaskan secara bermakna terkait dengan konsep perkalian bentuk aljabar yang sifatnya abstrak. Konsep tersebut disampaikan untuk siswa ataupun guru yang mengajarkan pembelajaran matematika di SMP. Penjelasan konsep dilakukan menggunakan konsep luas persegi panjang, dimana bangun persegi panjangnya dibuat dari karton.

Dra. Yumiati, M.Si.

Video ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman bagaimana mengalikan bentuk aljabar melalui konsep geometri, yaitu penggunaan luas daerah persegi panjang. Guru sangat baik dalam menjelaskan ilustrasi perkalian bentuk aljabar, yang kemudian diambil keteraturannya sehingga diperoleh cara perkalian langsung tanpa bantuan peragaan daerah persegi panjang lagi.

Penjelasan guru tersebut sudah baik dan tampaknya mudah diikuti siswanya. Barangkali satu-satunya kesulitan yang akan dialami siswa adalah bagaimana mereka menerapkan cara tersebut pada bentuk aljabar yang sudah tidak lagi terdiri atas sebuah variabel dalam tiap-tiap sukunya, baik pada bentuk aljabar pertama, maupun pada bentuk aljabar ke-dua. Alangkah baiknya jika di akhir penjelasan, guru tidak lagi menyebutkan “perkalian antara a dan b hasilnya ab”, perkalian antara c dan d menghasilkan cd”, dan seterusnya. Siswa akan lebih memahami konsep lebih baik lagi, jika guru menyebutkan “perkalian antara suku pertama pada bentuk aljabar pertama dan suku pertama pada bentuk aljabar kedua”, dan seterusnya. Upaya ini akan memudahkan pada siswa, di saat mereka dihadapkan pada perkalian yang jauh lebih kompleks, yang tidak sekadar memuat sebuah variabel semata dalam tiap sukunya. Biasanya siswa memahami rumus yang dihasilkan tadi, tetapi kesulitan dalam penerapannya. Misalnya akan banyak siswa yang tidak mudah menjawab hasil perkalian (2a2b+3ac2)(4b2c-5ac) jika guru tidak menjelaskan bahwa yang dikalikan adalah suku-suku pada masing-masing bentuk aljabar tersebut.

Melalui cara-cara guru dalam video ini, siswa akan memiliki pemahaman, namun belum tentu trampil dalam aplikasinya, karena pemberian soal latihan kontekstual tidak tergambar. Video tersebut bisa jauh lebih bermanfaat bagi siswa dan guru jika dilanjutkan dengan pembuktian yang melibatkan suku banyak, konsep aljabar yang menuntut kemampuan analisis tinggi.

Prof. H. Yaya S. Kusumah (UPI Bandung)

Penjelasan guru tersebut sudah baik dan tampaknya mudah diikuti siswanya. Dengan menggunakan alat peraga gambar persegi panjang yang ditempel dipapan tulis juga sudah merupakan langkah yang baik. Namun sayangnya proses pembelajaran hanya terjadi satu arah. Dalam tayanan tersebut pembelajaran hanya didominasi oleh guru tanpa melibatkan siswa. Dengan kata lain siswa tidak diberikan kesempatan untuk menemukan sendiri rumus dan hasil perkalian aljabar tersebut. Ada baiknya pada proses pembelajaran guru memberikan contoh kepada siswa berupa benda yang berada disekitar siswa misalnya menggunakan buku, penggaris atau benda lainnya. Selanjutnya, guru membimbing siswa untuk menemukan rumus sendiri dengan menggunakan LKS atau buku panduan lainnya. Pancinglah siswa dengan satu soal dan bimbinglah mereka dalam menemukan suatu rumus sehingga dapat memecahkan soal tersebut. Melalui kegiatan tersebut, siswa akan memahami darimana awal mula rumus-rumus aljabar tersebut disertai dengan langkah-langkahnya. Jika siswa sudah faham mengenai rumus tersebut tentunya akan mudah menjawab soal-soal yang diberikan.

Ika Wartika (SMPN 2 Cimalaka Sumedang)

9 Replies to “Perkalian Bentuk Al Jabar2

  1. Nama : EKO TRIONO
    Nim : 501173151
    Prodi : Magister Pendidikan Dasar
    UPBJJ : Palembang

    Kekuatan :
    1. Guru menjelaskan terlebih dahulu materi secara garis besar
    2. Guru menggunakan ilustrasi untuk menjelaskan materi sehingga siswa tau dasar daripada hasil dari penjelasan materi yang disampaikan
    3. Guru memberikan dua alternatif penyelesaian masalah (ilustrasi & skema) sehingga memudahkan siswa untuk lebih memahami materi tersebut.
    4. Guru sesekali melakukan interaksi yang melibatkan siswa dengan memberikan pertanyaan

    Kelemahan :
    1. Penjelasan yang disampaikan masih kaku sehingga siswa menjadi tegang dan masih bingung
    2. Guru seharusnya memberikan latihan soal-soal sehingga siswa lebih memahami materi tersebut.

  2. Assalamu’alaikum wr wb
    Perkalian bentuk aljabar dapat dilakukan dengan mengalikan setiap unsur yang ada didalam operasi perkalian tersebut. dalam video tersebut menurut saya guru masih belum bisa mengajak siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, penjelasan yang kamu membuat siswa cenderung bosan.

  3. Nama : Ricki budiman
    Nim : 043934798
    Prodi : Pendidikan Matematika
    UPBJJ : Bogor

    Kekuatan :
    1. Guru memberikan materi dengan baik
    2. Guru menggunakan metode yang baik
    3. Guru menggunakan ilustrasi untuk menjelaskan materi
    4. Guru memberikan dua alternatif penyelesaian masalah (ilustrasi & skema) sehingga memudahkan siswa untuk lebih memahami materi tersebut.
    4. Adanya interaksi antara guru dan siswa

    Kelemahan :
    1. Bentuk pengajaran masih terlihat seperti ceramah
    2. perlu adanya latihan soal-soal agar siswa lebih memahami materinya

  4. Nama : Yana Suryana
    NIM : 042174946
    Prodi. : S1-Pendidikan Matematika

    Kelebihan:
     Guru dapat menjelaskan rumus operasi aljabar dengan menggunakan prinsip-prinsip geometri yaitu, konsep panjang, lebar dan luas bangun datar persegi panjang dengan detail dan sangat mudah dipahami.
     Pembelajaran diawali dengan media pembelajaran yang abstrak berupa media gambar bangun datar persegi panjang untuk merangsang siswa berkeinginan tahuan yang tinggi.

    Kelemahan:
     Padahal ada satu lagi rumus persamaan aljabar yang belum dijelaskan, itu adalah kesempatan siswa untuk mencoba mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, alangkah baik berikan waktu untuk diselesaikan dan dijelaskan bersama teman sekelas.
     Guru tidak memberikan penjelasan tiap blok mana yang bernilai positif dan mana yang bernilai negatif.
     Di akhir pembelajaran tidak terdapat evaluasi pembelajaran siswa.

    langkah-langkah memperbaiki pembelajaran sesuai dengan kelemahan pada video pembelajaran di atas :
     Langkah yang dilakukan pertama hampir sama sebelum kegiatan pembelajaran, guru membuka pembelajaran dan menjelaskan capaian dan tujuan dari materi yang akan disampaikan.
     Kemudian guru memberikan sedikit apersepsi materi yang telah disampaikan mengenai aljabar yang akan dikaitkan dengan media/ konsep yang akan dibahas seperti blok aljabar dengan prinsip-prinsip geometri yaitu pemahaman akan pengertian variabel, koefisien dan konstanta dalam aljabar.
     Blok aljabar yang digunakan ini terdiri atas 3 jenis blok, yaitu blok persegi satuan yang meno-tasikan konstanta satuan, blok persegi panjang yang menotasikan x dan blok persegi yang menotasikan x 2 . Masing–masing blok terdiri atas dua warna yang berbeda yaitu warna biru menandakan blok positif dan warna putih menandakan blok negatif. Pasangan blok positif dan negatif mempunyai bentuk dan ukuran sama bernilai nol disebut pasangan blok nol. Bentuk alat peraga blok aljabar x 2 , –x 2 , x , –x , 1, –1.  Setelah itu barulah menjelaskan operasi aljabar dengan konsep Ibu guru yang seperti pada video di atas, dengan membuatkan siswa lebih aktif untuk menemukan rumusnya sendiri setelah guru menjelasakan secara jelas danbenar.
     Kemudian mengevaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan.

    Teori yang mendasari adanya perbaikan:
     Menurut (Nuharini, D., & Wahyuni, T., 2008) Blok aljabar merupakan alat peraga berupa bangun geometri yang digunakan untuk memudahkan siswa dalam memahami pengertian variabel, koefisien dan konstanta dalam aljabar.
     Menurut Bruner (dalam Abdurrahman, M., & Bintoro, T., 2000), jika seseorang mempelajari sesuatu pengetahuan (misalnya suatu konsep matematika), pengetahuan itu perlu dipelajari tahap-tahap tertentu agar pengetahuan itu dapat diinternalisasi dalam pikiran (struktur kognitif) orang tersebut. Proses belajar akan berlangsung secara optimal jika proses pembelajaran diawali dengan tahap enaktif (menggunakan benda-benda kongkret), dan kemudian, jika tahap belajar yang pertama ini telah dirasa cukup, peserta didik beralih ke kegiatan belajar tahap dua, yaitu tahap belajar dengan menggunakan modus representasi ikonik (dalam bentuk bayangan visual, gambar atau diagram), dan selanjutnya, kegiatan belajar diteruskan dengan tahap belajar dengan menggunakan simbolik (simbol-simbol abstrak).

Tuliskan komentar anda disini