8 Comments

Sinopsis

Program ini berisi gambaran tentang suasana kelas saat belajar matematika dimana guru menggunakan papan tulis untuk mengajarkan bilangan pecahan. Banyak siswa yang tidak mengerti bahkan tidak memperhatikan. Solusi yang ditawarkan dalam program ini adalah menggunakan benda-benda konkret seperti buah-buahan untuk pembelajaran matematika khususnya bilangan pecahan sehingga pemahaman siswa menjadi lebih baik

Muchtar M Noor

Memanfaatkan lingkungan untuk mengajarkan konsep pecahan yang dilakukan oleh guru sudah baik, namun akan lebih baik jika guru memerintahkan kepada murid untuk membawa buah-buahan satu atau dua hari sebelum pelajaran materi pecahan dimulai. Menggambar persegi untuk mendeskripsikan pecahan sebaiknya dilakukan setelah murid praktek memotong buah-buahan. Murid hendaknya dibawa dari konkrit ke abstrak.

Guru juga tidak harus meminta murid membawa buah-buahan pisau dari rumah. Sebagai gantinya guru bisa meminta murid membeli roti atau kue yang mudah dipotong tanpa menggunakan pisau, disekitar sekolah.

Guru perlu berusaha agar murid tertarik untuk belajar bilangan pecahan; misalnya sebelum pelajaran dimulai didahului dengan cerita-cerita yang membuat murid tertib dan menyimak semua informasi dari guru.

Drs. Tarhadi, M.Si.

  1. Secara keseluruhan baik pembukaan maupun penutup sudah cukup baik.
  2. Media sudah tepat.
  3. Materi dan kurikulum sudah sesuai.

Taufik Ma’ruf

8 Replies to “Belajar Matematika dengan Lingkungan Sebagai Media

  1. Berdasarkan pengamatan saya terhadap video pembelajaran tersebut, terlihat transisi yang sangat kontras antara pertemuan pertama dan kedua. Pada awalnya, guru menggunakan metode ceramah yang bersifat abstrak sehingga terjadi penurunan atensi yang signifikan; banyak siswa yang jenuh, mengobrol, dan bermain sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa metode satu arah tidak mampu menjembatani kebutuhan siswa usia sekolah dasar yang secara kognitif masih berada pada tahap operasional konkret.
    Namun, pada pertemuan berikutnya, guru melakukan langkah reflektif dengan menggunakan buah-buahan sebagai media konkret. Strategi ini memiliki kelebihan utama dalam menyederhanakan konsep matematika yang rumit menjadi pengalaman nyata yang bisa disentuh dan dilihat langsung. Pelibatan aktivitas kinestetik ini terbukti efektif mengunci fokus siswa, meningkatkan partisipasi aktif, dan menciptakan pembelajaran yang lebih berkesan (long-term memory) karena siswa terlibat langsung dalam proses penemuan konsep pecahan.
    Di sisi lain, metode ini memiliki beberapa kelemahan atau tantangan yang perlu diantisipasi, seperti manajemen kelas yang lebih kompleks karena suasana cenderung menjadi gaduh saat praktik. Selain itu, diperlukan persiapan waktu yang lebih lama, perhatian ekstra terhadap kebersihan kelas, serta pertimbangan agar instruksi membawa bahan praktik tidak menjadi beban ekonomi bagi orang tua. Secara keseluruhan, perubahan strategi ini membuktikan bahwa dengan menggeser pendekatan dari teacher-centered menjadi student-centered, kualitas pemahaman dan keterlibatan siswa dalam belajar matematika dapat meningkat secara drastis.”

  2. Nama : Melan Nurmalasari
    NIM : 860715244.0

    Menurut saya, video pada sesi pertemuan pertama sangat relevan karena mengangkat kesulitan nyata yang sering dialami siswa SD saat belajar pecahan. Penjelasan yang hanya mengandalkan papan tulis membuat konsep pecahan terasa sulit dipahami.

    Video selanjutnya memberikan solusi yang tepat: penggunaan buah sebagai media konkret. Cara ini sangat cocok untuk siswa SD yang masih berada pada tahap operasional konkret. Dengan melihat dan memotong langsung buah menjadi beberapa bagian sama besar, siswa menjadi lebih mudah memahami konsep pecahan sebagai “bagian dari keseluruhan”.

    Terima kasih.

Leave a Reply