12 Comments

Sinopsis

Pada program ini digambarkan guru yang sedang mengajar perkalian dasar (matematika) menggunakan papan tulis. Sebagian besar siswa gaduh, tidak konsentrasi dan tampak malas mengikuti. Hal ini disebabkan karena mereka tidak mengerti, tidak bisa dan tulisan guru juga kurang jelas.Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menggunakan chart. Dalam program ini juga diberikan beberapa tips bagi guru agar siswanya mudah mempelajari perkalian dasar.

Muchtar M Noor

Pada program ini digambarkan guru yang sedang mengajar perkalian dasar (matematika) menggunakan papan tulis. Sebagian besar siswa gaduh, tidak konsentrasi dan tampak malas mengikuti. Hal ini disebabkan karena mereka tidak mengerti, tidak bisa dan tulisan guru juga kurang jelas.Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menggunakan chart. Dalam program ini juga diberikan beberapa tips bagi guru agar siswanya mudah mempelajari perkalian dasar.

Drs. Tarhadi, M.Si.

  1. Secara keseluruhan baik pembukaan maupun penutup sudah cukup baik.
  2. Penggunaan media labih optimal.
  3. Materi dan kurikulum sudah sesuai.

Taufik Ma’ruf

12 Replies to “Kurang Mengetahui Perkalian Dasar

  1. Nama : Putri Safriani Rambe
    Nim : 856065605
    Video ini menunjukkan bahwa banyak siswa yang tidak memperhatikan pembelajaran hal ini dapat terlohat dari banyak siswa yang bermain,bahkan sibuk sendiri. Hal ini bisa jadi diakrenakan karena beberapa faktor diantaranya :
    1. Diawal pembelajaran guru tidak memberikan apersepsi sehingga murid menjadi tidak bersemangat
    2. Tidak mengulang kembali pembelanaran yang sudah lalu
    3. Penjelasan konsep perkalian juga kurang,dimana seharusnya guru tersebut memberikan konsep awal perkalian dengan penjumlahan berulqng,qkan tetapi di dlaam video tersebut langsung masuk kecontoh perkalian
    4. Penggunaan media yang kurang efektif
    Adapun langkah² ataupun alternatkf yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembelajaran tersebut yaitu :
    1. Guru sebaiknya memberikan apersepsi ,berupa pertanyaan pemantik yang berkaitan dengan materi sebuelum memulia pembelajaran agar perhatian siswa lebih fokus dan tertarik untuk mengikut pembelajaran.
    2. Dalam menyampaikan pembelajatan sebaiknya guru menyesuaiak metode yang cocok dengan materi pembelajaran.
    3. Guru sebaiknya memberikan konsep dasar perkalian dengan jelas,seperti misalnya menjelaskan kepada murid bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang dengan memberikan beberapa contoh.

  2. Nama : Nurhazizah Siregar
    NIM : 859868634

    Setelah melihat dan menganalisis video tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa terlihat sibuk sendiri, bercerita, tidak fokus dan tidak mendengarkan penjelasan guru. Hal tersebut disebabkan pada awal pembelajaran guru tidak melakukan pembukaan pembelajaran. Guru tidak melakukan pendekatan dengan siswa di awal pembelajaran oleh karena itu siswa tidak fokus pada guru (Guru tidak menjadi pemeran utama di kelas. Guru tidak memberikan motivasi pada siswa agar semangat dan aktif dalam pembelajaran. Guru juga menerapkan metode yang salah pada pelajaran tersebut. Seharusnya guru menggunakan media ajar yang lebih variatif agar siswa ttertarik pada pelajaran tersebut. Saat pelajaran berlangsung tidak ada interaksi aktif antara guru dan siswa. Guru tersebut hanya malaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan metode ceramah yang monoton. Tidak ada umpan balik dalam kegiatan belajar mengajar tersebut.

    Agar pembelajaran tersebut aktif guru seharusnya melakukan apersepsi dan melakukan pendekatan kepada siswa agar siswa termotivasi untuk belajar. seperti melakukan tanya jawab ringan tentang kegiatan mereka dipagi hari atau melakukan ice breaking. Guru juga harus menyesuaikan metode dan media pembelajaran dengan pelajaran yang akan dibawakan. Untuk mata pelajaran matematika guru seharusnya menggunakan media pembelajaran yang konkret agar siswa lebih mudah memahami pembelajaran. Dan harus ada umpan balik atau tanya jawab dan interaksi antara guru dan murid.

  3. Nama : Ita Meilia
    Nim : 847607354
    Video tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran perkalian dasar belum berjalan secara efektif. Guru terlihat masih menggunakan metode ceramah yang monoton tanpa melibatkan siswa secara aktif. Hal ini menyebabkan suasana kelas menjadi kurang kondusif, di mana siswa tampak tidak fokus, berbicara sendiri, dan kurang tertarik terhadap materi yang disampaikan.
    Dari segi penyampaian materi, guru belum menjelaskan konsep dasar perkalian secara jelas, misalnya sebagai penjumlahan berulang. Selain itu, penggunaan media pembelajaran juga belum optimal, sehingga siswa kesulitan memahami materi yang bersifat abstrak. Kurangnya variasi metode dan minimnya interaksi membuat siswa tidak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi pemahamannya.
    Menurut saya, pembelajaran akan lebih efektif jika guru menggunakan pendekatan yang lebih interaktif dan kontekstual, seperti menggunakan alat peraga, permainan edukatif, atau mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa dapat lebih mudah memahami konsep perkalian dan menjadi lebih aktif dalam proses belajar.
    Kesimpulannya, video ini memberikan gambaran bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh materi, tetapi juga oleh metode, media, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu lebih kreatif dan inovatif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

  4. Nama : Vina Rossita
    NIM : 857613358
    Dari video diatas menunjukkan proses pembelajaran matematika dimana dalam pembelajaran tersebut menunjukkan kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran matematika serta kurang pahamnya siswa terhadap materi yang dijelaskan oleh guru. kekurangan dalam pembelajaran tersebut dapat dilihat dari kurangnya apersepsi dalam pengondisian siswa agar siswa fokus dan tertarik dalam pembelajaran, kemudian dalam proses memberikan materi guru kurang inovatif. metode yang digunakan oleh guru terlalu monoton dan kurang variatif, serta kurang melibatkan siswa secara aktif. dan penjelasan konsep perkalian tersebut kurang karena diawal video guru menjelaskan bahwa perkalian merupakan penjumlahan berulang, namun ketika proses pembelajaran berjalan guru langsung memberikan contoh perkalian dengan media poster perkalian. hal – hal yang dapat diperbaiki dari pembelajaran tersebut agar siswa dapat mudah memahami materi dapat dilakukan dengan cara :
    1. guru dapat menggunakan pendekatan konkret dan kontekstual ( Jelaskan perkalian sebagai penjumlahan berulang dengan benda nyata (kancing, pensil, atau gambar). Ini membantu siswa memahami konsep, bukan sekadar menghafal.)
    2. guru dapat memvariasi metode pembelajaran (Gunakan permainan, lagu, atau aktivitas kelompok. Misalnya kuis perkalian, kartu angka, atau permainan sederhana agar belajar terasa lebih menyenangkan.)
    3. libatkan siswa secara aktif (Ajak siswa maju ke depan, tanya jawab, atau kerja kelompok kecil. Semakin aktif mereka, semakin fokus mereka.)

Tuliskan komentar anda disini