1 category
2 Comments
Sinopsis
Video ini berisi tentang pemecahan masalah kesulitan siswa dalam membaca pantun beserta alternatif pemecahan masalahnya.
-
Category: Seri Pembelajaran SD
2 Replies to “Belajar Membaca Pantun”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama : Nina Triana
NIM : 860718099
Video pembelajaran tentang pantun sudah menunjukkan alur yang cukup sistematis. Guru memulai dengan menjelaskan pengertian pantun, kemudian dilanjutkan dengan ciri-ciri pantun seperti terdiri dari empat baris, bersajak a-b-a-b, serta memiliki sampiran dan isi . Penyampaian materi ini sudah sesuai dengan konsep dasar pantun sehingga membantu siswa memahami secara bertahap.
Selain itu, guru juga memberikan contoh pantun sehingga siswa memiliki gambaran konkret. Hal ini penting karena pantun termasuk karya sastra yang memiliki aturan tertentu, sehingga contoh akan memudahkan pemahaman siswa.
Namun, pada bagian kegiatan inti, ketika guru meminta siswa membaca pantun secara berpasangan, terdapat kekurangan yaitu guru tidak memberikan contoh terlebih dahulu tentang cara membaca pantun yang baik. Padahal, contoh dari guru sangat penting sebagai model, terutama bagi siswa sekolah dasar agar mereka mengetahui intonasi, ekspresi, dan pelafalan yang tepat.
Kegiatan berpasangan sebenarnya sudah baik karena dapat meningkatkan keaktifan dan kerja sama siswa. Akan tetapi, tanpa contoh awal, siswa bisa mengalami kebingungan atau kurang percaya diri dalam membaca pantun.
Kesimpulan:
Pembelajaran sudah cukup baik dan terstruktur, tetapi akan lebih optimal jika guru terlebih dahulu memberikan contoh membaca pantun sebelum siswa melakukan praktik, sehingga pembelajaran menjadi lebih jelas, efektif, dan mudah diikuti siswa.
Nama : NUR LAILATUZ ZAHRO
NIM : 858958303
Hal yang sudah baik:
Alur pembelajaran sudah sistematis: dimulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga pemberian contoh pantun. Penyampaian bertahap ini memudahkan siswa memahami materi secara bertahap.
Kegiatan membaca pantun secara berpasangan sudah tepat, dapat melatih keaktifan serta kerja sama antar siswa. Dan adanya apresiasi ketika anak-anak praktek membuat anak percaya diri.
Adapun hal yang perlu diperbaiki:
Saat menjelaskan materi, guru belum memberikan contoh sekaligus cara membacanya dengan nada dan intonasi yang tepat. Contoh pembacaan sebaiknya diberikan sejak awal, bukan saat siswa sudah mulai praktik.
Saat siswa belum mampu membaca dengan baik, guru sebaiknya tidak menegur dengan ucapan seperti: “masak baca pantun aja nggak bisa”. Kalimat tersebut dapat menurunkan kepercayaan diri siswa dan membuat mereka merasa takut salah. Sebaiknya guru membimbing dengan kalimat yang membangun, misalnya: “Mari kita coba pelan-pelan, saya contohkan dulu ya”.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan pembelajaran sudah terstruktur dan berjalan baik. Pembelajaran akan jauh lebih efektif jika guru memberikan contoh sekaligus cara membaca dengan nada yang tepat sejak awal penjelasan, serta menggunakan kata-kata yang memotivasi dan mendukung siswa.