16 Comments

Sinopsis

Pada program ini digambarkan guru yang sedang mengajar perkalian dasar (matematika) menggunakan papan tulis. Sebagian besar siswa gaduh, tidak konsentrasi dan tampak malas mengikuti. Hal ini disebabkan karena mereka tidak mengerti, tidak bisa dan tulisan guru juga kurang jelas.Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menggunakan chart. Dalam program ini juga diberikan beberapa tips bagi guru agar siswanya mudah mempelajari perkalian dasar.

Muchtar M Noor

Pada program ini digambarkan guru yang sedang mengajar perkalian dasar (matematika) menggunakan papan tulis. Sebagian besar siswa gaduh, tidak konsentrasi dan tampak malas mengikuti. Hal ini disebabkan karena mereka tidak mengerti, tidak bisa dan tulisan guru juga kurang jelas.Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menggunakan chart. Dalam program ini juga diberikan beberapa tips bagi guru agar siswanya mudah mempelajari perkalian dasar.

Drs. Tarhadi, M.Si.

  1. Secara keseluruhan baik pembukaan maupun penutup sudah cukup baik.
  2. Penggunaan media labih optimal.
  3. Materi dan kurikulum sudah sesuai.

Taufik Ma’ruf

16 Replies to “Kurang Mengetahui Perkalian Dasar

  1. Nama : Nina Triana
    NIM : 860718099

    Video ini menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami perkalian dasar karena pembelajaran yang kurang efektif. Terlihat siswa tidak fokus, gaduh, dan kurang semangat karena mereka belum memahami konsep dasar perkalian serta penyampaian guru kurang jelas . Selain itu, guru cenderung langsung memberikan contoh tanpa menjelaskan bahwa perkalian merupakan penjumlahan berulang, sehingga siswa menjadi bingung.

    Kelebihan
    -Guru sudah menggunakan media sederhana seperti chart/tabel perkalian
    -Materi yang diajarkan sesuai dengan kurikulum
    -Guru memberikan latihan dan tugas kepada siswa

    Kekurangan
    -Tidak ada apersepsi atau motivasi di awal pembelajaran
    -Metode masih monoton (ceramah)
    -Penjelasan konsep dasar kurang jelas
    -Media pembelajaran kurang menarik
    -Siswa kurang dilibatkan sehingga kelas tidak kondusif

    Saran
    -Guru perlu menjelaskan bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang agar siswa paham konsep
    -Menggunakan media konkret seperti benda nyata (kelereng, lidi, dll.)
    -Melibatkan siswa melalui permainan atau aktivitas kelompok
    -Memberikan motivasi dan apersepsi di awal pembelajaran
    -Mengatur kelas agar lebih kondusif dan fokus

    Kesimpulan

    Secara keseluruhan, video ini menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam perkalian dasar bukan hanya karena materi yang sulit, tetapi juga karena metode pembelajaran yang kurang tepat. Dengan pendekatan yang lebih menarik, interaktif, dan menekankan pemahaman konsep, siswa akan lebih mudah memahami perkalian.

    1. Nama: Puan Maharani Lubis
      Nim: 859873113

      Dalam pengamatan saya terhadap video pembelajaran perkalian dasar tersebut, terlihat suasana kelas yang tidak kondusif. Guru langsung masuk ke materi inti dengan menulis di papan tulis tanpa memberikan pengantar yang hangat. Akibatnya, sebagian besar siswa tampak gaduh, tidak berkonsentrasi, dan menunjukkan sikap malas. Ketidakteraturan ini bersumber dari rasa tidak mengerti yang dialami siswa terhadap materi yang sedang disajikan.

      Kelebihan
      -sudah menggunakan media cahrt/tabel perkalian
      -guru memberikan tips praktis perkalian membantu memecah materi yang dianggap susah menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah diingat.
      -guru memberikan tugas kepada siswa

      Kekurangan
      -Alur mengajar terasa datar dan satu arah, sehingga tidak ada interaksi memicu rasa ingin tahu siswa.
      -Guru langsung masuk ke materi tanpa salam pembuka yang hangat atau pengkondisian kelas, sehingga siswa belum siap secara mental.
      -Kurangnya pemberian pujian atau penghargaan kepada siswa yang mencoba memperhatikan, sehingga motivasi belajar siswa menurun.
      -Tidak adanya aktivitas ice breaking untuk membuat suasana kelas kaku dan membosankan, terutama untuk materi matematika yang dianggap berat.
      -Guru mengabaikan kondisi psikologis siswa yang mulai gaduh dan malas, lebih fokus menyelesaikan materi daripada merangkul fokus siswa kembali

      Saran perbaikan
      -Membuka kelas dengan salam, menanyakan kabar, dan menjelaskan manfaat materi.
      -Melakukan senam otak atau tepuk semangat di awal
      -Memberikan pujian atau penghargaan kecil kepada siswa yang berani mencoba agar mereka termotivasi.
      -Melibatkan siswa dalam tanya jawab agar komunikasi tidak satu arah (monoton).

    2. Nama : Putri Safriani Rambe
      Nim : 856065605

      Video ini menunjukkan bahwa banyak siswa yang tidak memperhatikan pembelajaran hal ini dapat terlohat dari banyak siswa yang bermain,bahkan sibuk sendiri. Hal ini bisa jadi diakrenakan karena beberapa faktor diantaranya :
      1. Diawal pembelajaran guru tidak memberikan apersepsi sehingga murid menjadi tidak bersemangat
      2. Tidak mengulang kembali pembelanaran yang sudah lalu
      3. Penjelasan konsep perkalian juga kurang,dimana seharusnya guru tersebut memberikan konsep awal perkalian dengan penjumlahan berulqng,qkan tetapi di dlaam video tersebut langsung masuk kecontoh perkalian
      4. Penggunaan media yang kurang efektif

      Adapun langkah² ataupun alternatkf yang dapat digunakan untuk memperbaiki.pembelajaran tersebut yaitu :
      1. Guru sebaiknya memberikan apersepsi ,berupa pertanyaan pemantik yang berkaitan dengan materi sebuelum memulia pembelajaran agar perhatian siswa lebih fokus dan tertarik untuk mengikut pembelajaran.
      2. Dalam menyampaikan pembelajatan sebaiknya guru menyesuaiak metode yang cocok dengan materi pembelajaran.
      3. Guru sebaiknya memberikan konsep dasar perkalian dengan jelas,seperti misalnya menjelaskan kepada murid bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang dengan memberikan beberapa contoh

  2. Nama: Wiewid Wiarni , NIM: 856101188 , UPBJJ: Batam.
    Pembelajaran dimulai dengan guru langsung menjelaskan perkalian tanpa salam, doa, absensi, dan apersepsi. Guru menggunakan papan tulis dan media chart, tetapi penjelasannya belum dipahami siswa, terlihat saat tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan.
    1. Kelemahan Pembelajaran pada Video
    Guru belum membuka pembelajaran dengan baik karena tidak menyapa siswa, tidak mengajak berdoa, tidak mengecek kehadiran, dan tidak memberi semangat sebelum belajar. Guru juga tidak melakukan apersepsi dan tidak menyampaikan tujuan pembelajaran, sehingga siswa kurang memahami arah belajar. Penjelasan materi masih kurang jelas dan kurang bervariasi, sehingga pembelajaran terasa kurang menarik. Selain itu, guru langsung bertanya tanpa memastikan siswa sudah paham dan tidak memberi kesempatan untuk bertanya. Suasana kelas yang kurang tertib juga tidak diatasi dengan baik karena tidak ada ice breaking. Di akhir pembelajaran, guru juga tidak menutup pelajaran dengan kesimpulan atau doa.

    2. Kelebihan Pembelajaran pada Video
    Guru sudah menggunakan media chart yang membantu siswa dalam memahami materi. Guru juga memberikan waktu kepada siswa untuk menghafal perkalian dan latihan soal, sehingga pemahaman siswa bisa meningkat. Setelah itu, siswa terlihat lebih bersemangat dan berani menjawab pertanyaan. Siswa juga menjadi lebih paham setelah materi dijelaskan kembali. Selain itu, guru memberikan tugas atau PR agar siswa bisa belajar kembali di rumah.

    3. Hal Unik pada Video Pembelajaran
    Hal yang menarik dalam video tersebut adalah semangat siswa yang tetap tinggi meskipun mereka belum sepenuhnya memahami materi dan kondisi kelas kurang tertib. Biasanya, siswa yang belum paham cenderung diam atau tidak mau mencoba, tetapi di sini mereka tetap berusaha menghafal dengan sungguh-sungguh. Bahkan siswa yang biasanya ribut terlihat lebih fokus dan ikut aktif dalam pembelajaran. Usaha yang dilakukan siswa ini akhirnya memberikan hasil yang baik, karena mereka mampu menjawab pertanyaan guru dengan benar.

    4. Rencana Pembelajaran yang Akan Dilakukan
    Dalam pembelajaran berikutnya, guru sebaiknya memulai kegiatan dengan menyapa siswa dan mengajak berdoa agar suasana belajar lebih nyaman. Guru juga perlu mengecek kehadiran siswa supaya mereka siap mengikuti pelajaran. Selanjutnya, guru dapat mengingatkan kembali materi sebelumnya agar siswa lebih mudah memahami pelajaran yang baru. Guru juga perlu menjelaskan tujuan pembelajaran agar siswa mengetahui manfaat dari materi yang dipelajari. Selain itu, penggunaan metode yang lebih bervariasi dan pemberian motivasi sangat penting agar siswa lebih semangat belajar. Di akhir pembelajaran, guru sebaiknya menutup kegiatan dengan doa sebagai bentuk rasa syukur.

    Terimakasih Pak.

    1. Nama : Nora Eliza
      Nim : 859889803
      Menurut saya,dari video tersebut menggambarkan kondisi nyata yang sering terjadi di kelas khususnya pada pembelajaran matematika perkalian. Terlihat bahwa banyak siswa tidak fokus, gaduh dan kurang bersemangat karena mereka belum memahami konsep perkalian dengan baik.
      Menurut saya, masalah utama bukan hanya pada siswa tetapi juga pada metode pembelajaran yang kurang bersifat konvensional (ceramah). Guru kurang melibatkan siswa secara aktif sehingga pembelajaran terasa monoton dan sulit dipahami. Selain itu, penggunaan media yang kurang menarik membuat siswa semakin kehilangan minat belajar.
      Video ini sebenarnya sangat baik sebagai bahan refleksi, karena menunjukkan bahwa pembelajaran yang efektif membutuhkan kreativitas guru variasi metode, dan keterlibatan siswa secara aktif.

      • kelebihan video
      1. Guru tetap sabar dan berusaha mengajar dan tetap menjelaskan materi meskipun kondisi kelas kurang kondusif.
      2. Ada penggunaan media (papan tulis/chart sederhana).
      Walaupun masih terbatas, guru sudah mencoba menggunakan alat bantu visual.
      3. Memberikan latihan dan tanya jawab
      Di beberapa bagian, guru memberikan soal atau pertanyaan untuk melibatkan siswa.
      4. Mengangkat masalah nyata di kelas
      Video ini relevan dengan kondisi pembelajaran sebenarnya, sehingga bagus untuk bahan evaluasi.

      • kekurangan video
      1. Metode pembelajaran monoton (ceramah)
      Guru lebih dominan berbicara, sehingga siswa kurang dilibatkan secara aktif.
      2. Pengelolaan kelas kurang baik
      Banyak siswa tidak fokus, berbicara sendiri, dan suasana kelas tidak kondusif.
      3. Konsep tidak dijelaskan secara mendasar
      Perkalian tidak dijelaskan sebagai penjumlahan berulang,sehingga siswa sulit memahami.
      4. Media pembelajaran kurang menarik dan kurang jelas
      Tulisan di papan kurang jelas dan media kurang membantu memahami siswa.
      5. Keterlibatan siswa rendah
      Sebagian besar siswa pasif dan tidak menunjukkan antusiasme dalam belajar.

      Saran
      Menurut saya sebaiknya guru menggunakan metode pembelajaran interaktif seperti diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, atau permainan edukatif agar siswa lebih aktif. Guru juga dapat menggunakan media pembelajaran yang menarik misalnya seperti benda konkret (stik es krim, kancing), gambar atau video agar konsep perkalian lebih mudah dipahami dan guru juga dapat memperbaiki pengelolaan kelas seperti menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menarik perhatian siswa agar siswa lebih mudah memahami dan merasa pembelajaran itu bermakna.

  3. Nama : Novita Hardini
    Nim : 859873381

    Menurut saya, program ini cukup menggambarkan kondisi yang sering terjadi di kelas, terutama saat pelajaran matematika seperti perkalian. Banyak siswa jadi tidak fokus karena mereka memang belum paham, apalagi kalau penjelasan guru kurang jelas. Jadi wajar kalau mereka terlihat malas atau malah ribut. Penggunaan chart menurut saya ide yang bagus karena bisa membantu siswa melihat dan mengingat perkalian dengan lebih mudah.

    Kelebihan

    Kelebihan dari program ini adalah sudah menunjukkan masalah yang nyata di kelas dan memberikan solusi yang cukup membantu, yaitu menggunakan chart. Selain itu, adanya tips untuk guru juga sangat berguna supaya pembelajaran bisa lebih efektif dan siswa lebih mudah memahami materi.

    Kekurangan

    Menurut saya, kekurangannya adalah solusi yang diberikan masih kurang bervariasi, karena hanya fokus pada penggunaan chart saja. Padahal, tidak semua siswa cocok dengan cara belajar yang sama. Selain itu, siswa juga terlihat kurang dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran.

    Saran

    Saran saya, guru sebaiknya tidak hanya menggunakan chart, tapi juga mencoba metode lain seperti permainan, kuis, atau belajar sambil bernyanyi supaya suasana kelas lebih menyenangkan. Guru juga perlu menulis lebih jelas di papan tulis dan menjelaskan dengan cara yang lebih sederhana. Yang paling penting, siswa harus lebih diajak aktif supaya mereka tidak cepat bosan dan lebih mudah memahami perkalian.

  4. Nama : Nora Eliza
    Nim : 859889803
    Menurut saya,dari video tersebut menggambarkan kondisi nyata yang sering terjadi di kelas khususnya pada pembelajaran matematika perkalian. Terlihat bahwa banyak siswa tidak fokus, gaduh dan kurang bersemangat karena mereka belum memahami konsep perkalian dengan baik.
    Menurut saya, masalah utama bukan hanya pada siswa tetapi juga pada metode pembelajaran yang kurang bersifat konvensional (ceramah). Guru kurang melibatkan siswa secara aktif sehingga pembelajaran terasa monoton dan sulit dipahami. Selain itu, penggunaan media yang kurang menarik membuat siswa semakin kehilangan minat belajar.
    Video ini sebenarnya sangat baik sebagai bahan refleksi, karena menunjukkan bahwa pembelajaran yang efektif membutuhkan kreativitas guru variasi metode, dan keterlibatan siswa secara aktif.

    • kelebihan video
    1. Guru tetap sabar dan berusaha mengajar dan tetap menjelaskan materi meskipun kondisi kelas kurang kondusif.
    2. Ada penggunaan media (papan tulis/chart sederhana).
    Walaupun masih terbatas, guru sudah mencoba menggunakan alat bantu visual.
    3. Memberikan latihan dan tanya jawab
    Di beberapa bagian, guru memberikan soal atau pertanyaan untuk melibatkan siswa.
    4. Mengangkat masalah nyata di kelas
    Video ini relevan dengan kondisi pembelajaran sebenarnya, sehingga bagus untuk bahan evaluasi.

    • kekurangan video
    1. Metode pembelajaran monoton (ceramah)
    Guru lebih dominan berbicara, sehingga siswa kurang dilibatkan secara aktif.
    2. Pengelolaan kelas kurang baik
    Banyak siswa tidak fokus, berbicara sendiri, dan suasana kelas tidak kondusif.
    3. Konsep tidak dijelaskan secara mendasar
    Perkalian tidak dijelaskan sebagai penjumlahan berulang,sehingga siswa sulit memahami.
    4. Media pembelajaran kurang menarik dan kurang jelas
    Tulisan di papan kurang jelas dan media kurang membantu memahami siswa.
    5. Keterlibatan siswa rendah
    Sebagian besar siswa pasif dan tidak menunjukkan antusiasme dalam belajar.

    Saran
    Menurut saya sebaiknya guru menggunakan metode pembelajaran interaktif seperti diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, atau permainan edukatif agar siswa lebih aktif. Guru juga dapat menggunakan media pembelajaran yang menarik misalnya seperti benda konkret (stik es krim, kancing), gambar atau video agar konsep perkalian lebih mudah dipahami dan guru juga dapat memperbaiki pengelolaan kelas seperti menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menarik perhatian siswa agar siswa lebih mudah memahami dan merasa pembelajaran itu bermakna.

  5. Nama : Tri Aspriyani
    Nim : 859886159

    Dari video yang telah saya simak, memperlihatkan proses pembelajaran matematika tentang perkalian dasar di kelas SD. Dalam praktiknya, terlihat bahwa pembelajaran masih didominasi oleh penjelasan guru di depan kelas, sementara siswa cenderung pasif dan kurang terlibat secara aktif.Kondisi ini sejalan dengan temuan bahwa pembelajaran yang terlalu berpusat pada guru dan kurang variasi metode dapat membuat siswa sulit memahami konsep perkalian .

    Adaun kelebihan pada video tersebut yaitu :
    1. Guru menguasi mataeri
    ini terlihat dari penjelasan guru tentang perkalian sudah sesuai dengan topik yang diajarkan dan juga
    Guru mampu memberikan soal dan latihan kepada siswa.
    2. Ada penggunaan media sederhana
    Terlihat guru menggunakan papan tulis untuk menuliskan perkalian,ini membantu siswa melihat bentuk soal secara langsung
    3. Adanya interaksi dasar
    Terlihat guru memberikan pertanyaan pada siswa kemudian siswa diberikan kesempatan menjawab meskipun terbatas
    4. Adanya latihan untuk evaluasi
    Trlihat guru memebrikan soal untuk mengecek pemahaman siswa

    Kekurangan
    1. Pembelajaran masih teacher-centered
    •Guru lebih dominan menjelaskan, siswa hanya mendengar.
    •Akibatnya siswa terlihat pasif dan kurang terlibat.
    2. Kurangnya variasi metode
    •Pembelajaran cenderung monoton (ceramah + latihan).
    •Tidak ada permainan, diskusi kelompok, atau aktivitas menarik.
    3. Minim penggunaan media pembelajaran
    Tidak ada alat peraga konkret atau media interaktif.
    Padahal media sangat penting untuk membantu pemahaman konsep perkalian .
    4. Tidak mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari
    •Materi perkalian tidak dikaitkan dengan konteks nyata.
    •Ini membuat siswa sulit memahami makna konsepnya.

    Saran Perbaikan
    Agar pembelajaran lebih efektif, ada beberapa saran yang bisa diterapkan:
    1. Gunakan metode pembelajaran yang lebih variatif
    Misalnya diskusi kelompok, permainan edukatif, atau kuis interaktif.
    2. Manfaatkan media pembelajaran
    Contoh: benda konkret, kartu perkalian, atau video animasi.
    Media terbukti bisa meningkatkan minat dan pemahaman siswa.
    3. Jelaskan konsep secara kontekstual
    Hubungkan perkalian dengan kehidupan sehari-hari (misalnya jumlah barang, uang, dll).
    4.Tingkatkan keaktifan siswa
    Libatkan siswa secara langsung, bukan hanya mendengar.
    Bisa dengan metode tanya jawab aktif atau praktik langsung
    5.Berikan motivasi di awal dan refleksi di akhir
    Supaya siswa lebih siap belajar dan memahami tujuan pembelajaran.

    Kesimpulan
    Secara keseluruhan, video ini menunjukkan bahwa masalah utama dalam pembelajaran bukan hanya pada kemampuan siswa, tetapi juga pada strategi mengajar guru. Pembelajaran yang masih monoton, kurang interaktif, dan minim media membuat siswa sulit memahami konsep perkalian.
    Jika guru mampu menggunakan metode yang lebih variatif, interaktif, dan kontekstual, maka pembelajaran akan menjadi lebih efektif, siswa lebih aktif, dan pemahaman konsep perkalian bisa meningkat secara signifikan.

Leave a Reply