Sinopsis
Dalam program ini digambarkan video pembelajaran tentang sikap berontak siswa. Ada beberapa diantara mereka yang berpandangan bahwa tidak ada kaitan antara kecerdasan dengan prilaku tertentu, seperti masalah rambut solusi, diperlakukan pendekatan yang tepat untuk menyelesaikan persoalan ini secara arif dan bijaksana.
Asnah Limbong
Penayangan Video ini bertujuan agar Guru dengan bantuan Guru BK, dapat menerapkan aturan sekolah. Dimulai dengan mengajak siswa untuk mematuhi aturan sekolah hingga mendapatkan surat peringatan.
Materi-Video GPO disampaikan tanpa guru mengajar. Penyajian disampaikan melalui penayangan video pendek dan presenter.
Pendekatan menggunakan penayangan video sangat baik bagi para guru yang melihat program ini karena semua lebih nyata.
Program ini sangat sesuai dengan perkembangan peserta didik dengan memberi contoh mengenai rambut.
Program ini juga telah sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Sebaik materi ini diletakan untuk umum jangan diletakan pada seri Pembelajaran Matematika SMP. Di akhir penayangan sebaiknya dilihatkan siswa ybs telah menyadari kesalahannya.
Drs. Edy Sjarif, M.Pd.
60 Replies to “Sikap Berontak”
Komentar Cancel reply
Anda harus login untuk memberikan komentar.
Nama : Desi SUhartini
NIM : 856839302
Prodi : PGPAUD S1 Masukan
Menanggapi video diatas tentang sikap berontak diatas menurut saya yang dilakukan oleh pihak sekolah sudah tepat, si anak harus mengikuti bimbingan konseling disekolah untuk menanyakan pada anak kenapa dan apa yang menyebabkan anak tersebut selalu bersikap memberontak atau selalu melanggar aturan. dengan begitu mungkin anak akan lebih terbuka menganai masalahnya .
Diawal siswa yang tampak asik lagi bermain dengan teman sebangku, kemudian guru dapat menarik perhatian siswa dengan bermain tepukan. Permainan ini ternyata mampu menarik perhatian siswa dan fokus pada guru di depan kelas.
Nama : Ismah Yazid
NIM : 858929943
Program Studi : PGPAUD
Menurut saya, secara keseluruhan pembelajaran tersebut sudah baik dan benar. Akan tetapi di awal video terdapat kegiatan guru mencontohkan pada anak untuk membuat garis melengkung dengan garis putus-putus. Menurut pengetahuan saya, hal tersebut kurang benar. Karena jika mengguanakan garis putus-putus, nantinya anak akan terbiasa dengan contoh dan sulit untuk membuat garis yang sama tanpa contoh. Sebaiknya guru lebih baik tidak perlu memberikan contoh tersebut, melainkan dengan cara lain yaitu penguatan motorik halus pada anak seperti yang sudah dijelaskan divideo. Karena kegiatan tersebut sudah tepat untuk menguatkan motorik tangan pada anak, yang akan memudahkan anak memegang pensil dan menulis nantinya. Contohnya seperti memeras spons, membuka kunci gembok, memasang kancing, dan sebagainya. Saran untuk mengutkan motorik halus pada anak yang lainnya adalah bermain plastisin dan ublek (alat main yang dibuat dari tepung kanji lalu diberi air). Karena kedua permainan tersebut sangat bagus untuk melatih pergerakan otot pada anak.
Nama : Ismah Yazid
NIM : 858929943
Program Studi : PGPAUD
Menurut saya, secara keseluruhan pembelajaran tersebut sudah baik dan benar. Akan tetapi di awal video terdapat kegiatan guru mencontohkan pada anak untuk membuat garis melengkung dengan garis putus-putus. Menurut pengetahuan saya, hal tersebut kurang benar. Karena jika mengguanakan garis putus-putus, nantinya anak akan terbiasa dengan contoh dan sulit untuk membuat garis yang sama tanpa contoh. Sebaiknya guru lebih baik tidak perlu memberikan contoh tersebut, melainkan dengan cara lain yaitu penguatan motorik halus pada anak seperti yang sudah dijelaskan divideo. Karena kegiatan tersebut sudah tepat untuk menguatkan motorik tangan pada anak, yang akan memudahkan anak memegang pensil dan menulis nantinya. Contohnya seperti memeras spons, membuka kunci gembok, memasang kancing, dan sebagainya. Saran untuk mengutkan motorik halus pada anak yang lainnya adalah bermain plastisin dan ublek (alat main yang dibuat dari tepung kanji lalu diberi air). Karena kedua permainan tersebut sangat bagus untuk melatih pergerakan otot pada anak.
Nama : Rahajeng Anik Purwaningsih
NIM : 857828524
Tanggapan :
Ya, saya setuju dengan isi video di atas.
Dari video diatas, yang saya tangkap adalah bahwa beberapa siswa menganggap bahwa kedisiplinan tidak berpengaruh pada nilai pelajaran. Memang benar, namun kedisiplinan akan berpengaruh pada karakter siswa. Diciptakannya berbagai aturan di sekolah bertujuan untuk melatih disiplin dan tanggungjawab siswa sebagai seorang siswa yang patuh aturan. Peraturan dibuat untk ditaati.
Berikut beberapa cara menghadapi siswa yang sering berontak tidak mau menaati peraturan :
1. Ajak mengobrol
Sebagai seorang wali kelas, guru kelas harus bisa memahami karaktek setiap anak didik di kelasnya. Guru harus memahami watak setiap siswa. Ketika siswa melanggar aturan, cobalah untuk mengajak mengobrol secara empat mata.
2. Serahkan ke guru BK
Ketika wali kelas sudah tidak bisa menghadapi siswa yang berontak, minta bantuan ke guru BK merupakan sebuah solusi.
3. Beri surat peringatan
Jika sudah terlalu sering berontak, siswa bisa diberi surat peringatan agar orangtua siswa tersebut juga tahu bagaimana sikap anaknya ketika disekolah.