Sinopsis
Ilustrasi dalam video ini menggambarkan upaya guru dalam menanamkan disiplin pada anak. Hal ini penting, karena pada masa usia dini anak masih belum memahami arti disiplin dan masih bersifat egosentris. Dalam tayangan, tampak beberapa anak yang menyerobot antrian atau berebut saat hendak bermain di area permainan. Upaya yang dilakukan guru dalam video ini adalah dengan memberi penghargaan baik yang bersifat verbal seperti ucapan” hebat”, “kamu pintar” dan juga non verbal seperti “mengacungkan ibu jari”, “mengusap kepala dan bahu anak”, dan “tepuk tangan”.
Sri Tatminingsih
Dalam tayangan video ini, para pengunjung dapat memperoleh beberapa
tips yang bisa dengan mudah dilakukan untuk memberi penguatan perilaku
dengan pemberian pujian, baik secara verbal ataupun ditambahkan dengan
adanya bahasa tubuh tertentu yang dilakukan oleh guru.
Secara umum tayangan ini sudah menerangkan dengan jelas fungsi dan cara pemberian penguatan melalui pujian pada anak didik.
Pemberian pujian hingga saat ini memang sangat diperlukan, dan merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru.
Pemberian pujian yang tepat akan mengakibatkan sikap positif pada
anak didik semakin bertambah, hal tersebut berlaku pada semua anak didik
bagaimanapun karakteristik mereka sebagai individu.
Wing Hanyom Sari
13 Replies to “Pemberian Hadiah “Praise””
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama : Selly Arliyani
NIM : 858017742
Saya mau menanggapi terkait vide tentang “Pemberian Hadiah ( praise )”.
Video ini menggambarkan cara guru menanamkan disiplin pada anak usia dini melalui pemberian penghargaan atau pujian 9 reward/praise). Anak usia dini cenderung masih memiliki rasa egosentris dan belum emahami disiplin, misalnya berebut atau tidak mau antre.
Guru mengatasi hal tersebut dengan memberikan penguatan positif 9 praise ) saat anak anak berperilaku baik. Bentuk pemberian hadiah/praise yang dilakukan guru adalah verbal ( ucapan), non-verbal ( bahasa tubuh ). Dengan ini tujuan dan manfaat yang bisa kita dapatkan adalah :
1. Memotivasi anak untuk mengulangi perilaku baik, membantu anak belajar taat aturan dan disiplin, membuat anak merasa dihargai dan percaya diri meningkat.
2. Dengan menggunakan cara pemberian yang tepat :
– Diberikan segera setelah anak berperilaku baik, tidak berlebihan, agar anak tidak bergantung pada hadiah, disampaikan menggunakan bahasa tulus dan sesuai situasi, memberi dorongan dan semangat untuk anak yang belum berperilaku baik.
Kesimpulan :
Pemberian pujian ( praise) adalah metode efektif untuk membentuk disiplin anak usia dini karena memperkuat perilaku positif melalui apresiasi, bukan hukuman.
Analisis Singkat Video Penanaman Disiplin pada Anak Usia Dini
Video tersebut menunjukkan upaya guru dalam menanamkan perilaku disiplin kepada anak usia dini melalui pembiasaan dan pemberian penguatan positif. Pada usia dini, anak masih berada pada tahap perkembangan yang cenderung egosentris sehingga sering berebut, tidak sabar menunggu giliran, dan belum memahami aturan sosial seperti antre.
Dalam tayangan terlihat beberapa anak menyerobot antrean dan berebut saat akan bermain. Guru kemudian memberikan penghargaan kepada anak yang mampu berperilaku disiplin, baik dalam bentuk penghargaan verbal seperti ucapan “hebat” dan “kamu pintar”, maupun penghargaan nonverbal seperti acungan jempol, usapan pada kepala atau bahu, serta tepuk tangan.
Strategi yang dilakukan guru sudah tepat karena penguatan positif dapat meningkatkan motivasi anak untuk mengulangi perilaku yang baik. Melalui pemberian contoh, pembiasaan antre, dan penghargaan atas perilaku disiplin, anak belajar memahami aturan, menghargai hak teman, serta mengembangkan kemampuan mengendalikan diri. Dengan demikian, kegiatan ini membantu membentuk karakter disiplin yang akan bermanfaat bagi perkembangan sosial dan emosional anak di masa mendatang.