117 Comments

Sinopsis

Usia dini merupakan usia yang paling tepat untuk membentuk karakter seseorang. Jika dapat terbentuk dengan baik maka pada generasi mendatang akan menjadi generasi yang berkarakter kuat. Untuk mewujudkan PAUD berkualitas maka dibutuhkan kerjasama yang kuat antara keluarga (orang tua), lingkungan sekolah dan masyarakat. Tantangan dunia pendidikan di era globalisasi saat ini demikian kompleks, telah memberikan banyak perubahan dan dampak terhadap masyarakat sekitar. Salah satu dampak negatifnya adalah krisis moral dan akhlak baik melalui perilaku, sikap, verbal serta fisik yang lebih dikenal dengan istilah perundungan (bullying). Bila tidak segera disikapi melalui pendidikan, maka dikhawatirkan adat dan budaya luhur sesuai dengan niai-nilai Pancasila akan semakin pudar. Penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin kepada anak adalah kunci utama untuk menyiapkan generasi yang berbudi luhur sesuai tahap tumbuh kembangnya. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk melalui hasil belajar dan menjadi teladan pembiasaan dan perilaku orang tua, guru dan tenaga kependidikan serta lingkungan masyarakat.

Permasalahan yang biasanya muncul pada perkembangan sosial emosional anak dapat dilihat dengan adanya perilaku anak yang kurang tepat, baik di rumah maupun di sekolah, salah satunya adalah perilaku bullying. Bullying mulai muncul di TK. Anak yang di usia dininya terindikasi dan terlibat dalam perilaku bullying, berpotensi untuk menjadi pelaku kenakalan di usia remajanya, tindakan kekerasan, serta terjebak dalam tindakan kriminal. Perilaku bullying seringkali terjadi di sekolah yang kurang pengawasan dari guru, longgar dalam menerapkan aturan, serta pihak-pihak pemegang otoritas tidak memiliki sikap dan pandangan yang tegas terhadap bullying. Pengetahuan guru TK tentang bullying juga dirasakan masih terbatas. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dapat dilakukan dengan program psikoedukasi yang diberikan kepada guru mengenai perilaku bullying.

Gambaran atau contoh konkrit yang dituangkan dalam sebuah tayangan diharapkan menjadi media yang mudah diterjemahkan oleh guru dan tenaga kependidikan dalam mencegah terjadinya bullying. Selamat menyaksikan!

PERTANYAAN PEMACU DISKUSI

  1. Bagaimana Pendapat Anda mengenai Video di atas?

  2. Jika Anda berada di lokasi kejadian, apa yang akan Anda lakukan?

  3. Apa penyebab Joko diperlakukan demikian? 

  4. Bagaimana Anda mengedukasi siswa agar tidak melakukan perundungan?

  5. Bagaimana Anda mengedukasi siswa yang menjadi korban perundungan?

117 Replies to “Stop Bullying Pada Anak”

  1. Nama : Anna Magdalena Hulu
    NIM : 860242631
    Prodi : PGPAUD

    Ijin menanggapi vidio.
    Refleksi Video “Stop Bullying pada Anak”
    1. Pendapat saya
    Menurut saya, video ini memberikan pelajaran penting bahwa perundungan bukanlah candaan biasa. Perundungan dapat membuat anak merasa sedih, takut, dan tidak percaya diri. Guru perlu mengajarkan anak untuk saling menghargai, menyayangi, dan tidak menyakiti teman.
    2. Tindakan jika berada di lokasi kejadian
    Saya akan segera menghentikan perundungan dan memastikan Joko berada dalam keadaan aman. Selanjutnya, saya akan mendengarkan penjelasan dari masing-masing anak secara bergantian tanpa langsung memarahi atau mempermalukan mereka. Anak yang melakukan perundungan akan diberi pemahaman, diarahkan untuk meminta maaf, dan dibimbing agar tidak mengulangi perbuatannya.
    3. Penyebab Joko diperlakukan demikian
    Joko mungkin diperlakukan seperti itu karena teman-temannya belum memahami bahwa perbuatan mereka dapat menyakiti perasaan orang lain. Mereka mungkin menganggapnya sebagai candaan atau meniru perilaku dari lingkungan sekitar. Kurangnya pengawasan dan bimbingan juga dapat menjadi penyebabnya.
    4. Cara mengedukasi siswa agar tidak melakukan perundungan
    Saya akan menjelaskan bahwa mengejek, memukul, mendorong, mengancam, dan mengucilkan teman adalah perbuatan yang tidak baik. Saya dapat menggunakan cerita, gambar, dan bermain peran agar anak lebih mudah memahami. Anak juga perlu dibiasakan berkata sopan, saling membantu, serta melapor kepada guru jika melihat perundungan.
    5. Cara mengedukasi korban perundungan
    Saya akan mendengarkan Joko dengan sabar dan meyakinkannya bahwa perundungan yang dialaminya bukan kesalahannya. Joko akan diajarkan untuk berani mengatakan, “Jangan lakukan itu, saya tidak suka,” kemudian menjauh dan melapor kepada guru. Saya juga akan membantu membangun kembali rasa percaya dirinya serta bekerja sama dengan orang tuanya.
    Refleksi diri
    Dari video ini, saya belajar bahwa perundungan tidak boleh dibiarkan. Sebagai guru, saya harus peka, segera bertindak, dan menciptakan kelas yang aman, nyaman, serta penuh kasih sayang.

  2. Nama : Risma Rindiatika
    Nim :858336652
    Prodi : Pg Paud
    UT Banjarmasin
    Ijinkan saya merefleksi dan menanggapi vidio diatas ya .
    Video tersebut menjelaskan bahwa usia dini anak adalah masa emas dalam pembentukan karakter seorang anak.
    Untuk dapat mewujudkan PAUD yang berkualitas dibutuhkan kerjasama yang baik antara pihak sekolah, orangtua dan masyarakat.
    Namun saat ini sering kali kita mendengar kasus perundungan yang bahkan hal itu sudah terjadi pada anak usia dini.banyak sekali hal hal yang termasuk kedalam kategori perundungan baik secara langsung ataupun tidak langsung hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan anak usia dini maka dari itu didalam lingkungan sekolah atau pun di luar lingkungan sekolah hendak lah selalu dalam pengawasan guru atau orang tua ,kita juga perlu menghimbau dan mengarahkan serta menjelaskan hal hal yang masuk dalam kategori perundungan .
    Namun seringkali didapati dalam kehidupan kita saat ini yaitu krisis moral dan kurangnya empati dan akhlak yang membuat sebagian orang dewasa bahkan anak-anak menjadi pelaku perundungan/bullying.
    Oleh karena besarnya dampak buruk dari kasus perundungan ini hendak lah kita sebagai guru,orang tua,masyarakat selalu bekerja sama dalam membentuk kepribadian ,karakter dan kebiasaan anak usia dini . Begitupun dalam ranah sekolah, sekolah dapat membuat kebijakan kebijakan yang dapat mencegah perundungan dan mengawasi setiap anak didik nya.
    Sekian tanggapan saya ,terima kasih.

  3. JAUHARATUN NAFISAH_858338781_PGPAUD

    1. Pendapat saya mengenai video tersebut
    Menurut pendapat saya, video tersebut memberikan pelajaran yang sangat penting tentang bahaya perundungan sejak usia dini. Perilaku mengejek, mengucilkan, mengganggu, atau menyakiti teman tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa dalam proses bermain anak. Guru dan orang tua perlu bekerja sama untuk mengajarkan sikap saling menghargai, menyayangi, dan menghormati perasaan orang lain agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.

    2. Jika saya berada di lokasi kejadian, yang akan saya lakukan adalah.
    Jika saya berada di lokasi kejadian, saya akan segera menghentikan tindakan perundungan dengan cara yang tegas tetapi tetap tenang. Saya akan memisahkan anak yang terlibat, memastikan Joko merasa aman, dan menanyakan keadaannya dengan penuh perhatian. Setelah itu, saya akan berbicara dengan anak yang melakukan perundungan untuk mengetahui penyebab perilakunya dan memberikan pemahaman bahwa tindakannya dapat menyakiti perasaan orang lain. Saya juga akan berkomunikasi dengan orang tua agar masalah tersebut dapat ditangani bersama.

    3. Apa penyebab Joko diperlakukan demikian?
    Menurut pendapat saya, Joko mungkin diperlakukan demikian karena adanya perbedaan dengan teman-temannya, kurangnya rasa empati, keinginan untuk menguasai permainan, atau pengaruh perilaku yang dilihat anak dari lingkungan sekitarnya. Anak usia dini juga masih belajar mengendalikan emosi dan menyelesaikan konflik. Namun, penyebab pastinya perlu diketahui melalui pengamatan dan percakapan dengan anak-anak yang terlibat, bukan hanya berdasarkan dugaan.

    4. Meurut saya mengedukasi siswa agar tidak melakukan perundungan adalah.
    Saya akan memberikan edukasi melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak, seperti bercerita, bermain peran, bernyanyi, dan permainan kelompok. Saya akan mengajarkan anak untuk menggunakan kata-kata yang baik, bergantian saat bermain, menghargai perbedaan, serta meminta maaf apabila melakukan kesalahan. Saya juga akan memberikan contoh secara langsung melalui perilaku sehari-hari karena anak usia dini lebih mudah memahami sesuatu melalui teladan dan pembiasaan.

    5. Menurut saya mengedukasi siswa yang menjadi korban perundungan adalah.
    Saya akan memberikan perhatian dan dukungan kepada anak yang menjadi korban agar merasa aman, diterima, dan tidak sendirian. Saya akan mendengarkan ceritanya tanpa menyalahkan atau menghakimi, serta meyakinkan bahwa ia berhak mendapatkan perlakuan yang baik. Saya juga akan mengajarkan anak untuk berani mengatakan tidak, menjauh dari situasi yang membuatnya tidak nyaman, dan segera meminta bantuan guru apabila mengalami gangguan. Selain itu, saya akan bekerja sama dengan orang tua untuk mendampingi perkembangan sosial dan emosional anak.

    Kesimpulan :
    Menurut saya, pencegahan perundungan harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan karakter, pembiasaan perilaku positif, pengawasan guru, dan kerja sama dengan orang tua. Sebagai calon pendidik PAUD, saya ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, dan menghargai setiap anak sehingga semua anak dapat bermain dan belajar tanpa rasa takut.

  4. 1. Pendapat
    Perundungan pada anak usia dini sangat salah dan berbahaya. Anak di usia ini sangat rentan; perlakuan buruk dapat merusak kepercayaan diri, perkembangan emosi, dan sosial mereka seumur hidup. Tidak boleh dibiarkan.

    2. Tindakan di lokasi
    – Segera pisahkan pelaku & korban dengan aman
    – Tenangkan korban, dengarkan ceritanya
    – Tegur pelaku secara pribadi, jelaskan kesalahannya
    – Laporkan ke kepala sekolah & sampaikan ke orang tua

    3. Penyebab
    – Meniru perilaku kasar dari lingkungan/keluarga
    – Belum bisa mengelola & mengungkapkan perasaan dengan baik
    – Kurang diajarkan rasa empati dan pengawasan
    = Menyoroti perbedaan teman sebagai bahan ejekan

    4. Edukasi agar tidak melakukan perundungan
    – Ajarkan empati: tanyakan “Bagaimana jika kamu yang diperlakukan begitu?”
    – Ceritakan kisah persahabatan, lakukan permainan peran
    – Teguhkan aturan: hormati teman, bicara baik, saling bantu
    = Berikan teladan; puji perilaku baik

    5. Edukasi bagi korban
    – Yakinkan: itu bukan salahnya, dia berharga & dicintai
    – Ajarkan: berani berkata “jangan!”, pergi, lalu lapor orang dewasa
    – Bangun kepercayaan diri; dampingi agar tidak kesepian
    – Pastikan dia aman dan didukung terus

  5. Selamat Malam Ijin menanggapi Vidio

    Nama : Desti Agnesti Alunpah
    Nim : 859329097
    Prodi : PG PAUD

    Dalam Vidio Stop Bullying pada anak.
    anak yang mengalami Bullying akan merasa takut, cemas, gelisah, cengeng dan tidak berani datang ke sekolah karna setiap kali anak datang ke sekolah anak tersebut pasti akan di ganggu, di pukul oleh temannya.
    pencegahannya, guru dapat bekerja sama dengan orang tau agar menanyakan apakah perkembangan anak dirumah maka pengasuhan yang baik melalui peran keluarga.
    maka Anak tersebut perlu dibiasakan untuk saling membantu, meminta maaf, menghargai teman, dan berani bercerita kepada guru jika mengalami masalah.

Leave a Reply