668 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan bagaimana cara seorang guru mengatasi masalah pada anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar. Cara yang dilakukan adalah dengan melatih motorik halus anak secara bertahap. Diantara cara-cara yang dapat dilakukan adalah dengan memindahkan air dari mangkok satu ke mangkok lainya menggunakan spon, membuka dan menutup gembok kunci, membuka dan memasangkan kancing baju.

Badru Zaman

Pada tayangan video tersebut saya tidak bisa  mengatakan kegiatan ini belum terlihat pembuka, isi, dan penutup, karena video ini tdak ditayangkan secara utuh, untuk penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah baik,  evaluasi sudah nampak dalam unjuk kerja anak.

Untuk mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar, saran saya sebaiknya diawali dengan pengenalan alat (pensil) seperti  jenis-jenis pensil, kegunaan pensil, bahaya pensil kalau tidak digunakan dengan benar dan lain sebagainya.

Contoh untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah baik  yang berkenaan dengan cara cara melatih motorik halus anak guna menguatkan jari-jari tangan saat memegang pensil dengan baik dan benar, semakin banyak melatih jari tangan akan semakin baik cara memegang pensilnya.

Drs. Muman Hendra Budiman, M.Pd.

Pada tayangan video tersebut belum terlihat jelas, kegiatan pembuka, isi, dan penutup. Penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah cukup terlihat namun untuk evaluasi belum terlihat. Untuk tingkat perkembangan anak didik belum begitu sesuai karena biasanya kegiatan pada pembelajaran tersebut dilakukan untuk kelompok A atau bila ada kelompok bermain (melatih motorik halus). Untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yaitu yang berkenaan dengan cara-cara melatih motorik halus anak guna menguatkan tangan saat memegang pensil dengan benar.

Tri Ekowati

668 Replies to “Mengatasi Anak yang Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar

  1. Setelah menonton video pembelajaran diatas saya jadi lebih paham terkait motorik halus anak ( memiliki kendala saat memegang pensil ) Saya pernah mengalami kejadian yang sama seperti di video, anak anak dikelas saya beberapa masih kesulitan memegang pensil, ketika di arahkan untuk menebalkan garis yang ada kertasnya robek, atau coretan di kertas masih sangat tipis. Setelah menonton video ini saya jadi paham, bahwa anak – anak tersebut bukan berarti mereka tidak bisa, melainkan mereka butuh penanganan yang sesuai untuk menguatkan motorik halus mereka ( menguatkan jari – jari dan pergelangannya), yaitu dengan cara memasangkan kancing baju, meremas, membuka kunci gembok, dll

    1. Saya setuju dengan pendapat yang disampaikan bahwa anak yang mengalami kesulitan memegang pensil bukan berarti anak tersebut tidak mampu, tetapi mungkin membutuhkan stimulasi yang sesuai untuk mengembangkan motorik halusnya. Pengalaman yang disampaikan juga menunjukkan bahwa permasalahan tersebut memang dapat ditemukan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, misalnya saat anak menebalkan garis tetapi tekanan pensilnya masih lemah sehingga hasil coretannya sangat tipis atau kertas menjadi robek ketika tekanan tangan kurang terkontrol.

      Menurut saya, hal yang menarik dari video tersebut adalah guru tidak langsung memberikan latihan menulis secara berulang, tetapi terlebih dahulu memberikan kegiatan yang dapat memperkuat jari dan pergelangan tangan anak. Kegiatan seperti memasang kancing, meremas spons atau benda lunak, serta membuka dan menutup gembok dapat menjadi latihan yang menyenangkan sekaligus melatih koordinasi mata dan tangan. Setelah kemampuan motorik halus anak berkembang, kegiatan pra-menulis dapat diberikan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing anak.

      Saya juga sependapat bahwa guru perlu menghindari pemberian label seperti “anak tidak bisa menulis” atau “anak kurang mampu”. Sebaliknya, guru perlu melakukan pengamatan untuk mengetahui bagian keterampilan yang masih membutuhkan stimulasi. Dengan memberikan kesempatan, latihan yang tepat, dan dukungan secara konsisten, anak dapat berkembang sesuai tahapannya. Hal ini menjadi pengingat bagi saya sebagai calon guru PAUD bahwa proses dan usaha anak lebih penting daripada sekadar melihat hasil tulisannya.

      Dengan demikian, kegiatan motorik halus sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika anak akan belajar menulis, tetapi menjadi bagian dari kegiatan bermain sehari-hari agar anak memperoleh stimulasi secara alami dan menyenangkan.

  2. Nama: Ita umiati Nim 856670799. Menurut saya video ini sangat menarik dan edukatif. Kegiatan seperti ini dapat membantu anak melatih keterampilan motorik halus,terutama dalam memegang dan menggunakan benda dengan baik. Keterampilan tersebut juga dapat diterapkan dalam kegiatan sehari- hari,seperti memasang kancing baju sendiri.

  3. Assalamualaikum. Izin menanggapi video.
    Setelah melihat video tersebut, saya memahami bahwa kemampuan setiap anak berbeda dan berkembang sesuai tahapannya. Ketika ada anak yang kesulitan mengerjakan lembar kerja hingga kertasnya sobek, guru tidak seharusnya langsung menilai anak tidak mampu, tetapi perlu melihat keterampilan dasar yang masih perlu distimulasi. Pemberian kegiatan seperti memeras spons, membuka dan memasang mur, serta memasang kancing merupakan latihan yang baik untuk memperkuat motorik halus dan koordinasi tangan-mata. Menurut saya, kegiatan seperti ini penting dilakukan sebelum anak diberikan tugas yang membutuhkan kemampuan menulis atau mengikuti pola garis, sehingga pembelajaran menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak.
    Terima kasih

  4. Nama : Imik Suparmika KF
    NIM : 860195801

    Izinkan saya untuk memberikan tanggapan terhadap vidio diatas.
    Analisis :
    Vidio diatas memperlihatkan kegiatan anak anak yang sedang dibimbing oleh gurunya untuk belajar menebalkan garis, namun ada salah satu anak yang belum bisa menggunakan pinsil dengan benar, ketika anak itu menebalkan hasilnya anak tidak mampu menebalkan malah kertasnya sobek.Guru memisahkan anak tersebut dan memberikan dukungan kepada anak tersebut untuk melatih kemamapuan motorik halusnya dengan memindahkan air melalui spon yang diremas, mengancingkan baju dan membuka dan mengunci kunci gembok. hal itu diajarkan agar anak terlatih motorik halusnya.
    Refleksi :
    Betul sekali pada awal masuk sekolah ada sebagian dari anak yang belum terampil menggunakan atau memegang pinsil, bahkan cara memegangnya pun masih ada yang salah dan kaku, yang masih di genggam oleh seluruh jari tangan, setelah melihat vidio diatas sebagai seorang guru stimulasi yang diberikannya sangat baik beliau bisa memberikan bimbingan pada anak tehnik pembelajaran yang luar biasa , melatih kekuatan motorik halusnya agar terampil menggunakan jari tangannya, melatih fokus dan konsentrasi juga. Dan dari vidio pembelajaran diatas bisa kita tiru dan diterapkan disekolah apabila masih ada naka yang belum mampu atau belum bisa memegang pinsil dengan benar.Terima Kasih…

  5. Assalamualaikum wr wb
    Nama:Linda Komalasari
    Nim:877665748
    Menurut saya, video tersebut memberikan contoh yang baik tentang cara guru membantu anak yang belum mampu memegang pensil dengan benar. Guru tidak langsung memaksa anak untuk menulis, tetapi melatih kemampuan motorik halus secara bertahap melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan.
    Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan adalah memindahkan air dari satu mangkuk ke mangkuk lainnya menggunakan spons, membuka dan menutup gembok, serta membuka dan memasang kancing baju. Kegiatan tersebut dapat melatih kekuatan dan koordinasi jari tangan anak sehingga nantinya anak lebih siap memegang dan menggunakan pensil dengan benar.
    Menurut saya, cara ini sesuai dengan karakteristik anak usia dini karena pembelajaran dilakukan melalui bermain dan pengalaman langsung. Guru juga perlu memberikan latihan secara sabar dan bertahap sesuai kemampuan masing-masing anak.
    Wassalamualaikum wr wb

Leave a Reply