Similar Posts
My Idols
Sinopsis Program ini mengulas pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Inggris dengan menggunakan realia. Realia yang digunakan kali ini adalah poster-poster artis favourit para siswa. Poster-poster ini dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris dengan topic Describing People. Dengan menggunakan berbagai poster orang terkenal/artis guru mengajak siswa untuk aktif berbicara. Guru bertanya cirri-ciri yang dimiliki oleh orang yang…
Membangun Diskusi kelompok Kecil dengan Peragaan Metode Cetak dan Non Cetak
Sinopsis Program ini membahas tentang bagaimana seorang guru IPS di SMP memanfaatkan media cetak dan non cetak dalam pembelajaran untuk membangun diskusi dalam kelompok siswa. Yos Sudarso Pakar Dosen – Pakar Guru –
Mengajar dengan Atraktif Mengajar secara Konestekstual
Sinopsis Program membahas pemecahan masalah dalam strategi pembelajaran IPA (Biologi) di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada awal program ditampilkan seorang guru yang mengajar materi Gerak pada Tumbuhan dengan menggunakan media namun belum melibatkan siswa dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi kurang atraktif. Solusi diberikan dengan memberikan contoh pembelajaran yang memperlihatkan guru yang membawa berbagai tanaman dan…
Ayo Berorasi
Sinopsis Keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat masih menemukan kendala. Guru sering mengalami kesulitan bagaimana membelajarkan siswa untuk membiasakan mengemukakan pendapat lewat ide dan gagasannya terutama dalam penggunaan kata-kata. Pada video ini menggambarkan bagaimana strategi seorang guru dalam membantu siswa untuk memahami membiasakan mengemukakan pendapat lewat berorasi. Siswa diberi kesempatan bersimulasi bermain peran menjadi seorang tokoh…
Aritmetika Sosial
silahkan klik icon jika video tidak dapat diputar Sinopsis Matematika adalah mata pelajaran yang sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah topik aritmetika sosial terutama sub topik potongan harga/diskon. Dengan memahami konsep potongan harga ini diharapkan para siswa bisa mengetahui bagaimana cara/strategi yang efektif untuk mendapatkan potongan harga secara maksimal. Pembelajaran ini menggunakan…
Permasalahan Penduduk dan Dampaknya Terhadap Pembangunan
Sinopsis Video ini berisi metode Cooperative Learning tipe Question Student Have yang dapat mengaktifkan siswa. Dalam video ini diberikan langkah-langkah pembelajaran Metode Cooperative Learning Type Question Student Have sehingga siswa yang tadinya jenuh, bosan, menjadi lebih bersemangat. Anda tertarik untuk mengetahui isi video ini? Silahkan anda simak baik-baik video ini. Selamat menyimak. Ajat Sudrajat M.Pd…
menurut pendapat saya pada metode yang guru ambi berupa ceramah membuat siswa kurang semangat mengikuti pembelajarn. Setelah guru melakukan refleksi dan evaluasi dan berganti metode dengan praktek langsung , memeinta siswa kerja sama dan tutor sebaya adalah cara yang tepat untuk membuat siswa lebih memahami dan bersemangat.
Selain cara tadi, ada beberapa cara yang bisa guru lakukan seperti berikut:
1. Membuat pembelajaran lebih interaktif: Siswa cenderung lebih bersemangat jika mereka terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran contoh merode PJBL dan guru dapat menggunakan metode seperti percobaan langsung, demonstrasi, atau simulasi interaktif untuk membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit.
2. Menerapkan pendekatan praktis: Selain mempelajari teori, siswa juga perlu melihat bagaimana konsep-konsep itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru dapat menghadirkan contoh-contoh praktis tentang penggunaan rangkaian listrik dalam rumah tangga, industri, atau teknologi modern untuk membuat pembelajaran lebih relevan dan menarik bagi siswa.
3. Memberikan tantangan yang menarik: Siswa sering kali kehilangan semangat ketika mereka merasa pembelajaran itu membosankan atau terlalu mudah. Guru dapat memberikan tugas atau proyek yang menantang siswa untuk menerapkan konsep-konsep rangkaian listrik dalam konteks yang menarik dan memecahkan masalah yang nyata.
4. Membuat koneksi dengan kehidupan sehari-hari: Penting bagi siswa untuk melihat relevansi materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka. Guru dapat menjelaskan bagaimana pengetahuan tentang rangkaian listrik dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghemat energi atau merancang sirkuit elektronik sederhana.
5. Membuat suasana pembelajaran yang positif: Siswa cenderung lebih termotivasi ketika mereka merasa didukung dan dihargai. Guru dapat menciptakan suasana kelas yang inklusif, mendengarkan ide-ide siswa, memberikan pujian dan umpan balik positif, serta membantu siswa yang mengalami kesulitan.
6. Menggunakan teknologi dan sumber daya multimedia: Penggunaan teknologi dan sumber daya multimedia, seperti video pembelajaran, presentasi visual, atau perangkat lunak simulasi, dapat membantu siswa memvisualisasikan konsep-konsep yang sulit dan membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif.
7. Melibatkan siswa dalam diskusi dan kolaborasi: Diskusi dan kolaborasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memotivasi mereka untuk belajar. Guru dapat mengajukan pertanyaan terbuka, mengadakan diskusi kelompok, atau mengatur kegiatan kolaboratif di mana siswa dapat saling belajar dan berbagi pemahaman mereka tentang rangkaian listrik.
8. Memberikan dukungan tambahan: Beberapa siswa mungkin membutuhkan dukungan tambahan dalam memahami materi pelajaran. Guru dapat menyediakan waktu tambahan untuk konsultasi atau menjelaskan kembali konsep-konsep yang sulit bagi siswa yang mengalami kesulitan.
nama : Raden Diana Iradanti
Nim : 501233099
prodi : magester pendidikan dasar
video ini dapat bisa kita terapkan mana yang sesuai dengan keinginan siswa atau menjadi student center dan tidak terlalu banyak ceramah. dan siswa dapat belajar dengan bermain dan dapat mengerti dalam pembelajaran.
Nama: Jennie Nathania NIM: 501203104 Prodi: Magister Pendidikan Dasar Yang saya pelajari dari video ini mengenai masih seringnya pendidik masa kini menggunakan cara lama dalam mengajar yaitu dengan menggunakan metode ceramah. Metode cara lama ini membuat peserta didik menjadi jenuh yang berakhir pada ketidak pedulian pada apa yang disampaikan oleh pendidik. Akhirnya, capaian pembelajaran menjadi tidak tercapai. Menurut saya, manfaat yang saya dapat dari mengamati video pembelajaran ini salah satunya adalah sebagai pendidik saya harus lebih mengurangi penggunaan metode ceramah dengan menggantinya menggunakan metode yang student center atau menstimulasi keaktifan peserta didik. Saran saya untuk video pembelajaran ini yaitu masih perlunya peningkatan resolusi untuk video. Terimakasih.
Nama : Sri Rahayuningsih
NIM : 501574109
Prodi : Magister Pendidikan Dasar
UPBJJ : Medan
Assalamualaikum Wr.Wb.
Izin menanggapi video “ siswa kurang semangat dalam mengikuti pelajaran teori” dalam video tersebut Bapak guru hanya menggunakan metode ceramah, padahal materi yang di bahas cukup sulit seperti rangkaian listrik sehingga peserta didik kurang memahami materi yang sedang di bahas. Saat Guru Menerangkan di papan tulis banyak siswa yang tidak mengerti karena hanya berupa gambar – gambar di papan tulis tanpa tau benda nya. Sehingga banyak peserta didik yang bingung. Dan malah peserta didik disuruh membuat rangkaian listrik berupa bel listrik tetapi tanpa di pandu. Dan ini sangat di sayangkan karena siswa akan kurang semangat dalam mengikuti pelajaran. Namun pada video selanjutnya bapak guru sudah mulai menggunakan alat peraga langsung dan membagi peserta didik ke beberapa kelompok dan bapak guru ini menggunakan metode koperatif dimana siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan tetap guru sebagai pemimpin dan pengarah untuk jalannya praktikum tersebut. Dan saat terjadi kendala bapak guru ada menyuruh siswa yang sudah bisa untuk membantu teman nya, dan ini disebut tutor sebaya dan ini suatu penghargaan kepada peserta didik yang sudah mampu dan paham tentang materi tersebut.
upaya yang harus diperhatikan oleh guru dalam pembelajaran berikutnya adalah ketika kita mengajar seharusnya kita menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa agar aktif dalam proses pembelajaran dan juga harus selalu mengadakan evaluasi supaya dapat dilihat apakah proses pembelajaran yang telah kita lakukan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan awal dari pembelajaran
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Nama : Feni Juitasari
NIM : 020717189
Prodi : Biologi
Dari video di atas terlihat siswa siswi nya kurang semangat dalam mengikuti pelajaran yg di sampaikan oleh gurunya. Bahkan ada siswa siswi yang bingung dan bosan dalam menanggapi pelajaran yang di sampaikan oleh guru tersebut…itu semua kemungkinan di karenakan guru menggunakan metode ceramah sehingga siswa siswi sulit memahami materi yang di sampaikan oleh gurunya.
Nama: Nindya Permata Petsa
NIM: 048748126
Prodi: Pendidikan Biologi
UPBJJ: Padang
Dari video pembelajaran “Siswa Kurang Semangat Mengikuti Pelajaran Teori” yaitu terlihat guru sedang menjelaskan materi menggunakan metode ceramah sehingga mengakibatkan siswa menjadi monoton atau kurang memahami dari materi yang disampaikan oleh guru. Terlihat ketika guru mengubah metode belajar dengan membentuk kelompok dan melakukan praktikum, siswa tampak lebih aktif dan lebih paham dari materi yang diberikan oleh guru. Dan juga dengan metode ini, siswa dapat saling bekerja sama dan dapat melatih kemampuan berkomunikasi, dengan hal ini guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa yang paham menjadi tutor sebaya / narasumber, sehingga siswa tersebut dapat mengeksplorasi kemampuannya dengan cara membantu teman-teman nya yang lain.
Nandang Saepuloh
501233121
Prodi S2 Pendas
Guru dalam menyampaikan materi dengan menggunakan metode ceramah, membuat siswa kurang aktif dan kreatif karena komunikasi berlangsung satu arah, ketika guru merubahnya dengan menggunakan metode diskusi pada pembelajaran berbasis proyek siswa lebih terlibat aktif dan bergotong royong dalam menyelesaikan kerja kelompopoknya.kegiatan belajar mengajar lebih dinamis dan komunikatif.
Nama : Nini Maskia Ningsi
NIM. : 041416869
Prodi : Pend. Biologi
Menurut saya, kenapa siswa kurang semangat belajar karena ada materi listrik tapi pakai metode ceramah, disitu telihat anak-anak cenderung ngobrol, hanya melamun. Namun, pada bagian proyek siswa langsung aktif kembali menjadi semangat untuk belajar.