60 Comments

Sinopsis

Usia dini merupakan usia yang paling tepat untuk membentuk karakter seseorang. Jika dapat terbentuk dengan baik maka pada generasi mendatang akan menjadi generasi yang berkarakter kuat. Untuk mewujudkan PAUD berkualitas maka dibutuhkan kerjasama yang kuat antara keluarga (orang tua), lingkungan sekolah dan masyarakat. Tantangan dunia pendidikan di era globalisasi saat ini demikian kompleks, telah memberikan banyak perubahan dan dampak terhadap masyarakat sekitar. Salah satu dampak negatifnya adalah krisis moral dan akhlak baik melalui perilaku, sikap, verbal serta fisik yang lebih dikenal dengan istilah perundungan (bullying). Bila tidak segera disikapi melalui pendidikan, maka dikhawatirkan adat dan budaya luhur sesuai dengan niai-nilai Pancasila akan semakin pudar. Penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin kepada anak adalah kunci utama untuk menyiapkan generasi yang berbudi luhur sesuai tahap tumbuh kembangnya. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk melalui hasil belajar dan menjadi teladan pembiasaan dan perilaku orang tua, guru dan tenaga kependidikan serta lingkungan masyarakat.

Permasalahan yang biasanya muncul pada perkembangan sosial emosional anak dapat dilihat dengan adanya perilaku anak yang kurang tepat, baik di rumah maupun di sekolah, salah satunya adalah perilaku bullying. Bullying mulai muncul di TK. Anak yang di usia dininya terindikasi dan terlibat dalam perilaku bullying, berpotensi untuk menjadi pelaku kenakalan di usia remajanya, tindakan kekerasan, serta terjebak dalam tindakan kriminal. Perilaku bullying seringkali terjadi di sekolah yang kurang pengawasan dari guru, longgar dalam menerapkan aturan, serta pihak-pihak pemegang otoritas tidak memiliki sikap dan pandangan yang tegas terhadap bullying. Pengetahuan guru TK tentang bullying juga dirasakan masih terbatas. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dapat dilakukan dengan program psikoedukasi yang diberikan kepada guru mengenai perilaku bullying.

Gambaran atau contoh konkrit yang dituangkan dalam sebuah tayangan diharapkan menjadi media yang mudah diterjemahkan oleh guru dan tenaga kependidikan dalam mencegah terjadinya bullying. Selamat menyaksikan!

PERTANYAAN PEMACU DISKUSI

  1. Bagaimana Pendapat Anda mengenai Video di atas?

  2. Jika Anda berada di lokasi kejadian, apa yang akan Anda lakukan?

  3. Apa penyebab Joko diperlakukan demikian? 

  4. Bagaimana Anda mengedukasi siswa agar tidak melakukan perundungan?

  5. Bagaimana Anda mengedukasi siswa yang menjadi korban perundungan?

60 Replies to “Stop Bullying Pada Anak

  1. 1.Pendapat saya mengenai video tersebut
    Video itu menunjukkan tindakan perundungan (bullying) yang tidak dapat dibenarkan. Perilaku seperti itu menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun emosional, dan menciptakan lingkungan yang tidak aman. Setiap orang berhak diperlakukan dengan hormat.

    2.Jika saya berada di lokasi kejadian
    Saya akan berusaha menolong korban dengan aman, misalnya memisahkan situasi tanpa memperkeruh keadaan, mengajak korban ke tempat yang aman, lalu segera melapor kepada guru, petugas sekolah, atau orang dewasa yang bertanggung jawab. Saya juga akan memastikan korban mendapat dukungan.

    3.Penyebab Joko diperlakukan demikian
    Kemungkinan penyebabnya bisa beragam, misalnya pelaku ingin merasa berkuasa, ikut-ikutan teman, kurang empati, adanya stereotip, atau melihat Joko sebagai target yang dianggap lemah/berbeda. Namun, apa pun alasannya, perundungan tetap salah dan tidak dibenarkan.

    4.Cara mengedukasi siswa agar tidak melakukan perundungan
    Menjelaskan apa itu bullying dan dampaknya bagi korban.
    Menanamkan nilai empati, saling menghormati, dan toleransi.

    5.Mengajarkan cara menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.
    *Memberikan contoh perilaku baik dari guru dan orang tua.
    Menetapkan aturan sekolah yang tegas terhadap bullying.
    *Mengajak siswa berani menjadi penolong, bukan penonton.
    *Cara mengedukasi siswa yang menjadi korban perundungan
    Yakinkan bahwa mereka tidak pantas diperlakukan buruk.
    *Dorong untuk berbicara kepada guru, orang tua, atau konselor.
    Ajarkan cara merespons dengan tenang dan mencari bantuan.
    Bangun rasa percaya diri melalui kegiatan positif.
    *Ingatkan bahwa mereka tidak sendirian dan ada dukungan.
    Jika terjadi secara berulang, segera laporkan agar ditangani.

  2. Assalamualaikum
    Nama: Tiara Handayani Hidayat
    Nim: 878182241
    Ijin menanggapi
    Setelah melihat tayangan video dengan judul “Stop Bullying Pada Anak
    tayangan tersebut menggambarkan pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini, terutama dalam mencegah perilaku perundungan (bullying) yang dapat muncul bahkan pada jenjang PAUD.
    perilaku bullying pada anak tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh lingkungan, pola asuh, serta kurangnya pemahaman anak tentang dampak dari tindakan tersebut.
    Pada fase ini, anak berada pada tahap perkembangan sosial-emosional awal oleh karena itu membutuhkan bimbingan, keteladanan, serta lingkungan yang aman dan suportif. Selain ityu pendidikan karakter harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui kerja sama antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar.
    Jika saya berada di lokasi kejadian bullying pada anak, hal pertama yang saya lakukan adalah segera menghentikan tindakan tersebut dengan tenang dan tegas kemudian mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. mendengarkan cerita tidak hanya dari 1 pihak, namun beberapa pihak yang terlibat.
    tindakan lanjutan, setelah mengetahui cerita yang sebernarnya. saya akan berusahan mendamaikan kedua belah pihak. karena pada dasarnya anak belum begitu paham apa itu perundungan, seringkali mereka hanya berniat bermain tanpa mengerti dampak lanjutan.
    kemungkinan penyebabnya adanya perundunagn disebakan
    Faktor Lingkungan dan Tontonan: Anak sering meniru perilaku yang dilihatnya di rumah, dari teman, atau dari tayangan media yang mengandung kekerasan. Kurangnya Pengawasan: Kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang dewasa (guru/orang tua) sehingga anak merasa bebas melakukan apa saja.
    Ingin Terlihat Hebat/Insecure: Pelaku mungkin ingin menunjukkan kekuasaan, ingin dianggap jago, atau justru dia memiliki masalah emosional sehingga melampiaskannya kepada orang lain.
    Mengedukasi agar tidak lagi ada perundingan dengan Manamkan nilai moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin yaitu dengan cara sayang teman, tidak saling memukul, guru PAUD memberikan persepsi awal saat pembukaan di kelas.
    Melalui pembiasaan juga sangat penting, seperti membiasakan anak berkata sopan, tidak mengejek, dan mau meminta maaf. Jika ada anak yang berperilaku baik, saya akan memberikan pujian agar mereka terbiasa melakukan hal positif.

  3. Nama : Suci Luthfia
    Nim :860187757

    Izin menanggapi diskusi ini :

    1. pendapat saya , sikap perundungan atau bulying merupkan sikap yang bisa menggagu pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara fisik ataupun fisiologis , efeknya nanti akan menyakiti ke dua dua nya . Bentuk macam perundungan itu berbagai macam bisa verbal maupun verbal , dan disinilah peran orang tua dalam mendidik setiap anak menjadi pribadi yang berakhlak baik secara prilaku dan sikap .

    2. Pertama mengehntikan kejadian tersebut , berbicara kepada kedua anak tersebut mengapa hal ini bisa terjadi , dan memberitahukan apa yang seharusnya dilakukan , dan mencoba mendamaikan keduabelah pihak .

    3. Penyebabnya bisa beragam , bisa karena kurangnya empati terhadap teman atau merasa menganggap anak adalah orang lemah sehingga dia dengan mudah meperlakukannya seperti itu .

    4. Pertma membuat lingkungan yang positif dengan anak , Kedua menceritakan edukasi tentang bahaya bulying pada anak,ketiga memberikan peraturan terhadap setiap anak yang melakukan bulying kepada sesama teman .

    5. Mengedukasi kepada siswa yang menjadi korban perundungan adalah dengan mendengarkan seluruh keluh kesah anak , menegaskan bahwa hal ini terjadi bukan karena kesalahannya , dan memanggil orangtua siswa yang telah melakukan perundungan .

    Sekian dan terimakasih

    1. kurang lebih saya setuju dengan uraian pendapat kak suci , walaupun singkat tapi memiliki isi yang cukup menggambarkan. terkadang penyampaian yang teoritis sukar dipahami. terimakasih kak 🙂
      tapi dari kasus bullying ini, semua memiliki peran untuk bertindak.
      kolaborasi guru dan orangtua tentu sangat penting karena paling dekat dengan anak, diharuskan untuk mengawasi, mengingatkan dan menegur ketika ada indikasi hal ini terjadi.

  4. NAMA: AGISNI SELASIH WIJAYA
    NIM : 878166555
    PRODI : PGPAUD SEM. 4
    UPBJJ : UT KOTA BANDUNG
    MATA KULIAH : PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR

    1. Menurut saya, video tersebut sangat bagus dan penting untuk ditonton oleh guru dan orang tua. Video ini menjelaskan bahwa perilaku perundungan (bullying) bisa terjadi sejak anak usia dini dan harus dicegah sejak awal. Saya jadi lebih paham bahwa kerja sama antara guru, orang tua, dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter anak yang baik.
    2. Jika saya berada di lokasi kejadian, saya akan segera menghentikan perilaku perundungan tersebut. Saya juga akan menenangkan anak yang menjadi korban dan menasihati anak yang melakukan perundungan dengan bahasa yang baik. Setelah itu, saya akan melaporkan kepada guru atau orang tua agar masalah bisa ditangani bersama.
    3. Menurut saya, bisa diperlakukan seperti itu karena teman-temannya kurang memahami sikap saling menghargai. Bisa juga karena mereka meniru perilaku dari lingkungan sekitar atau kurang mendapatkan bimbingan dari orang dewasa tentang bagaimana berteman dengan baik. Selain itu, kurangnya pengawasan dari guru juga bisa menjadi penyebab.
    4. Saya akan mengedukasi siswa dengan cara memberi contoh sikap saling menghargai dan saling menolong. Selain itu, saya akan mengajak anak berdiskusi sederhana tentang perasaan teman jika disakiti. Kegiatan bermain bersama, bercerita, dan pembiasaan berkata baik juga bisa membantu mencegah perilaku perundungan.
    5. Saya akan memberi semangat kepada anak agar tidak takut dan berani bercerita kepada guru atau orang tua. Saya juga akan membantu meningkatkan rasa percaya diri anak melalui kegiatan positif bersama teman-temannya. Selain itu, saya akan memastikan anak merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah.

  5. Nama : Ermayani Masfufah
    Nim : 877702663

    1. Menurut pendapat saya mengenai vidio di atas adalah sikap perundungan/bullying yang dilakukan dengan sengaja. Bullying tidak dibenarkan karena bisa menyakiti korban baik secara fisik,verbal,dan sosial.

    2. Yang akan saya lakukan ketika melihat ada perundungan adalah menolong korban,tenangkan korban,tanyakan kepada kedua belah pihak apa yang terjadi,sampaikan kepada pelaku bahwa perilaku tersebut tidak lucu/tidak pantas,ajak korban menjauh dari lokasi kejadian,kemudian laporkan kepada pihak yang berwenang.

    3. Penyebab bullying bisa beragam kebutuhan akan kekuasaan,kurangnya empati,pernah menjadi korban,pola asuh terlalu keras,kurangnya perhatian,konflik di rumah,dan pengawasan yang lemah.

    4.Cara mengedukasi siswa agar tidak melakukan perundungan dengan membangun kecerdasan emosional (empati),memberikan pengertian apa itu bullying,dampak bagi pelaku dan korban,mengubah peran saksi,menciptakan saluran yang aman,penegakan aturan hukum yang konsisten.

    5. Dengan memvalidasi dan memberi rasa aman bagi korban,membangun keterampilan respon,mengedukasi tentang prosedur pelaporan,pemulihan harga diri,pemberian bimbingan konseling.

Komentar