49 Comments

Sinopsis

Pada program video ini Anda dapat menyaksikan apa yang dilakukan seorang guru Taman Kanak-kanak ketika ia menghadapi kejadian dimana sorang anak memukul/menangis karena tidak setuju dengan perlakuan temannya. Dalam video tampak guru tersebut menghampiri anak yang memukul/menangis kemudian ia meminta anak berhenti memukul/menangis (tenang). Jika anak masih belum tenang (masih marah/menangis), guru memeluk anak tersebut, kemudian ia bertanya dengan suara lembut dan bersahabat mengapa anak memukul/menangis. Selanjutnya, guru tersebut berusaha mendamaikan anak dengan temannya yang membuatnya memukul/menangis. Guru juga memberitahu anak yang memukul/menangis tersebut agar menyatakan apa yang ingin dia ungkapkan dengan kata-kata, dan bukan dengan cara memukul/menangis supaya temannya mengerti. Selanjutnya guru juga meminta anak untuk melapor atau menceritakan kepada guru jika ada teman yang mengganggu atau membuatnya kesal.

Dwi Astuti

Video ini berisi pembahasan dari narasumber tentang bagaimana teknik dan kiat yang dilakukan pendidik PAUD ketika menghadapi anak yang mogok tidak mau belajar di sekolah. Hal-hal yang dibahas mencakup tentang kemungkinan berbagai penyebab seorang anak mogok belajar. Narasumber juga menjelaskan beberapa teknik dan kiat yang dapat dilakukan pendidik untuk mengetahui penyebab anak mogok belajar. Teknik dan kiat yang disajikan oleh narasumber dapat memberikan solusi bagi pendidik yang menghadapi masalah yang sama. Program ini akan lebih efektif sebagai bahan ajar non-cetak bila dialog antara pendidik dengan anak dengan orangtua dimunculkan, sebagai contoh untuk pendidik dalam berkomunikasi dengan anak atau orangtua anak. Teknik yang diberikan oleh narasumber tetap relevan dengan kondisi PAUD saat ini Karena masalah yang dihadapi pada dasarnya adalah masalah yang selalu muncul.

Dra. Marisa, M.Pd.

  1. Cara guru mengatasi anak mogok, kurang ada percakapannya bagaimana guru memberikan ketenangan atau kesepakatan yang dibuat,
  2. Penggunaan strategi yang dilakukan guru dengan mencari titik permasalahan yang di hadapi anak, mengunjungi orang tua anak, dan memberikan kesampatan anak untuk merasa nyaman di kelas,
  3. Video ini sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia 4-5 tahun yang belum pernah sekolah,
  4. Kesesuain dengan K13 lingkup perkembangan sosial emosional dari.
  5. Kesadaran diri TPPA 2, mengendalikan perasaan, tanggung jawab untuk diri sendiri TPPA 1 menjaga diri sendiri dalam memilih kegiatan.

Evanigustinningtyas

49 Replies to “Anak Mogok Tidak Mau Belajar

  1. Anak Mogok Tidak Mau Belajar

    Saya sangat setuju sekali dengan yang ada di Dalam Video ini yang menunjukkan peran penting guru dalam menangani anak usia dini yang mengalami kesulitan mengendalikan emosi hingga mogok belajar. Perilaku seperti menangis, marah, atau memukul merupakan bentuk ekspresi emosi anak yang belum berkembang optimal, khususnya dalam kemampuan berkomunikasi dan regulasi diri.
    Guru dalam video telah menerapkan pendekatan yang tepat dengan mengutamakan pendekatan emosional. Ketika anak marah atau menangis, guru tidak langsung memarahi, tetapi menenangkan terlebih dahulu melalui sentuhan (memeluk) dan komunikasi lembut. Hal ini sejalan dengan prinsip pembelajaran PAUD yang menekankan rasa aman dan nyaman sebagai dasar belajar anak.
    Selain itu, guru juga membantu anak mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan dengan kata-kata, bukan dengan perilaku agresif. Strategi ini penting untuk mengembangkan kemampuan bahasa sekaligus sosial-emosional anak. Guru juga berperan sebagai mediator dengan mendamaikan anak dengan temannya, sehingga anak belajar menyelesaikan konflik secara positif.
    Dari penjelasan narasumber, diketahui bahwa anak mogok belajar bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
    Emosi yang belum stabil
    Kurangnya kemampuan komunikasi
    Lingkungan yang kurang nyaman
    Masalah dari rumah atau interaksi sosial
    Oleh karena itu, kita sebagai guru perlu melakukan observasi dan komunikasi dengan anak maupun orang tua untuk mengetahui penyebab utama. Pendekatan yang dilakukan harus bersifat individual, karena setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda.
    Disinin dapat di simpulkan bahwa :
    Teknik yang ditunjukkan dalam video sudah sesuai dengan prinsip pembelajaran PAUD, yaitu:
    Berpusat pada anak
    Mengembangkan aspek sosial-emosional
    Menggunakan pendekatan yang hangat dan empatik
    Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing emosi dan fasilitator dalam perkembangan sosial anak.

  2. Menurut saya :
    Guru sudah menangani situasi dengan tepat melalui pendekatan yang tenang dan penuh empati. Guru membantu anak menenangkan emosi dengan memeluk dan berbicara lembut, sehingga anak merasa aman. Setelah itu, guru menggali penyebab masalah dan membantu mendamaikan dengan temannya. Guru juga mengajarkan cara yang benar dalam mengekspresikan perasaan, yaitu dengan kata-kata, bukan dengan memukul atau menangis. Pendekatan ini efektif dalam mengembangkan kemampuan sosial-emosional anak dan mengajarkan penyelesaian masalah secara positif.

  3. 877702695
    Saya setuju dengan yang dilakukan guru di video dalam mengatasi anak yang mogok tidak mau belajar.

    Dalam mengatasi anak yang mogok intinya jangan lawan, tapi pahami dulu. Anak usia 3-5 tahun mogok karena otaknya belum bisa ngomong “aku capek/bingung/nggak nyaman”.
    Langkah yang bisa dilakukan yaitu :

    1. Tenangkan Dulu, Jangan Paksa
    Lakukan: Turun sejajar, sentuh bahu pelan, pakai suara rendah.
    “ kalau kamu belum mau ikut. Nggak apa-apa.”
    Kalau dipaksa, anak makin bertahan. Kalau diterima, dia merasa aman dan biasanya mau coba lagi.

    2. Cari Tahu Penyebabnya Pakai Pertanyaan Singkat
    Anak PAUD belum bisa jelasin panjang. Pakai pertanyaan ya/tidak atau pilihan.
    – “Capek ya?”
    – “Mau istirahat atau mau ganti mainan?”

    Penyebab umum & solusinya
    – Capek/lapar → kasih minum, ajak istirahat 5 menit.
    – Takut salah → “Nggak ada yang salah kok, ini karyamu.”
    – Bosan→ sederhanakan kegiatan atau ganti bahan.
    – Konflik teman → pisahkan dulu, selesaikan nanti.

    3. Tawarkan Pilihan, Bukan Perintah
    Anak mogok sering karena merasa nggak punya kendali.

    Guru tidak boleh memaksa “kerjain sekarang!” , namun memberikan pilihan
    “Mau pakai cat hijau atau kuning dulu?” / “Mau tempel pakai tangan atau kuas? ”

    4. Masuk ke Dunia Anak Dulu
    Kalau anak asyik main mobil-mobilan saat waktunya belajar, jangan rampas.
    Contoh:
    “Wah mobilnya lewat kebun ya? Di kebun ada apa aja?” → pelan-pelan kaitkan ke tema tanaman

    5. Tahu Kapan Berhenti & Kasih Jeda
    Kadang anak memang butuh reset.

    Anak mogok bukan “nakal”. Itu sinyal. Tugas guru PAUD bukan memaksa anak nurut, tapi bikin anak merasa aman untuk coba lagi.
    Kebanyakan anak yang pernah dihargai saat mogok, besoknya justru jadi paling antusias.

Leave a Reply