1 category
2 Comments
Category: Seri Pembelajaran SD
2 Replies to “Kesulitan Menulis Karangan Cerita/Narasi”
Komentar Cancel reply
Anda harus login untuk memberikan komentar.
Nama : Nina Triana
NIM : 860718099
Video pembelajaran tentang kesulitan menulis karangan narasi ini cukup memberikan gambaran nyata tentang kondisi siswa di kelas. Terlihat bahwa banyak siswa mengalami kesulitan terutama dalam mengembangkan ide, menyusun kalimat, serta memilih kosakata yang tepat dalam menulis cerita.
Dari segi kelebihan, guru sudah berusaha membantu siswa dengan memberikan langkah-langkah menulis karangan secara terstruktur, misalnya melalui pertanyaan panduan seperti kegiatan sebelum, selama, dan setelah tamasya. Hal ini sangat membantu siswa dalam menyusun alur cerita secara runtut.
Namun, terdapat beberapa kekurangan dalam pembelajaran tersebut. Guru terlihat kurang melakukan kegiatan pembuka seperti memberikan motivasi, apersepsi, atau penjelasan awal mengenai materi. Akibatnya, siswa tampak kebingungan saat diminta langsung menulis karangan. Selain itu, suasana pembelajaran juga kurang menarik karena minim penggunaan media dan kurangnya interaksi yang menyenangkan.
Menurut saya, agar pembelajaran lebih efektif, guru sebaiknya:
Memulai pembelajaran dengan apersepsi dan motivasi
Memberikan contoh karangan terlebih dahulu
Menggunakan media pembelajaran yang menarik
Memberikan bimbingan dan umpan balik yang positif
Secara keseluruhan, video ini sudah cukup baik sebagai contoh pembelajaran, terutama dalam memberikan solusi langkah-langkah menulis, tetapi masih perlu perbaikan dalam strategi mengajar agar siswa lebih aktif, termotivasi, dan mudah memahami materi
Banyak siswa sekolah dasar mengalami kendala signifikan dalam menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan.
Berikut adalah analisis detail mengenai kesulitan menulis karangan cerita berdasarkan video GPO:
1. Kesulitan Utama Siswa
Siswa mengalami kendala terutama dalam aspek teknis dan kognitif, antara lain:
Mengembangkan Ide: Siswa kesulitan menentukan apa yang harus ditulis dan bagaimana mengembangkan alur cerita dari tema yang ditentukan.
Penyusunan Kalimat: Siswa mengalami kendala dalam merangkai kata menjadi kalimat yang runtut dan logis (koheren).
Pemilihan Kosakata: Keterbatasan perbendaharaan kata membuat siswa kesulitan mengekspresikan ide secara variatif.
Struktur Cerita: Kesulitan dalam menyusun paragraf secara sistematis (awal, tengah, dan akhir).
Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca: Masih rendahnya pemahaman mengenai penempatan huruf kapital dan tanda baca (titik/koma).