11 Comments

Sinopsis

Program ini berisi gambaran tentang suasana kelas saat belajar matematika dimana guru menggunakan papan tulis untuk mengajarkan bilangan pecahan. Banyak siswa yang tidak mengerti bahkan tidak memperhatikan. Solusi yang ditawarkan dalam program ini adalah menggunakan benda-benda konkret seperti buah-buahan untuk pembelajaran matematika khususnya bilangan pecahan sehingga pemahaman siswa menjadi lebih baik

Muchtar M Noor

Memanfaatkan lingkungan untuk mengajarkan konsep pecahan yang dilakukan oleh guru sudah baik, namun akan lebih baik jika guru memerintahkan kepada murid untuk membawa buah-buahan satu atau dua hari sebelum pelajaran materi pecahan dimulai. Menggambar persegi untuk mendeskripsikan pecahan sebaiknya dilakukan setelah murid praktek memotong buah-buahan. Murid hendaknya dibawa dari konkrit ke abstrak.

Guru juga tidak harus meminta murid membawa buah-buahan pisau dari rumah. Sebagai gantinya guru bisa meminta murid membeli roti atau kue yang mudah dipotong tanpa menggunakan pisau, disekitar sekolah.

Guru perlu berusaha agar murid tertarik untuk belajar bilangan pecahan; misalnya sebelum pelajaran dimulai didahului dengan cerita-cerita yang membuat murid tertib dan menyimak semua informasi dari guru.

Drs. Tarhadi, M.Si.

  1. Secara keseluruhan baik pembukaan maupun penutup sudah cukup baik.
  2. Media sudah tepat.
  3. Materi dan kurikulum sudah sesuai.

Taufik Ma’ruf

11 Replies to “Belajar Matematika dengan Lingkungan Sebagai Media

  1. Berdasarkan pengamatan saya terhadap video pembelajaran tersebut, terlihat transisi yang sangat kontras antara pertemuan pertama dan kedua. Pada awalnya, guru menggunakan metode ceramah yang bersifat abstrak sehingga terjadi penurunan atensi yang signifikan; banyak siswa yang jenuh, mengobrol, dan bermain sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa metode satu arah tidak mampu menjembatani kebutuhan siswa usia sekolah dasar yang secara kognitif masih berada pada tahap operasional konkret.
    Namun, pada pertemuan berikutnya, guru melakukan langkah reflektif dengan menggunakan buah-buahan sebagai media konkret. Strategi ini memiliki kelebihan utama dalam menyederhanakan konsep matematika yang rumit menjadi pengalaman nyata yang bisa disentuh dan dilihat langsung. Pelibatan aktivitas kinestetik ini terbukti efektif mengunci fokus siswa, meningkatkan partisipasi aktif, dan menciptakan pembelajaran yang lebih berkesan (long-term memory) karena siswa terlibat langsung dalam proses penemuan konsep pecahan.
    Di sisi lain, metode ini memiliki beberapa kelemahan atau tantangan yang perlu diantisipasi, seperti manajemen kelas yang lebih kompleks karena suasana cenderung menjadi gaduh saat praktik. Selain itu, diperlukan persiapan waktu yang lebih lama, perhatian ekstra terhadap kebersihan kelas, serta pertimbangan agar instruksi membawa bahan praktik tidak menjadi beban ekonomi bagi orang tua. Secara keseluruhan, perubahan strategi ini membuktikan bahwa dengan menggeser pendekatan dari teacher-centered menjadi student-centered, kualitas pemahaman dan keterlibatan siswa dalam belajar matematika dapat meningkat secara drastis.”

  2. Nama : Melan Nurmalasari
    NIM : 860715244.0

    Menurut saya, video pada sesi pertemuan pertama sangat relevan karena mengangkat kesulitan nyata yang sering dialami siswa SD saat belajar pecahan. Penjelasan yang hanya mengandalkan papan tulis membuat konsep pecahan terasa sulit dipahami.

    Video selanjutnya memberikan solusi yang tepat: penggunaan buah sebagai media konkret. Cara ini sangat cocok untuk siswa SD yang masih berada pada tahap operasional konkret. Dengan melihat dan memotong langsung buah menjadi beberapa bagian sama besar, siswa menjadi lebih mudah memahami konsep pecahan sebagai “bagian dari keseluruhan”.

    Terima kasih.

  3. Menurut saya video yang baru saya amati tadi menjadikan salah satu masalah yang sering kali di alami oleh seorang guru ketika melakukan proses pembelajaran mata pelajaran matematika yang menggunakan metode ceramah tanpa menggunakan media karena dengan menggunakan metode ceramah anak akan sulit fokus untuk menangkap materi yang di ajarkan oleh guru tersebut, karena guru tersebut hanya menggunakan media papan tulis kemudian memberikan materi mengenai konsep pecahan sehingga anak merasa sulit untuk memahami, akan tetapi pada kegiatan akhir pembelajaran guru tersebut memberikan tugas untuk para murid nya agar membawa buah yang berbentuk bulat dan lonjong kedua buah tersebut dapat di jadikan sebagai media dan salah satu cara yang dapat membantu siswa mudah memahami materi yang sedang di pelajari pada saat itu juga, hal tersebut menjadi salah solusi untuk membantu para siswa mudah memahami pelajaran tersebut.

  4. Nama : Arum Muslimatul Afifah
    NIM : 856853708

    Izin menanggapi mengenai pembelajaran yang ada di video tersebut. Menurut saya, dalam pembelajaran tersebut yang di lakukan oleh guru tersebut adalah hal yang sudah benar. Pada pertemuan pertama guru berusaha menjelaskan materi di depan kelas dengan menggunakan media papan tulis dan menggambarkan bentuk bangun datarnya. Namun, dalam pembelajaran ini guru mendominasi hanya menggunakan metode ceramah tanpa melibatkan keaktifan siswa, sehingga suasana kelas menjadi kurang kondusif. Hal ini juga membuat siswa sedikit sulit memahami materi yang disampaikan yaitu konsep pembagian. Dan pada pertemuan ke dua, guru tersebut melakukan refleksi lalu giri tersebut memilih menggunakan benda konkret untuk menjelaskan materi agar siswa ikut terlibat dan mudah memahaminya. Dengan hal ini siswa dilibatkan secara aktif melalui praktik memotong dan membagi benda secara langsung. Dan guru tetap memberikan instruksi yang jelas untuk siswa berhati-hati dalam menggunakan pisau. Namun dalam hal ini penggunaan pisau di dalam kelas SD membutuhkan pengawasan yang ketat dari guru untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan. Selain itu meminta siswa untuk membawa alat dari rumah terkadang menjadi kendala jika siswa tidak membawa ataupun lula sehingga guru harus mengantisipasi menyediakan cadangan bahan praktik.
    Mungkin itu tanggapan dari saya.
    Terimakasih

  5. Nama : Anggy Mala Febylia
    Nim : 856856624

    Menurut saya, pembelajaran matematika dalam video tersebut memiliki kelebihan karena guru berusaha menghubungkan materi pecahan dengan benda yang ada di kehidupan sehari-hari, yaitu menggunakan buah-buahan seperti apel dan mentimun. Cara ini cukup menarik karena siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga langsung mempraktikkan bagaimana sebuah benda dibagi menjadi beberapa bagian yang sama. Dengan begitu, konsep pecahan yang awalnya mungkin masih abstrak bisa lebih mudah dibayangkan dan dipahami oleh siswa. Kegiatan praktik juga membuat siswa lebih aktif dan pembelajaran menjadi tidak hanya berpusat pada guru.

    Selain itu, penggunaan lingkungan atau benda yang dekat dengan siswa merupakan hal yang bagus karena siswa dapat melihat contoh nyata dari materi yang sedang dipelajari. Pembelajaran seperti ini juga dapat membuat matematika terasa lebih menyenangkan dan tidak terlalu sulit. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba sendiri, sehingga siswa dapat belajar melalui pengalaman secara langsung.

    Namun, menurut saya masih ada beberapa kekurangan dalam pembelajaran tersebut. Pada bagian awal terlihat guru lebih banyak menjelaskan materi di depan kelas, sementara beberapa siswa justru kurang memperhatikan dan berbicara dengan temannya. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran pada awalnya belum sepenuhnya membuat semua siswa terlibat aktif. Guru bisa memberikan pertanyaan, permainan, atau kegiatan sederhana sejak awal agar perhatian siswa lebih terarah.

    Kekurangan lainnya adalah penggunaan pisau ketika siswa memotong buah. Meskipun guru sudah mengingatkan agar berhati-hati, penggunaan benda tajam tetap memiliki risiko, terutama jika dilakukan oleh siswa sekolah dasar. Menurut saya, akan lebih aman jika guru menggunakan alat yang tidak tajam atau menyiapkan buah yang sudah dipotong oleh guru sebelumnya. Dengan begitu, kegiatan praktik tetap bisa dilakukan tanpa mengurangi unsur keamanan siswa.

    Secara keseluruhan, saya melihat pembelajaran dalam video ini sudah cukup baik karena menggunakan media yang konkret, dekat dengan kehidupan siswa, dan melibatkan siswa dalam kegiatan praktik. Hanya saja, keterlibatan siswa sejak awal dan aspek keamanan dalam kegiatan praktik masih perlu diperhatikan agar pembelajaran menjadi lebih efektif, aktif, dan aman.

Leave a Reply