Sinopsis
Kepribadian latar belakang anak serta keluarganya dan hubungan anak dengan orang lain di rumah mempengaruhi kemampuan anak dalam menenyesuaikan diri dan mematuhi aturan di kelas. Strategi yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran di TK adalah dengan mengadakan perlombaan agar siswa secara perlahan mengerti dan dapat terbiasa mematuhi aturan di kelas.
Bagaimana pendapat Anda setelah menyaksikan program video ini? Apakah Anda mempunyai masalah yang sama namun sudah berhasil menemukan solusi dari permasalahan yang Anda hadapi terkait dengan bagaimana melatih siswa TK agar mereka secara perlahan memahami dan dapat mentaati aturan di kelas. Dapatkah Anda menuangkan buah pikiran dalam kolom yang disediakan di bawah ini? Dengan Anda membagi pengalaman sejenis dengan tayangan program video ini, secara tidak langsung Anda telah membantu rekan sejawat guru yang memiliki masalah serupa.
Sri Tatminingsih
-
-
Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, sebelum perlombaan dimulai guru memberikan peraturan yang disepakati antara guru dan anak didik sebaliknya anak-anak yang mengikuti pelombaan. Ada beberapa langkah yang harus di ikuti: anak mengikuti peraturan yang ada dalam perlombaan, menyusun aturan dalam perlombaan, membuat kesepakatan bersama, memberi contoh terlebih dahulu sebelum memulai perlombaan, pemberian hadiah untuk yang menang, konsekuensi untuk anak yang melanggar aturan tidak mendapatkan sesuai kesepakatan bersama. Kegiatan tersebut disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak didik dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
-
11 Replies to “Perlombaan “Competition””
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Izin menjawab
Nama : Nafa Nurlianty
Nim : 857516168
Menurut saya, video tersebut memberikan pemahaman bahwa kemampuan anak dalam mengikuti aturan dapat dipengaruhi oleh kebiasaan dan lingkungan tempat anak berada. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak agar anak tidak merasa terpaksa dalam mengikuti aturan.
Saya juga mengalami masalah yang hampir sama di kelas, misalnya masih ada anak yang sulit mengikuti aturan ketika bermain, seperti berebut mainan, tidak mau menunggu giliran, atau belum mau merapikan mainan setelah selesai digunakan. Untuk mengatasinya, saya mencoba membuat kegiatan yang bersifat seperti perlombaan sederhana, misalnya siapa yang paling cepat dan rapi mengembalikan mainan ke tempatnya.
Selain itu, saya selalu mengingatkan aturan sebelum kegiatan dimulai dan memberikan contoh secara langsung. Anak yang sudah mengikuti aturan diberikan pujian sebagai bentuk apresiasi. Dengan pengulangan, contoh dari guru, dan kegiatan yang menyenangkan, anak perlahan mulai memahami dan terbiasa mengikuti aturan di kelas.
Menurut saya, yang paling penting adalah guru harus sabar dan konsisten karena setiap anak memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Aturan sebaiknya dibuat sederhana, jelas, dan diterapkan secara terus-menerus agar anak dapat memahami kebiasaan tersebut secara bertahap.
Assalamualaikum wr.wb
nim 855905258.
Menurut saya, dalam sebuah kegiatan perlombaan (competition) memang dapat menjadi cara yang menarik untuk mengajarkan anak PAUD/TK menaati aturan. Anak dapat belajar mengikuti aturan permainan, menunggu giliran, dan menerima hasil perlombaan dengan baik. Guru perlu juga menjelaskan bahwa yang penting bukan hanya menang, tetapi belajar disiplin, sportif, dan menghargai teman dalam setiap kegiatan.
terimakasih
Nama : Alini Yoshi Amelinda
NIM : 877691625
UPBJJ-UT : Purwokerto
Izin menanggapi video tersebut.
Analisis :
Dari video yang saya lihat, guru menggunakan kegiatan perlombaan untuk membantu anak belajar mengikuti aturan. Sebelum kegiatan dimulai, guru menjelaskan cara bermain dan aturan yang perlu diperhatikan. Guru juga memberikan contoh terlebih dahulu agar anak lebih mudah memahami kegiatan yang akan dilakukan.
Menurut saya, kegiatan perlombaan seperti ini cukup menarik untuk anak karena mereka bisa belajar sambil bermain. Selain itu, anak juga belajar menunggu giliran, mendengarkan arahan, tidak berebut, dan menerima hasil perlombaan. Namun, guru tetap perlu mengingatkan anak bahwa yang penting bukan hanya menang, tetapi juga mengikuti aturan dan menghargai teman.
Refleksi :
Setelah melihat video ini, saya belajar bahwa mengajarkan aturan kepada anak bisa dilakukan melalui permainan yang menyenangkan. Anak biasanya lebih mudah tertarik ketika kegiatan dibuat seperti perlombaan, tetapi guru tetap perlu membimbing agar anak tidak hanya fokus pada kemenangan.
Dalam kegiatan di kelas, saya ingin mencoba perlombaan sederhana yang sesuai dengan usia anak, misalnya lomba merapikan mainan, berbaris, atau mengikuti instruksi guru. Saya akan menjelaskan aturan dengan bahasa yang mudah dipahami dan memberikan kesempatan kepada semua anak untuk ikut bermain. Menurut saya, yang paling penting adalah anak bisa belajar mengikuti aturan, menunggu giliran, dan menghargai teman, bukan hanya mengejar kemenangan.
Selamat malam Bapak / Ibu Tutor yang terhormat,
Mohon ijin menanggapi video tersebut.
Perlombaan dapat mengajarkan anak tentang mentaati aturan melalui permainan yang menyenangkan. Anak akan merasa senang dengan kegiatan perlombaan karena dapat bersaing dengan teman dan fokus pada kemenangan.
Dalam perlombaan Guru menjelaskan tentang aturan yang berlaku, cara bermain dan apa yang akan didapat.
Motode tersebut dapat membangun kemandirian, sosial emosional, bahasa ,kognitif, fisik motorik serta nilai agama dan moral anak.
Kedisiplinan, ketaatan harus dilakukan secara konsisten dan sinkron antara peraturan Guru di sekolah dan peraturan orang tua ketika dirumah sehingga anak bisa mengikutinya dengan baik.
Nama : SRI WAHYUNI
NIM : 856534038
PRODI : PG-PAUD
SEMESTER : 4
MATKUL : SPAD4304.111 – Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM)
Universitas Terbuka Pekanbaru
Menurut pendapat saya dari video pembelajaran Perlombaan (Competition), kegiatan yang ditampilkan memperlihatkan anak-anak mengikuti kegiatan perlombaan sederhana dengan arahan guru. Guru memberikan penjelasan dan contoh terlebih dahulu, kemudian anak mengikuti kegiatan secara bersama-sama. Kegiatan juga dilakukan dengan suasana yang menyenangkan sehingga anak terlihat antusias untuk mengikuti perlombaan.
Saya memahami bahwa kegiatan perlombaan di PAUD bukan hanya bertujuan untuk menentukan siapa yang menang atau kalah. Perlombaan dapat menjadi kegiatan bermain yang memberikan pengalaman belajar kepada anak. Melalui kegiatan tersebut, anak dapat belajar mengikuti aturan, menunggu giliran, bekerja sama, dan berani mengikuti kegiatan di depan teman-temannya.
Menurut saya, guru dalam video sudah berusaha memberikan arahan dan contoh kepada anak sebelum kegiatan dimulai. Hal ini penting karena anak usia dini masih membutuhkan contoh yang jelas dan sederhana. Anak juga terlihat tertarik dan bersemangat mengikuti kegiatan. Dari kegiatan seperti ini, perkembangan fisik-motorik, sosial-emosional, bahasa, dan kognitif dapat distimulasi secara bersamaan.
Hal yang saya pelajari adalah bahwa guru perlu memperhatikan kondisi dan kemampuan setiap anak. Perlombaan sebaiknya tidak terlalu menekankan pada kemenangan, tetapi lebih pada proses dan pengalaman anak. Guru dapat memberikan motivasi kepada semua anak, sehingga anak yang belum berhasil tetap merasa senang dan percaya diri. Dengan demikian, kegiatan perlombaan dapat menjadi pengalaman yang positif bagi anak.
Setelah melihat video ini, saya menyadari bahwa sebagai guru PAUD kita harus membuat kegiatan yang menyenangkan, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Saya akan berusaha menerapkan kegiatan perlombaan sederhana dengan lebih menekankan pada keikutsertaan, keberanian, kerja sama, dan sportivitas, bukan hanya pada hasil menang atau kalah.
TERIMA KASIH