10 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi gambaran upaya seorang guru yang berusaha membuat siswa-siswanya menyukai pelajaran matematika dan tidak lagi bermalas-malasan utuk belajar matematika. Dalam program ini guru menggunakan narasumber dari berbagai profesi untuk menjelaskan mafaat dan asyiknya belajar matematika.

Mulyadi

Cerita dalam video itu cukup menarik, walaupun hanya sekilas bahwa seorang arsitek yang menyatakan bahwa matematika itu sangat bagi seorang arsitek dengan harapan bahwa matematika menjadi disenangi siswa.

Prof. Dr. Wahyudin (UPI Bandung)

Alasan siswa tidak menyukai pembelajaran matematika dalam tayangan tersebut “mungkin” dikarenakan guru tidak menggunakan alat peraga dalam mengajar matematika. Hal tersebut dimungkinkan karena mengajar matematika di kelas rendah harus menggunakan alat peraga. Selain untuk menarik perhatian siswa, alat peraga juga sangat berguna untuk membantu siswa dalam memahami konsep abstrak .

Dengan menghadirkan seorang arsitek dalam kelas tentunya menambah motivasi siswa mempelajari matematika. Arsitek memang tepat dijadikan contoh profesi yang berkaitan dengan bangun ruang. Profesi ini membutuhkan pemahaman yang baik konsep bangun ruang serta ketelitian yang tinggi dalam menghitung luar volume suatu bangun ruang pada saat merancang suatu bangunan.

Ade Kaesih (Guru SDN Malangbong Cimalaka)

===============
  1. Dalam membuka, mengisi dan menutup pembelajaran sudah cukup baik. Hanya tidak ada sapa pada siswa agar menciptakan suasana yang nyaman, tidak langsung pada penyampaian materi.
  2. Penggunaan strategi metode masih ceramah.
  3. Media kurang evaluasi/kesimpulan tidak melibatkan siswa.
  4. Kesesuaian sudah, Masih teacher center.

Etty Misawati 

10 Replies to “Siswa Tidak Menyukai Pelajaran Matematika

  1. Menarik sekali pembahasannya. Setuju dengan poin bahwa trauma terhadap matematika sering muncul dari tekanan nilai dan metode hafalan rumus tanpa paham konsep. Video ini memberikan perspektif baru bahwa guru PGSD harus lebih kreatif dalam mengaitkan matematika dengan kehidupan sehari-hari (RME – Realistic Mathematics Education). Jika siswa sudah merasa butuh dan melihat manfaatnya, rasa suka itu akan tumbuh dengan sendirinya. Terima kasih atas materinya!

  2. Nama : Tiffani Kusumaningrum
    Nim : 857028964

    Dalam video GPO tersebut terlihat bahwa banyak siswa tidak menyukai pelajaran matematika karena menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit, membingungkan, dan penuh dengan angka-angka rumit. Hal ini membuat siswa kurang termotivasi, mudah merasa bosan, bahkan cenderung bermalas-malasan saat pembelajaran berlangsung.
    Menurut saya, permasalahan ini bukan semata-mata karena materi matematika yang sulit, tetapi juga karena metode pembelajaran yang kurang menarik dan kurang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Jika pembelajaran hanya berfokus pada rumus dan latihan soal tanpa variasi, siswa akan cepat merasa jenuh.
    Upaya guru dalam video tersebut sudah sangat baik, yaitu dengan menghadirkan narasumber dari berbagai profesi untuk menjelaskan manfaat matematika dalam kehidupan nyata. Cara ini dapat membuka wawasan siswa bahwa matematika tidak hanya digunakan di kelas, tetapi juga sangat penting dalam berbagai pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
    Dengan pembelajaran yang lebih kreatif, kontekstual, dan menyenangkan, diharapkan siswa dapat mengubah pandangannya terhadap matematika dan menjadi lebih semangat dalam belajar.

  3. Alasan saya pada video tersebut siswa tidak menyukai pembelajaran matematika mungkin dikarenakan guru tidak memakai alat peraga dalam mengajar matematika. Menghadapi siswa yang kurang menyukai memang memerlukan pendekatan relevansi, visualisasi, dan rasa aman. Kunci utamanya adalah membangun hubungan emosional yang positif terlebih dahulu. Ketika siswa sudah merasa didukung dan melihat bahwa matematika bukan sekedar angka dikertas, minat mereka akan tumbuh secara alami. Berikut Beberapa strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengubah persepsi tersebut :
    1. pembelajaran berbasis game
    2. menciptakan lingkungan aman untuk salah
    3. menggunakan kertas origami untuk memahami Konsep geometri, simetri, dan sudut
    Terimakasih atas materinya

  4. Videonya sangat menarik. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan siswa tidak menyukai pelajaran Matematika. Matematika ini seolah-olah menjadi “momok” yang membuat banyak siswa merasa kesulitan. Namun, hal ini bisa diubah dengan menerapkan berbagai metode-metode yang dapat menarik perhatian siswa misalnya saja Project Based Learning atau Discovery Learning. Metode ini menekankan pada pemecahan masalah yang dilakukan oleh siswa itu sendiri, guru disini hanya berperan sebagai fasilitator. Para siswa mencari sendiri dan memecahkan sendiri masalah yang mereka temui dengan cara berpikir yang berbeda-beda atau yang dikenal dengan istilah Pembelajaran Berdiferensiasi. Dengan pengenalan berbagai konsep dengan benda-benda kongkret atau nyata sehingga mereka merasa termotivasi dalam proses pembelajaran itu sendiri. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan minat belajar siswa khususnya dalam pelajaran matematika. Terimakasih.

  5. Dari gambaran di video dapat saya simpulkan bahwa pelajaran matematika itu sebenarnya menyenangkan kalau guru sebagai fasilitator mampu menyediakan suasana pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan serta di dukung oleh strategi pembelajaran yang sesuai juga alat peraga yang beragam dan mendukung materi dan mampu menyediakan solusi bagi kemampuan belajar siswa yang beraagam.

Leave a Reply