62 Comments

Sinopsis

Pada program ini diperlihatkan upaya guru dalamm mengatasi permasalahan anak yang tidak mau ikut antri dalam barisan. Upaya yang dilakukan guru tersebut adalah dengan memberikan pengertian dan pengarahan pada anak dengan sabar agar ia mau bergantian posisi dengan teman-temannya, mendekati anak yang tidak mau antri berbaris, memegang pundak anak yang bermasalah, kemudian mengelus kepalanya, Jika anak tetap tidak mau, guru membuat kesepakatan jadwal posisi baris dengan anak, guru memberikan pujian dalam bentuk tepuk tangan untuk anak.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Menegakkan disiplin bagi anak sejak usia dini.

Kelemahan: Membuka, pembelajaran kurang begitu tampak.

Kekuatan: Penggunaan pendekatan, strategi, metode, media dan evaluasi pembelajaran sudah baik..

Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik, dengan kurikulum yang berlaku sudah sesuai.

Kesan Umum

Deskripsi: Anak X (gemuk) sudah mau antri saat berbaris, setelah diberi penguatan guru, dengan senyuman dan tangan ditepukkan pada tangan anak (tos). Sebelumnya dia berada pada barisan terakhir, kemudia pindah ke barisan paling depan tanpa sepengetahuan guru. Perilaku antecedent, semua guru pada saat yang bersamaan disibukkan menata anak-anak lain untuk berbaris. Perilaku target semua anak berbaris sesuai dengan urutannya. Perilaku yang diharapkan salah satu guru berada di depan menghadap barisan, sehingga semua anak terpantau.

Dra. Titik Setyowati, M.Pd.

Secara umum tayangan video ini sudah menunjukkan keadaan asli yang terjadi sehari-hari. Permasalahan yang diangkat sebenarnya cukup menarik dan merupakan permasalahan yang bisa ditemui oleh para guru. Namun solusi yang ditawarkan sepertinya terlalu sederhana dan sangat mudah dilakukan.

Seorang guru bisa dengan cepat membujuk murid yang tidak mau antri jika penyebabnya diketahui.

Meskipun penyebab permasalahan kurang disinggung, penonton masih bisa mendapatkan manfaat dari tayangan video ini.

Wing Hanyom Sari

62 Replies to “Anak tidak mau antri saat berbaris

  1. Nama : KHAFIDOTUL MAULA
    NIM : 834801043

    Menurut saya video diatas sudah sa ngat jelas menggambarkan seorang pendidik yang memberikan upaya cara mendisiplinkan anak didik dengan startegi yang cukup baik tidak teriak tetapi mendekati anak tersebut dengan kasih sayang, guru memberikan alasan sederhana,memberikan pengertian jika anak tetap tidak mau guru memberikan satu kesepakatan jadwal untuk berbaris.

    Manfaat dari video ini sebagai pendidik kita bisa
    Mengetahui disiplin bukan hanya aturan saja melainkan bagaimana sebagai pendidik tentang pehaman,
    Memberikan contoh kepada murid bagaimana cara menangani anak supaya mau disiplin yaitu salah satunya kegiatan baris berbaris dengan antri dan rapi.

  2. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Video tersebut sangat menginspirasi cara guru menertibkan anak dalam antrian sangat tepat, tidak marah tidak membentak tapi mendekati anak, turunkan badan sejajar dengan anak, tatap matanya dengan lembut, memberi pengertian, dan penjelasan sederhana, saya sangat setuju dengan cara tersebut.

  3. Nama: Siti nur su’aidah
    Nim : 878196787
    Menurut saya, cara guru dalam menghadapi anak yang tidak mau antri sudah baik karena guru tidak memarahi anak, tetapi mengajak anak berbicara dengan sabar dan lembut. Guru juga mencoba memahami perasaan anak dengan mendekati dan menenangkannya. Hal seperti ini membuat anak merasa diperhatikan dan nyaman.

    Saya juga melihat bahwa pemberian jadwal posisi baris dapat membantu anak belajar bergantian dan lebih disiplin. Selain itu, pujian berupa tepuk tangan membuat anak merasa senang dan lebih semangat untuk mengikuti aturan. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa menghadapi anak usia dini harus dengan kesabaran, kasih sayang, dan tidak menggunakan kekerasan agar anak mau belajar berperilaku baik.

  4. Ringkasan Sinopsis
    Video ini menunjukkan upaya guru dalam mengatasi permasalahan anak yang tidak mau mengikuti antrean saat berbaris. Guru menghadapi situasi tersebut dengan pendekatan yang sabar, penuh perhatian, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
    Langkah yang dilakukan guru adalah memberikan pengertian dan pengarahan kepada anak agar mau bergantian posisi dengan teman-temannya. Guru juga mendekati anak secara langsung, memegang pundaknya dengan lembut, serta mengelus kepalanya untuk memberikan rasa nyaman dan perhatian. Jika anak masih belum mau mengikuti aturan antrean, guru membuat kesepakatan bersama mengenai jadwal posisi baris sehingga anak merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang adil.
    Selain itu, guru memberikan pujian dalam bentuk tepuk tangan sebagai penguatan positif ketika anak menunjukkan perilaku yang baik. Melalui cara tersebut, anak belajar tentang kesabaran, disiplin, kerja sama, dan menghargai hak teman.
    Pesan utama: Dalam membentuk perilaku disiplin pada anak usia dini, guru perlu menggunakan pendekatan yang sabar, penuh kasih sayang, memberikan contoh yang baik, serta memberikan penguatan positif untuk mendorong perilaku yang diharapkan.

Leave a Reply