62 Comments

Sinopsis

Usia dini merupakan usia yang paling tepat untuk membentuk karakter seseorang. Jika dapat terbentuk dengan baik maka pada generasi mendatang akan menjadi generasi yang berkarakter kuat. Untuk mewujudkan PAUD berkualitas maka dibutuhkan kerjasama yang kuat antara keluarga (orang tua), lingkungan sekolah dan masyarakat. Tantangan dunia pendidikan di era globalisasi saat ini demikian kompleks, telah memberikan banyak perubahan dan dampak terhadap masyarakat sekitar. Salah satu dampak negatifnya adalah krisis moral dan akhlak baik melalui perilaku, sikap, verbal serta fisik yang lebih dikenal dengan istilah perundungan (bullying). Bila tidak segera disikapi melalui pendidikan, maka dikhawatirkan adat dan budaya luhur sesuai dengan niai-nilai Pancasila akan semakin pudar. Penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin kepada anak adalah kunci utama untuk menyiapkan generasi yang berbudi luhur sesuai tahap tumbuh kembangnya. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk melalui hasil belajar dan menjadi teladan pembiasaan dan perilaku orang tua, guru dan tenaga kependidikan serta lingkungan masyarakat.

Permasalahan yang biasanya muncul pada perkembangan sosial emosional anak dapat dilihat dengan adanya perilaku anak yang kurang tepat, baik di rumah maupun di sekolah, salah satunya adalah perilaku bullying. Bullying mulai muncul di TK. Anak yang di usia dininya terindikasi dan terlibat dalam perilaku bullying, berpotensi untuk menjadi pelaku kenakalan di usia remajanya, tindakan kekerasan, serta terjebak dalam tindakan kriminal. Perilaku bullying seringkali terjadi di sekolah yang kurang pengawasan dari guru, longgar dalam menerapkan aturan, serta pihak-pihak pemegang otoritas tidak memiliki sikap dan pandangan yang tegas terhadap bullying. Pengetahuan guru TK tentang bullying juga dirasakan masih terbatas. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dapat dilakukan dengan program psikoedukasi yang diberikan kepada guru mengenai perilaku bullying.

Gambaran atau contoh konkrit yang dituangkan dalam sebuah tayangan diharapkan menjadi media yang mudah diterjemahkan oleh guru dan tenaga kependidikan dalam mencegah terjadinya bullying. Selamat menyaksikan!

PERTANYAAN PEMACU DISKUSI

  1. Bagaimana Pendapat Anda mengenai Video di atas?

  2. Jika Anda berada di lokasi kejadian, apa yang akan Anda lakukan?

  3. Apa penyebab Joko diperlakukan demikian? 

  4. Bagaimana Anda mengedukasi siswa agar tidak melakukan perundungan?

  5. Bagaimana Anda mengedukasi siswa yang menjadi korban perundungan?

62 Replies to “Stop Bullying Pada Anak

  1. Assalamualaikum wr.wb

    Nama : Ainun Nuraini
    Nim : 860161217
    Prodi : PGPAUD

    Refleksi Analisis Video Pembelajaran: Stop Bullying pada Anak

    Video tersebut sangat baik karena memberikan contoh nyata bahwa bullying bisa terjadi sejak usia dini. Ini menjadi pengingat bagi guru untuk lebih peka, tegas, dan memberi pendampingan pada anak dalam perkembangan sosial emosionalnya.

    Jika saya berada di lokasi:
    Saya akan langsung menghentikan perilaku tersebut, menenangkan anak yang menjadi korban, lalu mengajak anak yang melakukan bullying untuk berdiskusi secara sederhana tentang perilaku yang baik dan tidak baik.

    Penyebab Joko diperlakukan demikian:
    Biasanya karena kurangnya pemahaman anak tentang empati, bisa juga karena meniru lingkungan sekitar, atau kurangnya pengawasan dari orang dewasa.

    Cara mengedukasi siswa agar tidak melakukan bullying:
    Dengan pembiasaan sikap saling menghargai, bermain bersama, memberi contoh perilaku baik, serta menjelaskan secara sederhana tentang akibat dari menyakiti teman.

    Cara mengedukasi korban bullying:
    Memberi dukungan dan rasa aman, mengajarkan anak untuk berani bicara, serta menumbuhkan rasa percaya diri agar tidak merasa rendah diri.

  2. Nama : Devi Ana Wulandari
    NIM : 858014819

    Izin menjawab
    Analisis video pembelajaran: stop bullying pada anak

    – Menurut pendapat saya mengenai video di atas adalah video ini sangat baik dan menarik karena memberikan contoh pembelajaran yang nyata tentang bullying pada anak usia dini.
    – Jika saya berada di lokasi kejadian yang saya lakukan adalah menghentikan perilaku anak tersebut, menenangkan korban,menahan pelaku dan saksi agar tidak pergi. Mengajak anak untuk bersalaman dan meminta maaf. Memanggil dan Melibatkan orang tua untuk Ikut mendidik anak-anaknya supaya tidak terjadi lagi kejadian perundungan di anak usia dini.
    – Penyebab Joko diperlakukan demikian:
    Karena kurangnya pemahaman anak tentang rasa empati, kurangnya rasa saling menyayangi, bisa juga meniru lingkungan sekitar atau kurangnya pengawasan dari orang tua.
    – Cara mengedukasikan siswa agar tidak melakukan perundungan adalah
    tanamkan nilai moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin yaitu dengan cara sayang teman, tidak saling memukul, guru PAUD memberikan persepsi awal saat pembukaan di kelas.
    – Mengedukasi siswa yang menjadi korban perundungan adalah
    memberikan dukungan dan upaya rasa aman, memberikan anak dukungan untuk berani berbicara tidak perlu takut, satuan pendidikan juga merencanakan program pencegahan perundungan di satuan pendidikan dengan cara mengajak dan melibatkan orang tua untuk ikut andil dalam pembentukan karakter anak usia dini.

    terima kasih

  3. Nama: Cherlin Dea Putri Hulu
    Nim: 878369877

    1. Pendapat saya tentang video yang membahas bullying pada anak usia dini sangat positif, karena topik ini sangat penting dan sering terabaikan di level PAUD. Video ini membantu kami mahasiswa, memahami bahwa intimidasi dan perilaku merendahkan tidak hanya terjadi di SMP/SMA, tetapi bisa muncul sejak usia dini. video ini penting
    Video yang membahas bullying PAUD dapat membuka mata bahwa bentuknya bukan hanya fisik (memukul, mendorong), tapi juga verbal (mengolok‑olok), sosial (mengucilkan), dan psikologis (menakut‑nakuti dengan tatapan atau ancaman). Dengan melihat contoh‑contoh konkret, guru dan orang tua bisa lebih peka dan tidak menganggap perilaku itu “hanya mainan anak‑anak”.
    Dampak pembelajaran bagi anak dan orang dewasa
    Video ini juga membantu menjelaskan bahwa bullying di usia dini bisa berdampak panjang pada kepercayaan diri, rasa aman, dan kesehatan mental anak, seperti munculnya rasa takut, cemas, dan enggan bermain dengan teman. Untuk orang tua dan guru, video ini juga bisa menjadi alat untuk merumuskan cara merespons, mengintervensi, dan mencegah bullying sejak dini.

    2. Kalau saya ada di kejadian bullying tersebut, pertama saya akan segera berusaha mencegah dan melindungi teman yang sedang di-bully. Saya tidak akan diam atau ikut menertawakannya, tetapi saya akan menegur dengan tegas, misalnya dengan mengatakan: ‘Jangan ganggu dia, itu tidak baik.’ Lalu saya akan mengajak korban menjauhi situasi itu dan segera melapor ke guru atau orang dewasa yang bisa dipercaya, Saya melakukan ini karena bullying bisa sangat menyakitkan dan membuat anak takut, tidak percaya diri, bahkan enggan bermain dengan teman. Sebagai teman yang baik, saya ingin menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai, bukan saling menyakiti.

    3.Joko mungkin melakukan bullying karena belum belajar cara menghargai teman dan mengelola emosinya. Bisa juga ia sedang meniru perlakuan kasar yang dilihat di rumah atau di lingkungan sekitar, atau ingin terlihat lebih ‘kuat’ di depan teman‑temannya.

    4.Saya mengedukasi siswa agar tidak melakukan perundungan melalui beberapa langkah. Pertama, saya memberikan penjelasan sederhana tentang bentuk‑bentuk perundungan (fisik, verbal, dan sosial) serta efeknya terhadap perasaan dan kepercayaan diri korban. Kedua, saya mengintegrasikan nilai empati, toleransi, dan kerja sama dalam kegiatan sehari‑hari, misalnya melalui cerita, bermain peran, dan diskusi kelas. Ketiga, saya mengajarkan keterampilan sosial seperti cara menolak perlakuan tidak pantas, berbicara dengan sopan, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Terakhir, saya mendorong budaya ‘lingkungan aman’ di kelas, dengan membuat aturan kelas anti‑bullying yang disepakati bersama, serta menjamin bahwa korban dan saksi akan didukung, bukan dihukum karena melapor.

    5. Pertama, saya menciptakan suasana yang aman dan nyaman agar anak merasa percaya untuk bercerita tentang apa yang ia alami, tanpa takut dihukum atau dimarahi. Saya menggunakan bahasa sederhana dan ekspresi wajah yang hangat agar anak tidak merasa semakin tertekan.
    Kedua, saya mengenalkan konsep anti‑bullying lewat metode yang sesuai PAUD, misalnya bercerita atau bermain peran tentang situasi di mana satu anak menyakiti teman dan bagaimana teman yang lain membela diri atau melapor. Dalam permainan itu, saya latih anak mengucapkan kalimat tegas seperti ‘Jangan ganggu aku’ atau ‘Aku tidak suka’ secara tenang.
    Ketiga, saya ajak anak untuk selalu mencari bantuan ke guru, orang tua, atau teman dekat saat merasa tidak nyaman, dan saya jaga agar korban tidak dikucilkan, tetapi justru didukung dan diposisikan sebagai anak yang berani melapor. Saya juga mengajak orang tua untuk memantau perubahan perilaku dan emosi anak, serta bekerja sama dengan guru untuk membangun lingkungan yang inklusif dan penuh empati.”
    Jika Anda mau, saya bisa bantu ubah jawaban ini jadi lebih singkat (1–2 kalimat) atau disesuaikan dengan format tugas tertentu (misalnya laporan refleksi video)

    Demikian beberapa jawaban dari saya Terimakasih 🙏

  4. Nama : Ema Hamidah
    NIM : 877840913

    1.video tersebut sangat relevan dengan kehidupan anak-anak, dimana anak-anak yang sedang bermain terkadang muncul sifat egosentris atau ingin merasa paling jago diantara teman-teman lainnya.
    Dan ada kecenderungan ingin mengontrol.

    Pada video tersebut terdapat 4 anak- anak,dua anak laki-laki dan 2 anak perempuan sedang bermain petak umpet dihalaman.
    Namun salah satu anak laki laki terlihat ingin memojokkan anak perempuan berbaju pink dengan cara mengolok olok ,mengejek menyudutkan sehingga anak tersebut merasa sedih

    2. Jika saya berada dilokasi,saya akan melerai anak laki laki tersebut untuk tidak mengejek teman dan tetap bermain bersama,lalu saya akan merangkul anak berbaju pink untuk menemani atau mengajak bermain bersama teman temannya lagi dengan syarat mereka tidak melakukan perundungan

    3.Joko melakukan hal demikian mungkin karena faktor keluarga yang tidak begitu memperhatikannya,sehingga ia akan melakukan penyimpangan dengan cara mengganggu,mengejek atau mengolok.
    Joko melakukan hal tersebut bisa jadi meniru perlakuan orang tua.
    Mungkin dikeluarganya,joko jarang diberikan pelukan ,pujian atau perhatian lainnya sehingga joko merasa kurang perhatian.

    4.Saya akan mengedukasi siswa agar tidak melakukan perudungan dengan cara membacakan cerita baik itu dengan membacakan cerita langsung atau lewat buku cerita mengenai perilaku perundungan dan akibatnya,
    Kemudian saya akan mencontohkan macam macam perilaku perundungan dikelas dan menanyakan bagaimana rasanya jika melakukan perundungan ,salah satunya akan dijauhi teman,dan tidak akan diajak bermain bersama

    4.Saya akan mengedukasi agar tidak menjadi korban perundungan dengan cara pendekatan individual terutama jika sering terjadi,dengan cara untuk segera melaporkan k ibu guru jika sering diganggu,seperti diambil tempat pensil ,mainan,diejek atau dipukul.

    Mengedukasi semua anak untuk bisa berani berbicara kepada pelaku perundungan dengan berkata tidak atau aku tidak mau diejek,akau tidak mau diambil tempat pensilnya.
    Bisa mempertahankan dirinya dengan cara tidak menangis jika diolok karena jika anak menangis ,maka anak tersebut akan terus menjadi korban perundungan.

    Demikian tanggapan dari saya

  5. Assalamualaikum.wr.wb
    Nama : NOVITA
    NIM : 860094771

    PERTANYAAN PEMACU DISKUSI
    Izin menganalisis video pembelajaran : stop bullying pada anak

    1.Bagaimana Pendapat Anda mengenai Video di atas?
    Menurut pendapat saya video tersebut sangat penting sebab cermin untuk anak paud agar tidak mengikuti seperti kejadian mengolok-olok teman,mengucilkan dan saya akan mengajarkan empati sejak dini dan pastikan anak merasa aman di dalam sekolah

    2.Jika Anda berada di lokasi kejadian, apa yang akan Anda lakukan?
    Saya akan melindungi anak dari pembulian tersebut dan saya akan mengajak mengobrol pada anak tersebut untuk menanyakan dan mendengarkan perasaannya dan saya akan memberikan motivasi anak untuk percaya diri kembali serta mampu menghadapi keadaan serupa dimasa akan datang

    3.Apa penyebab Joko diperlakukan demikian?
    Kemungkinan adanya faktor perbedaan
    -fisik,contoh lebih gemuk atau kecil,gaya jalan nya unik.
    -ekonomi,joko sederhana,tidak mempunyai mainan
    -kemampuan,joko lebih lambat bicara,lambat bicara
    Faktor lingkungan
    -pengawasan lemah contoh pada jam istirahat guru tidak ada
    -aturan tidak tegas contoh anak mengejek nama ayah tetapi guru hanya diam saja
    Faktor dari joko tidak salah tapi dia dicela
    -joko tidak berani melawan
    -dan joko suka main sendiri

    4.Bagaimana Anda mengedukasi siswa agar tidak melakukan perundungan?
    Cara mengedukasi siswa agar tidak melakukan perundungan
    -mengajarkan empati
    -buat aturan kelas dalam arti mengajak anak tidak saling mengucilkan teman dan siapa yang saling mengucilkan akan mendapat sanksi dari guru

    5.Bagaimana Anda mengedukasi siswa yang menjadi korban perundungan?
    Cara mengedukasi siswa yang menjadi korban perundungan
    -pisahkan dan tenangkan siswa satu sama lain
    -Dibilangin pada siswa kalau nggak mau main ya udah duduk aja atau main,mainan yang ada dikelas
    -meminta pelaku minta maaf sama korban
    -libatkan orang tua korban

    Demikian lah analisis video tentang pembelajaran stop bullying pada anak mohon dikoreksi bila ada kekurangan jawaban akan saya perbaiki
    Wassalamualaikum.wr.wb

Leave a Reply