Sinopsis
Kepribadian latar belakang anak serta keluarganya dan hubungan anak dengan orang lain di rumah mempengaruhi kemampuan anak dalam menenyesuaikan diri dan mematuhi aturan di kelas. Strategi yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran di TK adalah dengan mengadakan perlombaan agar siswa secara perlahan mengerti dan dapat terbiasa mematuhi aturan di kelas.
Bagaimana pendapat Anda setelah menyaksikan program video ini? Apakah Anda mempunyai masalah yang sama namun sudah berhasil menemukan solusi dari permasalahan yang Anda hadapi terkait dengan bagaimana melatih siswa TK agar mereka secara perlahan memahami dan dapat mentaati aturan di kelas. Dapatkah Anda menuangkan buah pikiran dalam kolom yang disediakan di bawah ini? Dengan Anda membagi pengalaman sejenis dengan tayangan program video ini, secara tidak langsung Anda telah membantu rekan sejawat guru yang memiliki masalah serupa.
Sri Tatminingsih
-
-
Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, sebelum perlombaan dimulai guru memberikan peraturan yang disepakati antara guru dan anak didik sebaliknya anak-anak yang mengikuti pelombaan. Ada beberapa langkah yang harus di ikuti: anak mengikuti peraturan yang ada dalam perlombaan, menyusun aturan dalam perlombaan, membuat kesepakatan bersama, memberi contoh terlebih dahulu sebelum memulai perlombaan, pemberian hadiah untuk yang menang, konsekuensi untuk anak yang melanggar aturan tidak mendapatkan sesuai kesepakatan bersama. Kegiatan tersebut disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak didik dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
-
12 Replies to “Perlombaan “Competition””
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Dari video yang saya simak, guru menggunakan kegiatan perlombaan untuk membantu anak TK memahami dan mentaati aturan di kelas, dengan menggunakan kegiatan perlombaan kegiatan ini dapat membantu anak belajar mengikuti aturan. Sebelum kegiatan dimulai guru dapat menjelaskan cara bermain dan aturan yang perlu ditaati oleh anak.
Menurut saya, dengan metode perlombaan sangat menarik dilakukan untuk anak usia dini karena agar anak lebih semangat.
Contohnya apabila ada anak yang sedang malas bergerak guru sebaiknya memberikan kegiatan perlombaan sederhana dengan melakukan kegiatan berlari jarak pendek.
JAWABAN DISKUSI – MELATIH ANAK MEMATUHI ATURAN KELAS
Setelah menyaksikan video ini, saya sangat setuju dengan pernyataan bahwa kepribadian, latar belakang keluarga, dan hubungan anak di rumah itu sangat mempengaruhi kemampuan anak menyesuaikan diri di kelas. Anak yang di rumahnya dibiasakan bebas tanpa aturan, atau semua keinginannya selalu dituruti, pasti di sekolah akan sulit mematuhi aturan. Sebaliknya anak yang di rumah sudah dibiasakan ada aturan jam tidur, aturan bereskan mainan, dia akan lebih mudah beradaptasi di kelas.
Strategi guru dalam video dengan mengadakan perlombaan agar anak terbiasa mematuhi aturan menurut saya adalah strategi yang cerdas dan sesuai dengan dunia anak. Karena anak usia dini itu tidak bisa diajari aturan dengan ceramah atau dimarahi. Mereka harus belajar aturan lewat kegiatan yang menyenangkan dan penuh motivasi.
Saya sendiri juga punya masalah yang sama di kelas. Awal semester kemarin ada beberapa anak yang susah sekali mematuhi aturan sederhana, seperti aturan mengembalikan mainan pada tempatnya, aturan cuci tangan sebelum makan, dan aturan duduk rapi saat lingkaran pagi. Kalau disuruh dengan kata-kata saja, mereka cuek.
Solusi yang sudah saya coba dan alhamdulillah berhasil adalah saya buat *”Lomba Bintang Kebaikan”* bukan lomba juara-juaran yang bikin anak bersaing tidak sehat. Caranya seperti ini:
Di papan tulis saya tempel foto semua anak. Setiap anak yang berhasil melakukan aturan, misalnya berhasil bereskan mainan tanpa disuruh, saya beri satu bintang di fotonya. Aturannya saya buat sangat jelas dan bergambar, misalnya poster “5 Aturan Kelas Kita” ada gambar anak cuci tangan, gambar anak buang sampah, gambar anak duduk rapi.
Saya tidak pernah menghukum anak yang tidak dapat bintang, tapi saya beri pujian yang berlebihan kepada anak yang dapat bintang. Saya bilang di depan kelas “Wah hari ini Rina hebat, sudah cuci tangan sendiri, dapat bintang satu”. Anak lain yang melihat jadi termotivasi, mereka bilang “Bu, saya juga mau bintang”. Lama-lama tanpa disuruh mereka berlomba-lomba melakukan aturan bukan karena takut, tapi karena bangga.
Selain lomba bintang, saya juga membuat kesepakatan aturan bersama anak, bukan aturan dari guru saja. Saya tanya “Menurut kalian, biar kelas kita nyaman aturannya apa ya?”. Anak-anak menjawab sendiri “Tidak boleh pukul teman, harus antre”. Karena aturan itu dibuat oleh mereka sendiri, mereka merasa memiliki dan lebih bertanggung jawab untuk mentaatinya.
Jadi menurut saya, kunci melatih anak taat aturan itu ada 3. Pertama pahami dulu latar belakang anak di rumah dan komunikasikan dengan orang tua agar ada aturan yang sama antara rumah dan sekolah. Kedua, buat aturan yang jelas, singkat, bergambar, dan dibuat bersama anak. Ketiga, gunakan cara yang menyenangkan seperti perlombaan bintang kebaikan, permainan, dan pujian, bukan dengan marah atau hukuman. Kalau kita sabar dan konsisten, pelan-pelan anak akan terbiasa dan akhirnya aturan itu menjadi kebiasaan baik yang melekat pada diri anak.